Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 04 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kalimantan Barat mendorong peningkatan peran perempuan penyandang disabilitas dalam menghadapi isu perubahan iklim melalui penguatan kapasitas kepemimpinan.
Upaya tersebut dilakukan melalui Lokakarya Kepemimpinan Perempuan Penyandang Disabilitas bertajuk “Mewujudkan Aksi Iklim yang Inklusif dan Berkeadilan Gender” yang digelar di Hotel Orchadz Pontianak, Senin (3/8/2026).
Kegiatan yang didukung The Asia Foundation melalui Program IN-CLIMATE (Inclusive Climate Action) tersebut diikuti 79 peserta, termasuk sembilan penyandang disabilitas muda dari berbagai ragam disabilitas, seperti tuli, daksa, netra, intelektual, dan rungu.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat Sefpri Kurniadi yang mewakili Gubernur Kalbar, Ketua Umum HWDI Pusat Revita Alvi, serta perwakilan The Asia Foundation Siti Adijatiningsih.
Dalam sambutan Gubernur Kalbar yang dibacakan Sefpri Kurniadi, Pemerintah Provinsi Kalbar mengapresiasi inisiatif HWDI dan The Asia Foundation yang dinilai membuka ruang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk terlibat dalam isu perubahan iklim.
“Setiap manusia diciptakan dengan potensi luar biasa yang beragam. Penyandang disabilitas bukan sekadar kelompok penerima manfaat, melainkan subjek dan aktor penting pembangunan yang memiliki peran, pengalaman, serta kapasitas kepemimpinan yang sangat bernilai,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah berkomitmen mendorong kesetaraan di berbagai sektor, termasuk dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Ia juga mengajak penyandang disabilitas untuk terus mengembangkan potensi diri dan tidak ragu mengambil peran sebagai pemimpin.
“Suara dan kontribusi Anda sekalian sangat berarti bagi kemajuan daerah ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua HWDI Kalbar Linda Fardini mengatakan, lokakarya tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep disabilitas berbasis hak asasi manusia serta prinsip-prinsip inklusi.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai hubungan antara krisis iklim, isu gender, dan disabilitas, termasuk pentingnya penyediaan akomodasi yang layak dalam pelayanan publik maupun berbagai kegiatan.
“Kami juga ingin mendorong komitmen peserta agar mampu mengintegrasikan perspektif disabilitas dalam kebijakan dan program aksi iklim di institusinya masing-masing,” ujar Linda.
Ia menjelaskan, melalui Program IN-CLIMATE, HWDI bersama The Asia Foundation telah menyusun Modul Pengembangan Kapasitas Disabilitas Inklusif dalam Aksi Iklim.
Modul tersebut disusun melalui proses kajian, konsultasi, hingga pelatihan bagi calon fasilitator dari berbagai ragam disabilitas.
Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pemangku kepentingan dalam mengidentifikasi hambatan yang dihadapi penyandang disabilitas, menyediakan akomodasi yang layak, menerapkan etika interaksi yang tepat, serta memasukkan perspektif disabilitas dalam setiap kebijakan maupun program aksi iklim.
HWDI berharap semakin banyak perempuan penyandang disabilitas yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan dan menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim secara inklusif serta berkeadilan. (Lid)
KALBARONLINE.com – Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Kalimantan Barat mendorong peningkatan peran perempuan penyandang disabilitas dalam menghadapi isu perubahan iklim melalui penguatan kapasitas kepemimpinan.
Upaya tersebut dilakukan melalui Lokakarya Kepemimpinan Perempuan Penyandang Disabilitas bertajuk “Mewujudkan Aksi Iklim yang Inklusif dan Berkeadilan Gender” yang digelar di Hotel Orchadz Pontianak, Senin (3/8/2026).
Kegiatan yang didukung The Asia Foundation melalui Program IN-CLIMATE (Inclusive Climate Action) tersebut diikuti 79 peserta, termasuk sembilan penyandang disabilitas muda dari berbagai ragam disabilitas, seperti tuli, daksa, netra, intelektual, dan rungu.
Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat Sefpri Kurniadi yang mewakili Gubernur Kalbar, Ketua Umum HWDI Pusat Revita Alvi, serta perwakilan The Asia Foundation Siti Adijatiningsih.
Dalam sambutan Gubernur Kalbar yang dibacakan Sefpri Kurniadi, Pemerintah Provinsi Kalbar mengapresiasi inisiatif HWDI dan The Asia Foundation yang dinilai membuka ruang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk terlibat dalam isu perubahan iklim.
“Setiap manusia diciptakan dengan potensi luar biasa yang beragam. Penyandang disabilitas bukan sekadar kelompok penerima manfaat, melainkan subjek dan aktor penting pembangunan yang memiliki peran, pengalaman, serta kapasitas kepemimpinan yang sangat bernilai,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah berkomitmen mendorong kesetaraan di berbagai sektor, termasuk dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.
Ia juga mengajak penyandang disabilitas untuk terus mengembangkan potensi diri dan tidak ragu mengambil peran sebagai pemimpin.
“Suara dan kontribusi Anda sekalian sangat berarti bagi kemajuan daerah ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua HWDI Kalbar Linda Fardini mengatakan, lokakarya tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai konsep disabilitas berbasis hak asasi manusia serta prinsip-prinsip inklusi.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai hubungan antara krisis iklim, isu gender, dan disabilitas, termasuk pentingnya penyediaan akomodasi yang layak dalam pelayanan publik maupun berbagai kegiatan.
“Kami juga ingin mendorong komitmen peserta agar mampu mengintegrasikan perspektif disabilitas dalam kebijakan dan program aksi iklim di institusinya masing-masing,” ujar Linda.
Ia menjelaskan, melalui Program IN-CLIMATE, HWDI bersama The Asia Foundation telah menyusun Modul Pengembangan Kapasitas Disabilitas Inklusif dalam Aksi Iklim.
Modul tersebut disusun melalui proses kajian, konsultasi, hingga pelatihan bagi calon fasilitator dari berbagai ragam disabilitas.
Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas pemangku kepentingan dalam mengidentifikasi hambatan yang dihadapi penyandang disabilitas, menyediakan akomodasi yang layak, menerapkan etika interaksi yang tepat, serta memasukkan perspektif disabilitas dalam setiap kebijakan maupun program aksi iklim.
HWDI berharap semakin banyak perempuan penyandang disabilitas yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan dan menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim secara inklusif serta berkeadilan. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini