Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 23 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara disinyalir bermula dari aktivitas pembakaran lahan warga di Area Penggunaan Lain (APL), sebelum merembet ke kawasan hutan.
Hal tersebut disampaikan Kepala UPT KPH Kayong Utara melalui Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT KPH Kayong Utara, Indra, Minggu (23/8/2026).
Indra mengatakan, berdasarkan data dan laporan yang dihimpun hingga saat ini, sebagian besar titik awal api berasal dari lahan milik warga di kawasan APL.
Pembakaran dilakukan warga untuk membuka ladang. Namun, api kemudian meluas tak terkendali hingga merembet ke kawasan hutan.
“Penyebab kebakaran hutan dan lahan ini berawal dari kebakaran di lokasi lahan warga di APL, kemudian merambat ke mana-mana sampai masuk ke kawasan hutan. Itu data yang kami dapat sampai hari ini,” kata Indra kepada sejumlah awak media, Minggu (23/8).
Menurutnya, kondisi tersebut diperparah embusan angin yang kencang serta vegetasi yang kering. Faktor tersebut membuat kobaran api lebih cepat menjalar dan melompati batas kawasan.
Api kemudian disebut merambat dari lahan masyarakat menuju kawasan hutan lindung maupun konservasi di sekitarnya.
KPH Kayong Utara terus mengimbau masyarakat menghentikan praktik membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat kondisi cuaca kering.
Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah api kembali meluas dan memperbesar dampak karhutla di wilayah Kayong Utara. (Sans)
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kayong Utara disinyalir bermula dari aktivitas pembakaran lahan warga di Area Penggunaan Lain (APL), sebelum merembet ke kawasan hutan.
Hal tersebut disampaikan Kepala UPT KPH Kayong Utara melalui Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT KPH Kayong Utara, Indra, Minggu (23/8/2026).
Indra mengatakan, berdasarkan data dan laporan yang dihimpun hingga saat ini, sebagian besar titik awal api berasal dari lahan milik warga di kawasan APL.
Pembakaran dilakukan warga untuk membuka ladang. Namun, api kemudian meluas tak terkendali hingga merembet ke kawasan hutan.
“Penyebab kebakaran hutan dan lahan ini berawal dari kebakaran di lokasi lahan warga di APL, kemudian merambat ke mana-mana sampai masuk ke kawasan hutan. Itu data yang kami dapat sampai hari ini,” kata Indra kepada sejumlah awak media, Minggu (23/8).
Menurutnya, kondisi tersebut diperparah embusan angin yang kencang serta vegetasi yang kering. Faktor tersebut membuat kobaran api lebih cepat menjalar dan melompati batas kawasan.
Api kemudian disebut merambat dari lahan masyarakat menuju kawasan hutan lindung maupun konservasi di sekitarnya.
KPH Kayong Utara terus mengimbau masyarakat menghentikan praktik membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat kondisi cuaca kering.
Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah api kembali meluas dan memperbesar dampak karhutla di wilayah Kayong Utara. (Sans)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini