Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 04 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kapuas Hulu menjadi bagian penting yang perlu terus dikenalkan kepada generasi penerus bangsa.
Dari Bumi Uncak Kapuas, sejumlah tokoh tercatat memiliki peran dalam perjuangan melawan kolonial Belanda maupun tentara Jepang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Catatan sejarah ini menjadi edukasi dan literasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar mengenal kembali tokoh-tokoh pejuang asal Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Tokoh pejuang kemerdekaan RI dari Putussibau yang dikenal dalam sejarah perjuangan tersebut adalah Jeranding Abdurrahman dan J.C. Oevaang Oeray.
Selain tokoh perjuangan tersebut, terdapat pula sejumlah nama pejuang asal Putussibau yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang dalam tragedi Mandor.
Mereka adalah Ahmad Dogom (Demang), Achmad Diponegoro (Kepala Rumah Sakit Putussibau), Sunarjo Martowardoyo (Pegawai Rumah Sakit), J. David (Eks Kapten KNIL), Speek Spieder (Eks Sersan Mayor KNIL), Burger (Pegawai), Cortleven (Eks Kontrolir), H.C. Van der Woerd (Eks Kontrolir), Kamerling (Eks KNIL), Raden Roro (Ibu rumah tangga), dan Raden Ajoe (Ibu rumah tangga).
Selain kisah perjuangan para tokoh, jejak sejarah kolonial juga masih dapat ditemukan di Putussibau.
Beberapa peninggalan masa kolonial Belanda yang masih dikenal hingga saat ini antara lain, rumah jabatan dinas Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, lapangan Ahmad Yani yang kini menjadi kawasan Waterfront Putussibau, dan dua buah meriam bertuliskan VOC yang berada di Kantor Bupati Kapuas Hulu Gedung Satap.
Peninggalan sejarah tersebut menjadi pengingat perjalanan panjang Kapuas Hulu dalam dinamika perjuangan bangsa Indonesia.
Melalui pengenalan sejarah lokal, generasi muda diharapkan tidak hanya mengetahui sejarah nasional, tetapi juga memahami bahwa daerah mereka memiliki tokoh dan peristiwa penting dalam perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia. (Haq)
KALBARONLINE.com – Sejarah perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kapuas Hulu menjadi bagian penting yang perlu terus dikenalkan kepada generasi penerus bangsa.
Dari Bumi Uncak Kapuas, sejumlah tokoh tercatat memiliki peran dalam perjuangan melawan kolonial Belanda maupun tentara Jepang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Catatan sejarah ini menjadi edukasi dan literasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar mengenal kembali tokoh-tokoh pejuang asal Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat.
Tokoh pejuang kemerdekaan RI dari Putussibau yang dikenal dalam sejarah perjuangan tersebut adalah Jeranding Abdurrahman dan J.C. Oevaang Oeray.
Selain tokoh perjuangan tersebut, terdapat pula sejumlah nama pejuang asal Putussibau yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang dalam tragedi Mandor.
Mereka adalah Ahmad Dogom (Demang), Achmad Diponegoro (Kepala Rumah Sakit Putussibau), Sunarjo Martowardoyo (Pegawai Rumah Sakit), J. David (Eks Kapten KNIL), Speek Spieder (Eks Sersan Mayor KNIL), Burger (Pegawai), Cortleven (Eks Kontrolir), H.C. Van der Woerd (Eks Kontrolir), Kamerling (Eks KNIL), Raden Roro (Ibu rumah tangga), dan Raden Ajoe (Ibu rumah tangga).
Selain kisah perjuangan para tokoh, jejak sejarah kolonial juga masih dapat ditemukan di Putussibau.
Beberapa peninggalan masa kolonial Belanda yang masih dikenal hingga saat ini antara lain, rumah jabatan dinas Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, lapangan Ahmad Yani yang kini menjadi kawasan Waterfront Putussibau, dan dua buah meriam bertuliskan VOC yang berada di Kantor Bupati Kapuas Hulu Gedung Satap.
Peninggalan sejarah tersebut menjadi pengingat perjalanan panjang Kapuas Hulu dalam dinamika perjuangan bangsa Indonesia.
Melalui pengenalan sejarah lokal, generasi muda diharapkan tidak hanya mengetahui sejarah nasional, tetapi juga memahami bahwa daerah mereka memiliki tokoh dan peristiwa penting dalam perjalanan kemerdekaan Republik Indonesia. (Haq)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini