Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 04 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harisson menyebut masih terdapat sekitar 139 ribu penduduk Kalbar yang belum memiliki pekerjaan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus mendorong penciptaan lapangan kerja, salah satunya melalui penguatan program pemagangan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Hal itu disampaikan Harisson saat melepas tenaga kerja dan peserta pemagangan gelombang I hasil kerja sama DPW Forum Komunikasi PKBM Kalbar dengan PT Agrinas Palma Nusantara di Pontianak, Selasa (4/8/2026).
Harisson mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Februari 2026 masih terdapat sekitar 139 ribu orang atau 4,57 persen dari total angkatan kerja di Kalimantan Barat yang belum memperoleh pekerjaan.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Februari 2026 masih terdapat sekitar 139 ribu orang atau 4,57 persen dari total angkatan kerja yang belum memperoleh pekerjaan. Ini menjadi pengingat bahwa penciptaan lapangan kerja harus terus ditingkatkan,” kata Harisson.
Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar semakin banyak peluang kerja yang tercipta.
Harisson menilai program pemagangan menjadi salah satu jembatan penting antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.
Melalui program tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga dibekali keterampilan, kedisiplinan, serta budaya kerja yang dibutuhkan perusahaan.
“Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman nyata sehingga memiliki bekal yang lebih kuat untuk membangun karier di masa depan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih tingginya jumlah tenaga kerja yang berada di sektor informal dibandingkan sektor formal.
Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi faktor penting agar masyarakat Kalbar memiliki daya saing lebih kuat dalam menghadapi persaingan dunia kerja.
Menurut Harisson, perusahaan saat ini tidak hanya melihat latar belakang pendidikan atau ijazah calon pekerja, tetapi juga mempertimbangkan berbagai kemampuan lain.
Mulai dari kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, kemauan belajar, hingga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Kepada para peserta magang, Harisson berpesan agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan dan membangun karakter profesional.
“Hari ini adalah awal perjalanan kalian memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Bekerja bukan hanya mencari penghasilan, tetapi juga membangun karakter, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” katanya.
Ia berharap kerja sama antara DPW Forum Komunikasi PKBM Kalbar dan PT Agrinas Palma Nusantara dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat Kalbar mendapatkan kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kompetensi.
“Kami ingin semakin banyak generasi muda Kalbar memiliki daya saing dan mampu menjadi tenaga kerja profesional. Karena itu, kemitraan seperti ini harus terus diperluas,” tutup Harisson. (Lid)
KALBARONLINE.com – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat Harisson menyebut masih terdapat sekitar 139 ribu penduduk Kalbar yang belum memiliki pekerjaan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus mendorong penciptaan lapangan kerja, salah satunya melalui penguatan program pemagangan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
Hal itu disampaikan Harisson saat melepas tenaga kerja dan peserta pemagangan gelombang I hasil kerja sama DPW Forum Komunikasi PKBM Kalbar dengan PT Agrinas Palma Nusantara di Pontianak, Selasa (4/8/2026).
Harisson mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Februari 2026 masih terdapat sekitar 139 ribu orang atau 4,57 persen dari total angkatan kerja di Kalimantan Barat yang belum memperoleh pekerjaan.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pada Februari 2026 masih terdapat sekitar 139 ribu orang atau 4,57 persen dari total angkatan kerja yang belum memperoleh pekerjaan. Ini menjadi pengingat bahwa penciptaan lapangan kerja harus terus ditingkatkan,” kata Harisson.
Menurutnya, persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar semakin banyak peluang kerja yang tercipta.
Harisson menilai program pemagangan menjadi salah satu jembatan penting antara dunia pendidikan dengan kebutuhan industri.
Melalui program tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman kerja, tetapi juga dibekali keterampilan, kedisiplinan, serta budaya kerja yang dibutuhkan perusahaan.
“Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman nyata sehingga memiliki bekal yang lebih kuat untuk membangun karier di masa depan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti masih tingginya jumlah tenaga kerja yang berada di sektor informal dibandingkan sektor formal.
Karena itu, peningkatan kompetensi menjadi faktor penting agar masyarakat Kalbar memiliki daya saing lebih kuat dalam menghadapi persaingan dunia kerja.
Menurut Harisson, perusahaan saat ini tidak hanya melihat latar belakang pendidikan atau ijazah calon pekerja, tetapi juga mempertimbangkan berbagai kemampuan lain.
Mulai dari kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, kemauan belajar, hingga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Kepada para peserta magang, Harisson berpesan agar memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kemampuan dan membangun karakter profesional.
“Hari ini adalah awal perjalanan kalian memasuki dunia kerja yang sesungguhnya. Bekerja bukan hanya mencari penghasilan, tetapi juga membangun karakter, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” katanya.
Ia berharap kerja sama antara DPW Forum Komunikasi PKBM Kalbar dan PT Agrinas Palma Nusantara dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat Kalbar mendapatkan kesempatan kerja sekaligus meningkatkan kompetensi.
“Kami ingin semakin banyak generasi muda Kalbar memiliki daya saing dan mampu menjadi tenaga kerja profesional. Karena itu, kemitraan seperti ini harus terus diperluas,” tutup Harisson. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini