Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sunday, 11 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Warga Kalimantan Barat kini memiliki pilihan baru untuk bepergian ke Malaysia. Perum DAMRI resmi membuka layanan bus Antar Lintas Batas Negara (ALBN) rute Putussibau–Kuching melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, dan Border Lubok Antu, Sarawak.
Layanan tersebut mulai beroperasi pada 7 Oktober 2026. Selain mempermudah perjalanan masyarakat menuju Malaysia, rute baru ini diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan.
General Manager DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, mengatakan pembukaan rute tersebut merupakan upaya memperluas konektivitas transportasi antara Kalimantan Barat dan Sarawak.
“Rute ALBN Putussibau–Kuching ini dibuka sebagai bentuk komitmen DAMRI menghadirkan konektivitas angkutan, khususnya di kawasan perbatasan lintas negara,” ujarnya.
Menurut Ahmad, layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari urusan keluarga, pendidikan, pekerjaan, perdagangan hingga wisata.
Pembukaan rute tersebut juga merupakan tindak lanjut kerja sama dalam forum Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (Sosek Malindo), khususnya di bidang ekonomi, perdagangan, dan perhubungan.
Bus DAMRI rute Putussibau–Kuching dijadwalkan berangkat setiap hari. Bus dari Terminal Kedamin, Putussibau, berangkat pukul 07.00 WIB. Sementara itu, keberangkatan dari Terminal Kuching Sentral dijadwalkan pukul 07.30 waktu setempat.
Layanan ini menggunakan armada kelas eksekutif dengan sistem back to back, yakni perjalanan lintas negara yang menggunakan mekanisme transit bus di kawasan perbatasan.
Penumpang dari Putussibau akan menaiki bus menuju PLBN Badau. Setelah melewati kawasan perbatasan, perjalanan dilanjutkan menggunakan bus mitra operator Malaysia, Bus Asia Biaramas, hingga Terminal Kuching Sentral.
Rute perjalanan tersebut melewati PLBN Badau di Indonesia dan Border Lubok Antu di Sarawak, dengan mengikuti ketentuan yang berlaku.
Untuk menarik minat masyarakat, DAMRI menawarkan tarif promosi sebesar Rp400 ribu per orang atau RM95.
Tiket dapat dibeli melalui aplikasi DAMRI Apps, situs resmi DAMRI, serta platform perjalanan daring yang bekerja sama, termasuk Traveloka. Pembelian juga tersedia secara langsung di Terminal Kedamin, Putussibau, Terminal Kuching Sentral, dan agen DAMRI yang telah ditunjuk.
Ahmad berharap layanan tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Menurutnya, kemudahan akses transportasi berpotensi membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.
Sejumlah sektor yang berpotensi merasakan dampaknya antara lain usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan, kuliner, akomodasi, serta pariwisata.
DAMRI juga memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi perhatian utama. Evaluasi layanan akan dilakukan secara berkala, mencakup kesiapan armada, kelaikan kendaraan, ketepatan waktu, jumlah penumpang, hingga respons pelanggan.
Ahmad menambahkan, operasional rute lintas negara ini membutuhkan koordinasi dengan pemerintah, otoritas perbatasan, instansi perhubungan, serta mitra operator di Malaysia.
Ia berharap rute Putussibau–Kuching tidak hanya menjadi alternatif transportasi baru, tetapi juga mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga di kawasan perbatasan. (Lid)
KALBARONLINE.com – Warga Kalimantan Barat kini memiliki pilihan baru untuk bepergian ke Malaysia. Perum DAMRI resmi membuka layanan bus Antar Lintas Batas Negara (ALBN) rute Putussibau–Kuching melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Badau, Kabupaten Kapuas Hulu, dan Border Lubok Antu, Sarawak.
Layanan tersebut mulai beroperasi pada 7 Oktober 2026. Selain mempermudah perjalanan masyarakat menuju Malaysia, rute baru ini diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan.
General Manager DAMRI Cabang Pontianak, Ahmad Bukhari, mengatakan pembukaan rute tersebut merupakan upaya memperluas konektivitas transportasi antara Kalimantan Barat dan Sarawak.
“Rute ALBN Putussibau–Kuching ini dibuka sebagai bentuk komitmen DAMRI menghadirkan konektivitas angkutan, khususnya di kawasan perbatasan lintas negara,” ujarnya.
Menurut Ahmad, layanan ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari urusan keluarga, pendidikan, pekerjaan, perdagangan hingga wisata.
Pembukaan rute tersebut juga merupakan tindak lanjut kerja sama dalam forum Sosial Ekonomi Malaysia–Indonesia (Sosek Malindo), khususnya di bidang ekonomi, perdagangan, dan perhubungan.
Bus DAMRI rute Putussibau–Kuching dijadwalkan berangkat setiap hari. Bus dari Terminal Kedamin, Putussibau, berangkat pukul 07.00 WIB. Sementara itu, keberangkatan dari Terminal Kuching Sentral dijadwalkan pukul 07.30 waktu setempat.
Layanan ini menggunakan armada kelas eksekutif dengan sistem back to back, yakni perjalanan lintas negara yang menggunakan mekanisme transit bus di kawasan perbatasan.
Penumpang dari Putussibau akan menaiki bus menuju PLBN Badau. Setelah melewati kawasan perbatasan, perjalanan dilanjutkan menggunakan bus mitra operator Malaysia, Bus Asia Biaramas, hingga Terminal Kuching Sentral.
Rute perjalanan tersebut melewati PLBN Badau di Indonesia dan Border Lubok Antu di Sarawak, dengan mengikuti ketentuan yang berlaku.
Untuk menarik minat masyarakat, DAMRI menawarkan tarif promosi sebesar Rp400 ribu per orang atau RM95.
Tiket dapat dibeli melalui aplikasi DAMRI Apps, situs resmi DAMRI, serta platform perjalanan daring yang bekerja sama, termasuk Traveloka. Pembelian juga tersedia secara langsung di Terminal Kedamin, Putussibau, Terminal Kuching Sentral, dan agen DAMRI yang telah ditunjuk.
Ahmad berharap layanan tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Menurutnya, kemudahan akses transportasi berpotensi membuka peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan.
Sejumlah sektor yang berpotensi merasakan dampaknya antara lain usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan, kuliner, akomodasi, serta pariwisata.
DAMRI juga memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang menjadi perhatian utama. Evaluasi layanan akan dilakukan secara berkala, mencakup kesiapan armada, kelaikan kendaraan, ketepatan waktu, jumlah penumpang, hingga respons pelanggan.
Ahmad menambahkan, operasional rute lintas negara ini membutuhkan koordinasi dengan pemerintah, otoritas perbatasan, instansi perhubungan, serta mitra operator di Malaysia.
Ia berharap rute Putussibau–Kuching tidak hanya menjadi alternatif transportasi baru, tetapi juga mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga di kawasan perbatasan. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini