Pontianak    

DAMRI Segera Operasikan Rute Putussibau–Kuching, Tinggal Rampungkan Administrasi dan Persiapan Teknis

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 05 August 2026
DAMRI Segera Operasikan Rute Putussibau–Kuching, Tinggal Rampungkan Administrasi dan Persiapan Teknis
DAMRI segera membuka rute Putussibau–Kuching setelah mendapat persetujuan Sarawak. Kini tinggal menyelesaikan administrasi (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Pembukaan layanan Angkutan Lintas Batas Negara (ALBN) rute Putussibau–Kuching semakin mendekati tahap operasional. Setelah mengantongi persetujuan dari Menteri Pengangkutan Sarawak, Datuk Sri Lee Kim Shin, serta dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, proses selanjutnya tinggal menyelesaikan administrasi dan kesiapan teknis di Indonesia maupun Malaysia.

General Manager Perum DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, mengatakan persetujuan tersebut menjadi tonggak penting dalam percepatan pembukaan layanan transportasi lintas negara yang akan dioperasikan menggunakan skema back to back antara DAMRI dari Indonesia dan PO Bus Asia Biaramas dari Malaysia.

“Persetujuan dari Menteri Pengangkutan Sarawak dan dukungan Pemprov Kalbar menjadi tahapan penting. Saat ini tinggal penyelesaian administrasi dan teknis sesuai ketentuan di Indonesia maupun Malaysia,” kata Ahmad.

Persetujuan tersebut diperoleh setelah kunjungan kerja bersama ke Border Lubok Antu, Sarawak, dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, pada 3 Agustus 2026.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung kesiapan infrastruktur, alur pelayanan lintas batas, hingga kesiapan operasional sebagai bagian dari persiapan sebelum rute resmi dibuka.

Kunjungan dipimpin Menteri Pengangkutan Sarawak, Datuk Sri Lee Kim Shin, bersama sejumlah instansi Malaysia, di antaranya Jabatan Kastam Diraja Malaysia, Jabatan Imigresen Malaysia, Jabatan Pengangkutan Jalan (JPJ), dan LPKP Sarawak.

Sementara dari Indonesia hadir perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Dinas Perhubungan Kalbar, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalbar, Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas Hulu, PLBN Badau, Imigrasi, Bea Cukai, Perum DAMRI, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Berdasarkan hasil peninjauan, Pemerintah Sarawak menyatakan mendukung penuh pembukaan rute Putussibau–Kuching dan berharap layanan tersebut segera beroperasi setelah seluruh persyaratan dipenuhi.

Ahmad menambahkan, seluruh pemangku kepentingan dari kedua negara juga telah berkomitmen mempercepat proses implementasi. Koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar seluruh aspek perizinan, keimigrasian, kepabeanan, keselamatan, hingga operasional dapat dipenuhi sebelum layanan diluncurkan.

Menurutnya, kehadiran rute ALBN Putussibau–Kuching akan memperkuat konektivitas transportasi antara Indonesia dan Malaysia, khususnya di kawasan perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak.

“Selain mempermudah mobilitas masyarakat, rute ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi, perdagangan, pariwisata, investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua wilayah,” ujarnya.

DAMRI, lanjut Ahmad, berkomitmen menuntaskan seluruh tahapan persiapan agar layanan ALBN Putussibau–Kuching dapat segera beroperasi dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Warga Ketapang Tewas di Tengah Karhutla, Diduga Kehabisan Oksigen Saat Terobos Kabut Asap
Wednesday, 05 August 2026
Artikel Sebelumnya
PWI Kalbar Desak Polisi Usut Dugaan Intimidasi Wartawan di Ketapang
Wednesday, 05 August 2026

Berita terkait