Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
damri
Penumpang DAMRI di Kalbar Turun hingga 40 Persen akibat Kabut Asap Karhutla
Penumpang DAMRI di Kalbar Turun hingga 40 Persen akibat Kabut Asap Karhutla
Monday, 19/10/2026

KALBARONLINE.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar) berdampak pada sektor transportasi darat. DAMRI Cabang Pontianak mencatat penurunan permintaan perjalanan hingga 30–40 persen, terutama pada layanan Angkutan Antarkota Dalam Provinsi (AKDP).

General Manager DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, mengatakan penurunan permintaan paling terasa pada Agustus hingga September 2026. Menurutnya, karhutla tahun ini cukup besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sehingga turut memengaruhi mobilitas masyarakat.

“Kalau kami melihat, momen karhutla tahun 2026 ini cukup besar dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Sehingga kami melihat penurunan permintaan pelanggan itu terjadi, khususnya pada Agustus-September, yang cukup tinggi,” ujarnya.

Sejumlah rute AKDP yang terdampak antara lain perjalanan menuju Sintang, Nanga Pinoh, Putussibau, dan Sambas. Permintaan perjalanan pada rute-rute tersebut menurun seiring berkurangnya aktivitas masyarakat selama kabut asap melanda.

Bukhari menyebutkan, salah satu faktor yang diduga memengaruhi penurunan tersebut adalah pembatasan aktivitas akibat memburuknya kualitas udara. Sejumlah sekolah dan kampus diliburkan, sementara kegiatan di luar ruangan juga dibatasi.

“Sekolah-sekolah banyak diliburkan, kampus juga libur, kegiatan-kegiatan outdoor juga dibatasi. Jadi, barangkali itu juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan mobilisasi masyarakat berkurang,” katanya.

Meski permintaan perjalanan menurun, Bukhari memastikan operasional DAMRI pada rute yang dilayani secara umum tidak mengalami gangguan berarti akibat kabut asap.

“Kalau untuk kegiatan operasional, kaitan dengan rute lintasan secara keseluruhan memang tidak ada gangguan,” jelasnya.

Untuk menjaga minat pelanggan, DAMRI berupaya memberikan promosi agar masyarakat tetap menggunakan layanan angkutan darat. Perusahaan juga membagikan masker kepada penumpang sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi udara yang terdampak kabut asap.

“Kami juga berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan promosi kepada masyarakat agar pelanggan tetap dapat bepergian,” ujar Bukhari.

Penurunan permintaan perjalanan hingga 40 persen tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak hanya dirasakan pada sektor kesehatan dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga transportasi. Berkurangnya mobilitas masyarakat turut memengaruhi kebutuhan perjalanan antarkota di Kalbar. (Lid)

DAMRI Buka Rute Bus Putussibau–Kuching, Berangkat Setiap Hari dengan Tarif Promosi Rp400 Ribu
DAMRI Buka Rute Bus Putussibau–Kuching, Berangkat Setiap Hari dengan Tarif Promosi Rp400 Ribu
Sunday, 11/10/2026

KALBARONLINE.com – Warga Kalimantan Barat kini memiliki pilihan baru untuk bepergian ke Malaysia. Perum DAMRI resmi membuka layanan bus Antar Lintas Batas Negara (ALBN) rute Putussibau–Kuching melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, dan Border Lubok Antu, Sarawak.

Layanan tersebut mulai beroperasi pada 7 Oktober 2026. Selain mempermudah perjalanan masyarakat menuju Malaysia, rute baru ini diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan.

General Manager DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, mengatakan pembukaan rute tersebut merupakan upaya memperluas konektivitas transportasi antara Kalimantan Barat dan Sarawak.

“Rute ALBN Putussibau–Kuching ini dibuka sebagai bentuk komitmen DAMRI menghadirkan konektivitas angkutan, khususnya di kawasan perbatasan lintas negara,” ujarnya.

Menurut Ahmad, layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari urusan keluarga, pendidikan, pekerjaan, perdagangan hingga wisata.

Pembukaan rute tersebut juga merupakan tindak lanjut kerja sama dalam forum Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (Sosek Malindo), khususnya di bidang ekonomi, perdagangan, dan perhubungan.

Bus DAMRI rute Putussibau–Kuching dijadwalkan berangkat setiap hari. Bus dari Terminal Kedamin, Putussibau, berangkat pukul 07.00 WIB. Sementara itu, keberangkatan dari Terminal Kuching Sentral dijadwalkan pukul 07.30 waktu setempat.

Layanan ini menggunakan armada kelas eksekutif dengan sistem back to back, yakni perjalanan lintas negara yang menggunakan mekanisme transit bus di kawasan perbatasan.

Penumpang dari Putussibau akan menaiki bus menuju PLBN Badau. Setelah melewati kawasan perbatasan, perjalanan dilanjutkan menggunakan bus mitra operator Malaysia, Bus Asia Biaramas, hingga Terminal Kuching Sentral.

Rute perjalanan tersebut melewati PLBN Badau di Indonesia dan Border Lubok Antu di Sarawak, dengan mengikuti ketentuan yang berlaku.

Untuk menarik minat masyarakat, DAMRI menawarkan tarif promosi sebesar Rp400 ribu per orang atau RM95.

Tiket dapat dibeli melalui aplikasi DAMRI Apps, situs resmi DAMRI, serta platform perjalanan daring yang bekerja sama, termasuk Traveloka. Pembelian juga tersedia secara langsung di Terminal Kedamin, Putussibau, Terminal Kuching Sentral, dan agen DAMRI yang telah ditunjuk.

Ahmad berharap layanan tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Menurutnya, kemudahan akses transportasi berpotensi membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.

Sejumlah sektor yang berpotensi merasakan dampaknya antara lain usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan, kuliner, akomodasi, serta pariwisata.

DAMRI juga memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi perhatian utama. Evaluasi layanan akan dilakukan secara berkala, mencakup kesiapan armada, kelaikan kendaraan, ketepatan waktu, jumlah penumpang, hingga respons pelanggan.

Ahmad menambahkan, operasional rute lintas negara ini membutuhkan koordinasi dengan pemerintah, otoritas perbatasan, instansi perhubungan, serta mitra operator di Malaysia.

Ia berharap rute Putussibau–Kuching tidak hanya menjadi alternatif transportasi baru, tetapi juga mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga di kawasan perbatasan. (Lid)

DAMRI Segera Operasikan Rute Putussibau–Kuching, Tinggal Rampungkan Administrasi dan Persiapan Teknis
DAMRI Segera Operasikan Rute Putussibau–Kuching, Tinggal Rampungkan Administrasi dan Persiapan Teknis
Wednesday, 05/08/2026

KALBARONLINE.com – Pembukaan layanan Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) rute Putussibau–Kuching semakin mendekati tahap operasional. Setelah mengantongi persetujuan dari Menteri Pengangkutan Sarawak, Datuk Sri Lee Kim Shin, serta dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, proses selanjutnya tinggal menyelesaikan administrasi dan kesiapan teknis di Indonesia maupun Malaysia.

General Manager Perum DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, mengatakan persetujuan tersebut menjadi tonggak penting dalam percepatan pembukaan layanan transportasi lintas negara yang akan dioperasikan menggunakan skema back to back antara DAMRI dari Indonesia dan PO Bus Asia Biaramas dari Malaysia.

“Persetujuan dari Menteri Pengangkutan Sarawak dan dukungan Pemprov Kalbar menjadi tahapan penting. Saat ini tinggal penyelesaian administrasi dan teknis sesuai ketentuan di Indonesia maupun Malaysia,” kata Ahmad.

Persetujuan tersebut diperoleh setelah kunjungan kerja bersama ke Border Lubok Antu, Sarawak, dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, pada 3 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung kesiapan infrastruktur, alur pelayanan lintas batas, hingga kesiapan operasional sebagai bagian dari persiapan sebelum rute resmi dibuka.

Kunjungan dipimpin Menteri Pengangkutan Sarawak, Datuk Sri Lee Kim Shin, bersama sejumlah instansi Malaysia, di antaranya Jabatan Kastam Diraja Malaysia, Jabatan Imigresen Malaysia, Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ), dan LPKP Sarawak.

Sementara dari Indonesia hadir perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Perhubungan Kalbar, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalbar, Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas Hulu, PLBN Badau, Imigrasi, Bea Cukai, Perum DAMRI, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Berdasarkan hasil peninjauan, Pemerintah Sarawak menyatakan mendukung penuh pembukaan rute Putussibau–Kuching dan berharap layanan tersebut segera beroperasi setelah seluruh persyaratan dipenuhi.

Ahmad menambahkan, seluruh pemangku kepentingan dari kedua negara juga telah berkomitmen mempercepat proses implementasi. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar seluruh aspek perizinan, keimigrasian, kepabeanan, keselamatan, hingga operasional dapat dipenuhi sebelum layanan diluncurkan.

Menurutnya, kehadiran rute ALBN Putussibau–Kuching akan memperkuat konektivitas transportasi antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di kawasan perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak.

“Selain mempermudah mobilitas masyarakat, rute ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, pariwisata, investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah,” ujarnya.

DAMRI, lanjut Ahmad, berkomitmen menuntaskan seluruh tahapan persiapan agar layanan ALBN Putussibau–Kuching dapat segera beroperasi dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Lid)

Rute Baru Bus Putussibau–Kuching Belum Beroperasi, Damri Masih Tunggu Izin Malaysia
Rute Baru Bus Putussibau–Kuching Belum Beroperasi, Damri Masih Tunggu Izin Malaysia
Sunday, 04/01/2026


KALBARONLINE.com – Rencana pembukaan rute Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) Putussibau–Kuching melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, hingga kini belum dapat dioperasionalkan. Perum Damri masih menunggu persetujuan resmi dari Pemerintah Malaysia untuk merealisasikan layanan lintas negara tersebut.

General Manager Perum Damri Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, mengatakan bahwa dari sisi Pemerintah Indonesia, rencana operasional rute Putussibau–Kuching telah mendapatkan persetujuan. Namun, perizinan dari pihak Malaysia masih dalam proses.

“Rute antarnegara Putussibau–Kuching via perbatasan Badau dan Lubuk Antu memang masih menunggu persetujuan dari pihak Malaysia. Jika sudah disetujui, insya Allah rute baru LBN Putussibau–Kuching akan segera beroperasi,” jelas Bukhari.

Untuk tahap awal operasional, Damri akan menerapkan skema yang sama seperti rute LBN Singkawang–Kuching, yakni sistem back to back atau transit bus. Perjalanan dari Putussibau menuju PLBN Badau akan dilayani oleh Damri, sementara rute dari Badau menuju Kuching akan dilayani oleh bus milik Malaysia Sarawak.

Menurut Bukhari, pembukaan rute ini merupakan bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi di Pulau Kalimantan, khususnya di wilayah perbatasan. Keberadaan angkutan lintas negara dinilai strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, serta interaksi sosial dan budaya masyarakat perbatasan.

“Dengan konektivitas yang kuat, terutama antarwilayah perbatasan, aktivitas ekonomi, perdagangan, dan sosial budaya bisa lebih hidup. Harapannya, pergerakan ekonomi juga semakin lancar,” ujarnya.

Dari sisi potensi pasar, Damri mengaku telah melakukan survei dan melihat peluang yang cukup besar jika rute tersebut segera dioperasionalkan. Karena itu, Damri berharap persetujuan dari Pemerintah Malaysia dapat segera diterbitkan agar layanan transportasi publik lintas negara di kawasan perbatasan Kalimantan Barat dapat terwujud.

“Mudah-mudahan persetujuan dari pemerintah Malaysia bisa segera diberikan, sehingga angkutan transportasi publik di kawasan perbatasan bisa segera tersedia,” pungkas Bukhari. (Lid)

Antisipasi Lonjakan Penumpang, Damri Pontianak Siapkan 68 Armada Siaga Nataru
Antisipasi Lonjakan Penumpang, Damri Pontianak Siapkan 68 Armada Siaga Nataru
Wednesday, 24/12/2025


KALBARONLINE.com – Perum Damri Cabang Pontianak memastikan kesiapan penuh menghadapi layanan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026. Sebanyak 68 unit armada berupa bus dan truk boks disiagakan untuk melayani 20 rute yang tersebar dalam lima segmen layanan, mulai dari angkutan antarnegara, AKDP, AKAP, logistik, pariwisata, hingga pemadu moda dan perintis ke wilayah pedalaman.

General Manager Perum Damri Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, menegaskan bahwa Damri siap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama libur akhir tahun.

“Damri siap melayani angkutan Nataru 2025–2026 dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan bagi pelanggan,” ujarnya, Senin (23/12/2025).

Menurutnya, keselamatan, kenyamanan dan pelayanan prima menjadi prioritas utama selama momentum liburan panjang ini.

“Keselamatan dan pelayanan adalah yang paling utama agar seluruh layanan berjalan optimal di jalur yang kami layani,” tegasnya.

Damri mencatat adanya lonjakan penumpang dibanding periode Nataru sebelumnya, terutama pada rute Pontianak–Sintang, Pontianak–Nanga Pinoh, Pontianak–Putussibau, dan Pontianak–Sambas. Untuk mengantisipasi peningkatan tersebut, Damri menyiapkan armada tambahan agar seluruh pelanggan tetap terlayani.

Lonjakan juga terjadi pada rute antarnegara seperti Singkawang–Kuching dan Pontianak–Kuching. Namun peningkatannya tidak sebesar tahun lalu karena kini tersedia alternatif transportasi udara.

Untuk memastikan keamanan perjalanan, seluruh armada telah menjalani ramp check internal meliputi mesin, rem, AC, kelistrikan hingga kesiapan teknis lainnya. Damri juga mengantisipasi potensi keterlambatan akibat cuaca ekstrem dan banjir dengan melakukan penyesuaian jadwal keberangkatan.

“Biasanya jadwal kami mundurkan 30 menit hingga satu jam agar pelanggan tidak terlalu lama menunggu,” jelas Ahmad.

Selain itu, Damri juga menghadirkan promo spesial Nataru berupa potongan harga tiket dan promo pembayaran QRIS melalui kanal resmi DAMRI. Koordinasi bersama Forkopimda, BMKG, dan Dinas Perhubungan terus dilakukan untuk memantau perkembangan cuaca serta memastikan operasional berjalan aman.

“Harapan kami, Nataru tahun ini berjalan aman, lancar, dan tanpa hambatan,” pungkasnya. (Lid)