Kapuas Hulu    

Mengenang Jejak Perjuangan Kemerdekaan dari Bumi Uncak Kapuas, Mengenalkan Tokoh Pejuang Kapuas Hulu

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 04 August 2026
Mengenang Jejak Perjuangan Kemerdekaan dari Bumi Uncak Kapuas, Mengenalkan Tokoh Pejuang Kapuas Hulu
Meriam peninggalan Belanda di Kapuas Hulu (Foto: Haq/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kapuas Hulu menjadi bagian penting yang perlu terus dikenalkan kepada generasi penerus bangsa.

Dari Bumi Uncak Kapuas, sejumlah tokoh tercatat memiliki peran dalam perjuangan melawan kolonial Belanda maupun tentara Jepang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Catatan sejarah ini menjadi edukasi dan literasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar mengenal kembali tokoh-tokoh pejuang asal Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.

Tokoh pejuang kemerdekaan RI dari Putussibau yang dikenal dalam sejarah perjuangan tersebut adalah Jeranding Abdurrahman dan J.C. Oevaang Oeray.

Selain tokoh perjuangan tersebut, terdapat pula sejumlah nama pejuang asal Putussibau yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang dalam tragedi Mandor.

Mereka adalah Ahmad Dogom (Demang), Achmad Diponegoro (Kepala Rumah Sakit Putussibau), Sunarjo Martowardoyo (Pegawai Rumah Sakit), J. David (Eks Kapten KNIL), Speek Spieder (Eks Sersan Mayor KNIL), Burger (Pegawai), Cortleven (Eks Kontrolir), H.C. Van der Woerd (Eks Kontrolir), Kamerling (Eks KNIL), Raden Roro (Ibu rumah tangga), dan Raden Ajoe (Ibu rumah tangga).

Selain kisah perjuangan para tokoh, jejak sejarah kolonial juga masih dapat ditemukan di Putussibau.

Beberapa peninggalan masa kolonial Belanda yang masih dikenal hingga saat ini antara lain, rumah jabatan dinas Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, lapangan Ahmad Yani yang kini menjadi kawasan Waterfront Putussibau, dan dua buah meriam bertuliskan VOC yang berada di Kantor Bupati Kapuas Hulu Gedung Satap.

Peninggalan sejarah tersebut menjadi pengingat perjalanan panjang Kapuas Hulu dalam dinamika perjuangan bangsa Indonesia.

Melalui pengenalan sejarah lokal, generasi muda diharapkan tidak hanya mengetahui sejarah nasional, tetapi juga memahami bahwa daerah mereka memiliki tokoh dan peristiwa penting dalam perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia. (Haq)

Artikel Selanjutnya
139 Ribu Warga Kalbar Masih Menganggur, Sekda Dorong Perluasan Program Magang
Tuesday, 04 August 2026
Artikel Sebelumnya
Sekda Melawi Tegaskan Zero Tolerance, ASN Diminta Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik
Tuesday, 04 August 2026

Berita terkait