Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 19 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) berdampak pada sektor transportasi darat. DAMRI Cabang Pontianak mencatat penurunan permintaan perjalanan hingga 30–40 persen, terutama pada layanan Angkutan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP).
General Manager DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, mengatakan penurunan permintaan paling terasa pada Agustus hingga September 2026. Menurutnya, karhutla tahun ini cukup besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sehingga turut memengaruhi mobilitas masyarakat.
“Kalau kami melihat, momen karhutla tahun 2026 ini cukup besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga kami melihat penurunan permintaan pelanggan itu terjadi, khususnya pada Agustus-September, yang cukup tinggi,” ujarnya.
Sejumlah rute AKDP yang terdampak antara lain perjalanan menuju Sintang, Nanga Pinoh, Putussibau, dan Sambas. Permintaan perjalanan pada rute-rute tersebut menurun seiring berkurangnya aktivitas masyarakat selama kabut asap melanda.
Bukhari menyebutkan, salah satu faktor yang diduga memengaruhi penurunan tersebut adalah pembatasan aktivitas akibat memburuknya kualitas udara. Sejumlah sekolah dan kampus diliburkan, sementara kegiatan di luar ruangan juga dibatasi.
“Sekolah-sekolah banyak diliburkan, kampus juga libur, kegiatan-kegiatan outdoor juga dibatasi. Jadi, barangkali itu juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan mobilisasi masyarakat berkurang,” katanya.
Meski permintaan perjalanan menurun, Bukhari memastikan operasional DAMRI pada rute yang dilayani secara umum tidak mengalami gangguan berarti akibat kabut asap.
“Kalau untuk kegiatan operasional, kaitan dengan rute lintasan secara keseluruhan memang tidak ada gangguan,” jelasnya.
Untuk menjaga minat pelanggan, DAMRI berupaya memberikan promosi agar masyarakat tetap menggunakan layanan angkutan darat. Perusahaan juga membagikan masker kepada penumpang sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi udara yang terdampak kabut asap.
“Kami juga berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan promosi kepada masyarakat agar pelanggan tetap dapat bepergian,” ujar Bukhari.
Penurunan permintaan perjalanan hingga 40 persen tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan pada sektor kesehatan dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga transportasi. Berkurangnya mobilitas masyarakat turut memengaruhi kebutuhan perjalanan antarkota di Kalbar. (Lid)
KALBARONLINE.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) berdampak pada sektor transportasi darat. DAMRI Cabang Pontianak mencatat penurunan permintaan perjalanan hingga 30–40 persen, terutama pada layanan Angkutan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP).
General Manager DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, mengatakan penurunan permintaan paling terasa pada Agustus hingga September 2026. Menurutnya, karhutla tahun ini cukup besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sehingga turut memengaruhi mobilitas masyarakat.
“Kalau kami melihat, momen karhutla tahun 2026 ini cukup besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga kami melihat penurunan permintaan pelanggan itu terjadi, khususnya pada Agustus-September, yang cukup tinggi,” ujarnya.
Sejumlah rute AKDP yang terdampak antara lain perjalanan menuju Sintang, Nanga Pinoh, Putussibau, dan Sambas. Permintaan perjalanan pada rute-rute tersebut menurun seiring berkurangnya aktivitas masyarakat selama kabut asap melanda.
Bukhari menyebutkan, salah satu faktor yang diduga memengaruhi penurunan tersebut adalah pembatasan aktivitas akibat memburuknya kualitas udara. Sejumlah sekolah dan kampus diliburkan, sementara kegiatan di luar ruangan juga dibatasi.
“Sekolah-sekolah banyak diliburkan, kampus juga libur, kegiatan-kegiatan outdoor juga dibatasi. Jadi, barangkali itu juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan mobilisasi masyarakat berkurang,” katanya.
Meski permintaan perjalanan menurun, Bukhari memastikan operasional DAMRI pada rute yang dilayani secara umum tidak mengalami gangguan berarti akibat kabut asap.
“Kalau untuk kegiatan operasional, kaitan dengan rute lintasan secara keseluruhan memang tidak ada gangguan,” jelasnya.
Untuk menjaga minat pelanggan, DAMRI berupaya memberikan promosi agar masyarakat tetap menggunakan layanan angkutan darat. Perusahaan juga membagikan masker kepada penumpang sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi udara yang terdampak kabut asap.
“Kami juga berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan promosi kepada masyarakat agar pelanggan tetap dapat bepergian,” ujar Bukhari.
Penurunan permintaan perjalanan hingga 40 persen tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan pada sektor kesehatan dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga transportasi. Berkurangnya mobilitas masyarakat turut memengaruhi kebutuhan perjalanan antarkota di Kalbar. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini