Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 04 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Barat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyerahkan 20 unit mesin pemadam api kepada enam Kesatuan Pengelola Hutan (KPH).
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat penanganan karhutla di tingkat lapangan sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon di Kalimantan Barat, Senin (3/8/2026).
Kepala DLHK Kalbar Adi Yani mengatakan, bantuan peralatan tersebut menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kemampuan petugas dan masyarakat dalam melakukan pencegahan maupun penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
“Penyerahan bantuan peralatan ini adalah wujud konkret penguatan kapasitas di tingkat tapak guna mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang secara langsung akan memitigasi pelepasan emisi karbon,” kata Adi Yani usai penyerahan alat di Aula Rimbawan DLHK Kalbar.
Sebanyak enam UPT KPH menerima bantuan tersebut, yakni KPH Wilayah Bengkayang, Kayong, Landak, Mempawah, Sambas, dan Sekadau.
Menurut Adi Yani, mesin pemadam tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dibentuk DLHK dan dibina oleh masing-masing KPH.
Kelompok tersebut akan menjadi bagian penting dalam upaya penanganan karhutla, khususnya di desa-desa yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran.
Ia juga meminta para kepala KPH dan operator pompa untuk menjaga serta merawat seluruh peralatan agar selalu siap digunakan ketika kondisi darurat terjadi.
“Agar peralatan ini selalu dalam kondisi siap pakai dan mampu meminimalisir risiko karhutla di wilayah kerja masing-masing,” ujarnya.
Adi Yani mengungkapkan, penanganan karhutla di Indonesia saat ini telah mengalami banyak perkembangan dibandingkan masa lalu.
Ia mencontohkan kebakaran besar tahun 1997 yang saat itu masih minim dukungan peralatan maupun regulasi dalam penanganan kebakaran hutan.
“Dulu memadamkan api sampai dibantu pihak Bomba dari negeri tetangga. Setelah kebakaran berulang, kita mulai melatih tim pemadam dan mendorong penerapan sanksi,” katanya.
Menurutnya, dampak kebakaran hutan tidak hanya menyebabkan hilangnya tutupan hutan, tetapi juga meningkatkan emisi karbon akibat deforestasi dan degradasi lahan.
Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai upaya rehabilitasi hutan serta penanaman pohon untuk meningkatkan kemampuan penyerapan emisi.
Bantuan mesin pemadam tersebut merupakan bagian dari Program Penguatan dan Perluasan Dukungan untuk Pelaksanaan Aksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di Kalimantan Barat yang didanai melalui skema Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF).
Dana tersebut dikelola Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan disalurkan kepada Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Bentang Kalimantan Tangguh (BKT).
Mewakili Direktur Bentang Kalimantan Tangguh, Khairuddin Zacky mengatakan, penyerahan peralatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan petugas di lapangan.
“Kerja sama dan sinergi antara DLHK Provinsi Kalbar, BKT, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci menjaga kelestarian hutan dan lingkungan Kalimantan Barat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem DLHK Kalbar Hairil Anwar menyebut Kalimantan Barat berhasil mencatatkan penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.
Capaian tersebut menjadi salah satu dasar diperolehnya dukungan pendanaan untuk berbagai program perubahan iklim, termasuk pengadaan mesin pemadam kebakaran. (Lid)
KALBARONLINE.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Barat memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menyerahkan 20 unit mesin pemadam api kepada enam Kesatuan Pengelola Hutan (KPH).
Penyerahan bantuan tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat penanganan karhutla di tingkat lapangan sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon di Kalimantan Barat, Senin (3/8/2026).
Kepala DLHK Kalbar Adi Yani mengatakan, bantuan peralatan tersebut menjadi langkah konkret untuk meningkatkan kemampuan petugas dan masyarakat dalam melakukan pencegahan maupun penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.
“Penyerahan bantuan peralatan ini adalah wujud konkret penguatan kapasitas di tingkat tapak guna mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan yang secara langsung akan memitigasi pelepasan emisi karbon,” kata Adi Yani usai penyerahan alat di Aula Rimbawan DLHK Kalbar.
Sebanyak enam UPT KPH menerima bantuan tersebut, yakni KPH Wilayah Bengkayang, Kayong, Landak, Mempawah, Sambas, dan Sekadau.
Menurut Adi Yani, mesin pemadam tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) yang dibentuk DLHK dan dibina oleh masing-masing KPH.
Kelompok tersebut akan menjadi bagian penting dalam upaya penanganan karhutla, khususnya di desa-desa yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran.
Ia juga meminta para kepala KPH dan operator pompa untuk menjaga serta merawat seluruh peralatan agar selalu siap digunakan ketika kondisi darurat terjadi.
“Agar peralatan ini selalu dalam kondisi siap pakai dan mampu meminimalisir risiko karhutla di wilayah kerja masing-masing,” ujarnya.
Adi Yani mengungkapkan, penanganan karhutla di Indonesia saat ini telah mengalami banyak perkembangan dibandingkan masa lalu.
Ia mencontohkan kebakaran besar tahun 1997 yang saat itu masih minim dukungan peralatan maupun regulasi dalam penanganan kebakaran hutan.
“Dulu memadamkan api sampai dibantu pihak Bomba dari negeri tetangga. Setelah kebakaran berulang, kita mulai melatih tim pemadam dan mendorong penerapan sanksi,” katanya.
Menurutnya, dampak kebakaran hutan tidak hanya menyebabkan hilangnya tutupan hutan, tetapi juga meningkatkan emisi karbon akibat deforestasi dan degradasi lahan.
Karena itu, pemerintah terus mendorong berbagai upaya rehabilitasi hutan serta penanaman pohon untuk meningkatkan kemampuan penyerapan emisi.
Bantuan mesin pemadam tersebut merupakan bagian dari Program Penguatan dan Perluasan Dukungan untuk Pelaksanaan Aksi Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim di Kalimantan Barat yang didanai melalui skema Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF).
Dana tersebut dikelola Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan disalurkan kepada Pemerintah Provinsi Kalbar melalui Bentang Kalimantan Tangguh (BKT).
Mewakili Direktur Bentang Kalimantan Tangguh, Khairuddin Zacky mengatakan, penyerahan peralatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata dalam memperkuat kesiapsiagaan petugas di lapangan.
“Kerja sama dan sinergi antara DLHK Provinsi Kalbar, BKT, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci menjaga kelestarian hutan dan lingkungan Kalimantan Barat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem DLHK Kalbar Hairil Anwar menyebut Kalimantan Barat berhasil mencatatkan penurunan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.
Capaian tersebut menjadi salah satu dasar diperolehnya dukungan pendanaan untuk berbagai program perubahan iklim, termasuk pengadaan mesin pemadam kebakaran. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini