Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 05 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Pontianak, Kalimantan Barat, setelah sempat menghilang dalam beberapa waktu terakhir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat menyebut kondisi tersebut dipengaruhi masih adanya kebakaran di sejumlah wilayah serta pergerakan angin yang mengarah ke Kalbar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kalbar Ridwan mengatakan, berdasarkan data dari sejumlah aplikasi pemantauan yang digunakan BPBD, arah angin saat ini bergerak menuju Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak.
“Berdasarkan data yang kami terima dan beberapa aplikasi yang kami gunakan, arah angin memang masih bergerak menuju Kalimantan Barat, khususnya wilayah Kota Pontianak,” kata Ridwan, Senin (5/10/2026).
Menurut Ridwan, kebakaran masih ditemukan di sejumlah wilayah Kalbar meski skalanya tidak besar. Salah satunya berada di Kabupaten Ketapang.
“Sementara untuk sumber asapnya, seperti yang saya sampaikan tadi, di wilayah Kalimantan Barat sendiri masih terdapat kebakaran, walaupun tidak besar. Salah satunya berada di wilayah Ketapang, dan arah anginnya juga mengarah ke Pontianak serta beberapa kabupaten lainnya,” ujarnya.
Selain di Kalbar, Ridwan menyebut kebakaran juga masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan lainnya, seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.
Berdasarkan pemantauan BPBD, arah angin dari sejumlah wilayah tersebut juga bergerak menuju Kalimantan Barat.
Meski demikian, Ridwan menegaskan BPBD tidak menyimpulkan kabut asap yang muncul di Pontianak berasal dari provinsi tertentu.
“Kami tidak menyebut secara spesifik bahwa asap ini berasal dari daerah lain. Kami hanya mengatakan bahwa di daerah kita sendiri juga masih terdapat kebakaran, walaupun tidak besar,” jelasnya.
“Kami tidak bisa menyimpulkan begitu saja bahwa asap ini berasal dari Kalimantan Tengah atau daerah tertentu kemudian terbawa ke Kalimantan Barat,” lanjutnya.
Secara umum, Ridwan menjelaskan arah angin saat ini bergerak dari selatan menuju utara. Namun, pergerakannya dapat berubah sehingga tidak bisa dipastikan secara mutlak.
Ridwan juga menjelaskan posisi Pontianak yang berada di sekitar garis ekuator turut memengaruhi pergerakan angin.
“Arah angin memang tidak bisa kita prediksi secara pasti akan seperti apa. Namun, khusus untuk Kota Pontianak yang berada di wilayah ekuator, pergerakan anginnya memang cenderung sedikit melambat,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Pontianak, Kalimantan Barat, setelah sempat menghilang dalam beberapa waktu terakhir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Barat menyebut kondisi tersebut dipengaruhi masih adanya kebakaran di sejumlah wilayah serta pergerakan angin yang mengarah ke Kalbar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kalbar Ridwan mengatakan, berdasarkan data dari sejumlah aplikasi pemantauan yang digunakan BPBD, arah angin saat ini bergerak menuju Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak.
“Berdasarkan data yang kami terima dan beberapa aplikasi yang kami gunakan, arah angin memang masih bergerak menuju Kalimantan Barat, khususnya wilayah Kota Pontianak,” kata Ridwan, Senin (5/10/2026).
Menurut Ridwan, kebakaran masih ditemukan di sejumlah wilayah Kalbar meski skalanya tidak besar. Salah satunya berada di Kabupaten Ketapang.
“Sementara untuk sumber asapnya, seperti yang saya sampaikan tadi, di wilayah Kalimantan Barat sendiri masih terdapat kebakaran, walaupun tidak besar. Salah satunya berada di wilayah Ketapang, dan arah anginnya juga mengarah ke Pontianak serta beberapa kabupaten lainnya,” ujarnya.
Selain di Kalbar, Ridwan menyebut kebakaran juga masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan lainnya, seperti Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.
Berdasarkan pemantauan BPBD, arah angin dari sejumlah wilayah tersebut juga bergerak menuju Kalimantan Barat.
Meski demikian, Ridwan menegaskan BPBD tidak menyimpulkan kabut asap yang muncul di Pontianak berasal dari provinsi tertentu.
“Kami tidak menyebut secara spesifik bahwa asap ini berasal dari daerah lain. Kami hanya mengatakan bahwa di daerah kita sendiri juga masih terdapat kebakaran, walaupun tidak besar,” jelasnya.
“Kami tidak bisa menyimpulkan begitu saja bahwa asap ini berasal dari Kalimantan Tengah atau daerah tertentu kemudian terbawa ke Kalimantan Barat,” lanjutnya.
Secara umum, Ridwan menjelaskan arah angin saat ini bergerak dari selatan menuju utara. Namun, pergerakannya dapat berubah sehingga tidak bisa dipastikan secara mutlak.
Ridwan juga menjelaskan posisi Pontianak yang berada di sekitar garis ekuator turut memengaruhi pergerakan angin.
“Arah angin memang tidak bisa kita prediksi secara pasti akan seperti apa. Namun, khusus untuk Kota Pontianak yang berada di wilayah ekuator, pergerakan anginnya memang cenderung sedikit melambat,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini