Kapuas Hulu    

Trayek Bus Antarnegara Putussibau-Kuching Resmi Beroperasi, Perkuat Konektivitas Perbatasan

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 08 October 2026
Trayek Bus Antarnegara Putussibau-Kuching Resmi Beroperasi, Perkuat Konektivitas Perbatasan
Trayek bus antarnegara Putussibau-Badau-Lubok Antu-Kuching resmi beroperasi untuk memperkuat konektivitas dan ekonomi perbatasan (Foto: Haq/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Layanan transportasi antarnegara yang menghubungkan Putussibau–Badau–Lubok Antu–Kuching resmi beroperasi. Kehadiran trayek ini diharapkan memperkuat konektivitas masyarakat sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan Kalimantan Barat dan Sarawak.

Wakil Bupati Kapuas Hulu, Sukardi, S.M., hadir dalam peresmian tersebut didampingi Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, Kapolres Kapuas Hulu, serta Dandim 1206/Putussibau yang diwakili Kasdim.

Turut hadir Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kalimantan Barat, Vice President Operasional dan Keselamatan DAMRI, General Manager Perum DAMRI Cabang Pontianak, Pengawas Satuan Pelayanan Terminal Barang Entikong, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalbar, pimpinan Bus Asia/Biara Mas, serta Camat Badau, Camat Batang Lupar dan Camat Puring Kencana.

Sukardi menyambut baik peresmian trayek tersebut. Menurutnya, pengoperasian layanan transportasi antarnegara ini memiliki makna lebih luas dibanding sekadar pengoperasian armada bus.

"Hari ini bukan hanya tentang pelepasan sebuah bus, tetapi tentang dibukanya sebuah konektivitas baru yang diharapkan dapat mendekatkan masyarakat, mempermudah perjalanan, membuka ruang bagi kegiatan ekonomi, sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat Kapuas Hulu dan masyarakat Sarawak," kata Sukardi.

Realisasi trayek tersebut merupakan tindak lanjut hasil Sidang ke-39 Sosek Malindo Tingkat Provinsi Kalimantan Barat dan Peringkat Negeri Sarawak di bidang ekonomi, perdagangan dan perhubungan.

Sukardi mengatakan kehadiran trayek ini turut mengubah cara pandang terhadap kawasan perbatasan. Menurutnya, perbatasan bukan hanya menjadi titik pertemuan dua wilayah negara, tetapi juga ruang interaksi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

"Selama ini wilayah perbatasan sering kali dipandang hanya sebagai tempat bertemunya dua wilayah negara. Namun sesungguhnya, perbatasan adalah ruang pertemuan masyarakat, ruang tumbuhnya ekonomi, dan ruang untuk membangun persahabatan," ungkapnya.

Dengan hadirnya transportasi publik yang teratur dan terhubung, masyarakat diharapkan semakin mudah melakukan berbagai aktivitas, mulai dari urusan keluarga, pendidikan, perdagangan hingga pelayanan publik.

Trayek tersebut juga diharapkan dapat menggerakkan perekonomian lokal di kawasan perbatasan serta memperluas kerja sama perdagangan antara Kalimantan Barat dan Sarawak.

Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Pemerintah Sarawak, Kementerian Perhubungan, instansi di kawasan perbatasan, operator transportasi dan seluruh pihak yang mendukung terwujudnya layanan transportasi antarnegara tersebut.

Sukardi berharap keberadaan trayek ini dapat terus dijaga dari sisi pelayanan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Keberhasilan trayek ini nantinya tidak hanya bergantung pada tersedianya armada dan jadwal perjalanan, tetapi bagaimana layanan ini dapat terus dijaga agar tetap aman, nyaman, terjangkau, dan memberikan kepastian bagi masyarakat. Semoga lahir lebih banyak peluang usaha dan persaudaraan kita semakin kuat," pungkas Sukardi. (Haq)

Artikel Selanjutnya
Ahli JPU di Sidang Mujahidin Disebut ‘Abal-abal’, Kuasa Hukum: Batal Demi Hukum
Wednesday, 07 October 2026
Artikel Sebelumnya
Jembatan Gantung Tanjung Karang Kapuas Hulu Segera Beroperasi
Wednesday, 07 October 2026

Berita terkait