Pontianak    

Antisipasi Karhutla, DLHK Kalbar Distribusikan 20 Mesin Pemadam ke Enam Wilayah KPH

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 04 August 2026
Antisipasi Karhutla, DLHK Kalbar Distribusikan 20 Mesin Pemadam ke Enam Wilayah KPH
DLHK Kalbar menyerahkan 20 mesin pemadam ke enam KPH untuk memperkuat antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Barat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyerahkan 20 unit mesin pemadam api kepada enam Kesatuan Pengelola Hutan (KPH).

Penyerahan bantuan tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat penanganan karhutla di tingkat lapangan sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon di Kalimantan Barat, Senin (3/8/2026).

Kepala DLHK Kalbar Adi Yani mengatakan, bantuan peralatan tersebut menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kemampuan petugas dan masyarakat dalam melakukan pencegahan maupun penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

“Penyerahan bantuan peralatan ini adalah wujud konkret penguatan kapasitas di tingkat tapak guna mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang secara langsung akan memitigasi pelepasan emisi karbon,” kata Adi Yani usai penyerahan alat di Aula Rimbawan DLHK Kalbar.

Sebanyak enam UPT KPH menerima bantuan tersebut, yakni KPH Wilayah Bengkayang, Kayong, Landak, Mempawah, Sambas, dan Sekadau.

Menurut Adi Yani, mesin pemadam tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dibentuk DLHK dan dibina oleh masing-masing KPH.

Kelompok tersebut akan menjadi bagian penting dalam upaya penanganan karhutla, khususnya di desa-desa yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran.

Ia juga meminta para kepala KPH dan operator pompa untuk menjaga serta merawat seluruh peralatan agar selalu siap digunakan ketika kondisi darurat terjadi.

“Agar peralatan ini selalu dalam kondisi siap pakai dan mampu meminimalisir risiko karhutla di wilayah kerja masing-masing,” ujarnya.

Adi Yani mengungkapkan, penanganan karhutla di Indonesia saat ini telah mengalami banyak perkembangan dibandingkan masa lalu.

Ia mencontohkan kebakaran besar tahun 1997 yang saat itu masih minim dukungan peralatan maupun regulasi dalam penanganan kebakaran hutan.

“Dulu memadamkan api sampai dibantu pihak Bomba dari negeri tetangga. Setelah kebakaran berulang, kita mulai melatih tim pemadam dan mendorong penerapan sanksi,” katanya.

Menurutnya, dampak kebakaran hutan tidak hanya menyebabkan hilangnya tutupan hutan, tetapi juga meningkatkan emisi karbon akibat deforestasi dan degradasi lahan.

Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai upaya rehabilitasi hutan serta penanaman pohon untuk meningkatkan kemampuan penyerapan emisi.

Bantuan mesin pemadam tersebut merupakan bagian dari Program Penguatan dan Perluasan Dukungan untuk Pelaksanaan Aksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di Kalimantan Barat yang didanai melalui skema Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF).

Dana tersebut dikelola Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan disalurkan kepada Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Bentang Kalimantan Tangguh (BKT).

Mewakili Direktur Bentang Kalimantan Tangguh, Khairuddin Zacky mengatakan, penyerahan peralatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan petugas di lapangan.

“Kerja sama dan sinergi antara DLHK Provinsi Kalbar, BKT, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci menjaga kelestarian hutan dan lingkungan Kalimantan Barat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem DLHK Kalbar Hairil Anwar menyebut Kalimantan Barat berhasil mencatatkan penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.

Capaian tersebut menjadi salah satu dasar diperolehnya dukungan pendanaan untuk berbagai program perubahan iklim, termasuk pengadaan mesin pemadam kebakaran. (Lid)

Artikel Selanjutnya
HWDI Kalbar Dorong Perempuan Penyandang Disabilitas Jadi Pemimpin Aksi Iklim Inklusif
Tuesday, 04 August 2026
Artikel Sebelumnya
139 Ribu Warga Kalbar Masih Menganggur, Sekda Dorong Perluasan Program Magang
Tuesday, 04 August 2026

Berita terkait