Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 05 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Pembukaan layanan Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) rute Putussibau–Kuching semakin mendekati tahap operasional. Setelah mengantongi persetujuan dari Menteri Pengangkutan Sarawak, Datuk Sri Lee Kim Shin, serta dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, proses selanjutnya tinggal menyelesaikan administrasi dan kesiapan teknis di Indonesia maupun Malaysia.
General Manager Perum DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, mengatakan persetujuan tersebut menjadi tonggak penting dalam percepatan pembukaan layanan transportasi lintas negara yang akan dioperasikan menggunakan skema back to back antara DAMRI dari Indonesia dan PO Bus Asia Biaramas dari Malaysia.
“Persetujuan dari Menteri Pengangkutan Sarawak dan dukungan Pemprov Kalbar menjadi tahapan penting. Saat ini tinggal penyelesaian administrasi dan teknis sesuai ketentuan di Indonesia maupun Malaysia,” kata Ahmad.
Persetujuan tersebut diperoleh setelah kunjungan kerja bersama ke Border Lubok Antu, Sarawak, dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, pada 3 Agustus 2026.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung kesiapan infrastruktur, alur pelayanan lintas batas, hingga kesiapan operasional sebagai bagian dari persiapan sebelum rute resmi dibuka.
Kunjungan dipimpin Menteri Pengangkutan Sarawak, Datuk Sri Lee Kim Shin, bersama sejumlah instansi Malaysia, di antaranya Jabatan Kastam Diraja Malaysia, Jabatan Imigresen Malaysia, Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ), dan LPKP Sarawak.
Sementara dari Indonesia hadir perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Perhubungan Kalbar, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalbar, Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas Hulu, PLBN Badau, Imigrasi, Bea Cukai, Perum DAMRI, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Berdasarkan hasil peninjauan, Pemerintah Sarawak menyatakan mendukung penuh pembukaan rute Putussibau–Kuching dan berharap layanan tersebut segera beroperasi setelah seluruh persyaratan dipenuhi.
Ahmad menambahkan, seluruh pemangku kepentingan dari kedua negara juga telah berkomitmen mempercepat proses implementasi. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar seluruh aspek perizinan, keimigrasian, kepabeanan, keselamatan, hingga operasional dapat dipenuhi sebelum layanan diluncurkan.
Menurutnya, kehadiran rute ALBN Putussibau–Kuching akan memperkuat konektivitas transportasi antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di kawasan perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak.
“Selain mempermudah mobilitas masyarakat, rute ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, pariwisata, investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah,” ujarnya.
DAMRI, lanjut Ahmad, berkomitmen menuntaskan seluruh tahapan persiapan agar layanan ALBN Putussibau–Kuching dapat segera beroperasi dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Lid)
KALBARONLINE.com – Pembukaan layanan Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) rute Putussibau–Kuching semakin mendekati tahap operasional. Setelah mengantongi persetujuan dari Menteri Pengangkutan Sarawak, Datuk Sri Lee Kim Shin, serta dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, proses selanjutnya tinggal menyelesaikan administrasi dan kesiapan teknis di Indonesia maupun Malaysia.
General Manager Perum DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, mengatakan persetujuan tersebut menjadi tonggak penting dalam percepatan pembukaan layanan transportasi lintas negara yang akan dioperasikan menggunakan skema back to back antara DAMRI dari Indonesia dan PO Bus Asia Biaramas dari Malaysia.
“Persetujuan dari Menteri Pengangkutan Sarawak dan dukungan Pemprov Kalbar menjadi tahapan penting. Saat ini tinggal penyelesaian administrasi dan teknis sesuai ketentuan di Indonesia maupun Malaysia,” kata Ahmad.
Persetujuan tersebut diperoleh setelah kunjungan kerja bersama ke Border Lubok Antu, Sarawak, dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, pada 3 Agustus 2026.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung kesiapan infrastruktur, alur pelayanan lintas batas, hingga kesiapan operasional sebagai bagian dari persiapan sebelum rute resmi dibuka.
Kunjungan dipimpin Menteri Pengangkutan Sarawak, Datuk Sri Lee Kim Shin, bersama sejumlah instansi Malaysia, di antaranya Jabatan Kastam Diraja Malaysia, Jabatan Imigresen Malaysia, Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ), dan LPKP Sarawak.
Sementara dari Indonesia hadir perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Perhubungan Kalbar, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalbar, Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas Hulu, PLBN Badau, Imigrasi, Bea Cukai, Perum DAMRI, serta sejumlah instansi terkait lainnya.
Berdasarkan hasil peninjauan, Pemerintah Sarawak menyatakan mendukung penuh pembukaan rute Putussibau–Kuching dan berharap layanan tersebut segera beroperasi setelah seluruh persyaratan dipenuhi.
Ahmad menambahkan, seluruh pemangku kepentingan dari kedua negara juga telah berkomitmen mempercepat proses implementasi. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar seluruh aspek perizinan, keimigrasian, kepabeanan, keselamatan, hingga operasional dapat dipenuhi sebelum layanan diluncurkan.
Menurutnya, kehadiran rute ALBN Putussibau–Kuching akan memperkuat konektivitas transportasi antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di kawasan perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak.
“Selain mempermudah mobilitas masyarakat, rute ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, pariwisata, investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah,” ujarnya.
DAMRI, lanjut Ahmad, berkomitmen menuntaskan seluruh tahapan persiapan agar layanan ALBN Putussibau–Kuching dapat segera beroperasi dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini