Kapuas Hulu    

Jelang HUT ke-81 RI, Ini Bukan Fiksi, Tapi Fakta Sejarah dari Bumi Uncak Kapuas

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Sunday, 16 August 2026
Jelang HUT ke-81 RI, Ini Bukan Fiksi, Tapi Fakta Sejarah dari Bumi Uncak Kapuas
ilustrasi
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang jatuh pada 17 Agustus 2026, penting untuk kembali mengenang para cendekiawan, tokoh pejuang dan pahlawan kemerdekaan dari Bumi Uncak Kapuas, Kabupaten Kapuas Hulu.

Tulisan ini menjadi bagian dari edukasi agar seluruh komponen bangsa mengenal dan mengetahui nama-nama tokoh pejuang serta pahlawan kemerdekaan dari Kabupaten Kapuas Hulu. Jasa dan perjuangan mereka menjadi bagian dari sejarah yang patut dihargai dan dihormati.

Ini bukan fiksi, melainkan catatan sejarah yang perlu dikenang oleh generasi penerus sebagai bagian dari upaya menjaga semangat dan cita-cita para pejuang kemerdekaan.

Berikut nama-nama tokoh pejuang dan pahlawan kemerdekaan dari Kabupaten Kapuas Hulu, Bumi Uncak Kapuas:

  1. Jeranding Abdurrahman, yang berhasil lolos dari pencarian tentara Jepang.
  2. Nasran Landung, pembawa bendera Merah Putih yang disembunyikan di balik bajunya dan dibawa dari Benua Martinus hingga ke Kerangan Siset, Kampung Prajurit, Kelurahan Hilir Kantor, Putussibau. Ia berhasil lolos dari pencarian tentara Jepang.
  3. J.C. Oevang Oeray, tokoh pejuang, politikus serta guru.
  4. Ahmad Dogom Siregar, Demang yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang di Mandor.
  5. Dr. Achmad Diponegoro, Kepala Rumah Sakit Putussibau yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang di Mandor.
  6. Sunarjo Martowardoyo, pegawai rumah sakit yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang di Mandor.
  7. J. David, mantan Kapten KNIL yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang di Mandor.
  8. Speek Spieder, mantan Sersan Mayor KNIL yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang di Mandor.
  9. Burger, pegawai yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang di Mandor.
  10. Cortleven, mantan Kontrolir yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang di Mandor.
  11. H.C. Van Der Woerd, mantan Kontrolir yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang di Mandor.
  12. Kamerling, mantan anggota KNIL yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang di Mandor.
  13. Raden Roro, ibu rumah tangga yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang di Mandor.
  14. Raden Ajое, ibu rumah tangga yang menjadi korban kekejaman tentara Jepang di Mandor.

Selain nama-nama tokoh tersebut, sejumlah peninggalan sejarah dari masa kolonial Belanda juga masih terdapat di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu.

Beberapa di antaranya yakni:

  1. Rumah Dinas Jabatan Bupati Kabupaten Kapuas Hulu.
  2. Lapangan Ahmad Yani yang kini menjadi kawasan Waterfront Putussibau.
  3. SDN 1 Putussibau.
  4. Dua buah meriam bertuliskan VOC.

Berbagai nama tokoh dan peninggalan sejarah tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Kabupaten Kapuas Hulu. Mengenang sejarah bukan sekadar melihat masa lalu, tetapi juga menjadi cara untuk menghargai perjuangan para pendahulu dan meneruskan semangat mereka kepada generasi berikutnya. (Haq)

Artikel Selanjutnya
Dirut PLN Kawal Langsung Kelistrikan Nasional Jelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI dari Posko NTT
Sunday, 16 August 2026
Artikel Sebelumnya
Monitoring Karhutla di Mentebah, Petugas Gabungan Terkendala Akses Jalan ke Lokasi
Sunday, 16 August 2026

Berita terkait