Pontianak    

Penumpang DAMRI di Kalbar Turun hingga 40 Persen akibat Kabut Asap Karhutla

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Monday, 19 October 2026
Penumpang DAMRI di Kalbar Turun hingga 40 Persen akibat Kabut Asap Karhutla
Kabut asap karhutla menekan permintaan perjalanan DAMRI di Kalbar hingga 40 persen, terutama pada layanan antarkota dalam provinsi (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) berdampak pada sektor transportasi darat. DAMRI Cabang Pontianak mencatat penurunan permintaan perjalanan hingga 30–40 persen, terutama pada layanan Angkutan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP).

General Manager DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, mengatakan penurunan permintaan paling terasa pada Agustus hingga September 2026. Menurutnya, karhutla tahun ini cukup besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sehingga turut memengaruhi mobilitas masyarakat.

“Kalau kami melihat, momen karhutla tahun 2026 ini cukup besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga kami melihat penurunan permintaan pelanggan itu terjadi, khususnya pada Agustus-September, yang cukup tinggi,” ujarnya.

Sejumlah rute AKDP yang terdampak antara lain perjalanan menuju Sintang, Nanga Pinoh, Putussibau, dan Sambas. Permintaan perjalanan pada rute-rute tersebut menurun seiring berkurangnya aktivitas masyarakat selama kabut asap melanda.

Bukhari menyebutkan, salah satu faktor yang diduga memengaruhi penurunan tersebut adalah pembatasan aktivitas akibat memburuknya kualitas udara. Sejumlah sekolah dan kampus diliburkan, sementara kegiatan di luar ruangan juga dibatasi.

“Sekolah-sekolah banyak diliburkan, kampus juga libur, kegiatan-kegiatan outdoor juga dibatasi. Jadi, barangkali itu juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan mobilisasi masyarakat berkurang,” katanya.

Meski permintaan perjalanan menurun, Bukhari memastikan operasional DAMRI pada rute yang dilayani secara umum tidak mengalami gangguan berarti akibat kabut asap.

“Kalau untuk kegiatan operasional, kaitan dengan rute lintasan secara keseluruhan memang tidak ada gangguan,” jelasnya.

Untuk menjaga minat pelanggan, DAMRI berupaya memberikan promosi agar masyarakat tetap menggunakan layanan angkutan darat. Perusahaan juga membagikan masker kepada penumpang sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi udara yang terdampak kabut asap.

“Kami juga berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan promosi kepada masyarakat agar pelanggan tetap dapat bepergian,” ujar Bukhari.

Penurunan permintaan perjalanan hingga 40 persen tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan pada sektor kesehatan dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga transportasi. Berkurangnya mobilitas masyarakat turut memengaruhi kebutuhan perjalanan antarkota di Kalbar. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Lewat Monolog Merah Jam Dua, Bayyaya’ Art Connection Suarakan Duka Korban Karhutla Kalbar
Monday, 19 October 2026
Artikel Sebelumnya
Fenomena Air Sungai Kapuas Tampak Terbelah Dua Warna, Akademisi Untan Jelaskan Penyebabnya
Monday, 19 October 2026

Berita terkait