Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 04 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Di tengah sulitnya warga mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang, harga air isi ulang di sejumlah depot di Pontianak dikeluhkan ikut melonjak.
Air yang biasanya dijual sekitar Rp6.000 per galon, kini disebut mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per galon.
Mewakili masyarakat, Ketua Komunitas Budaya Tionghoa Pontianak Hendry Pangestu Lim meminta pemerintah turun langsung mengawasi harga air isi ulang di lapangan.
Ia mengaku mendapat informasi adanya depot dan toko yang menaikkan harga di tengah kondisi warga yang sedang kesulitan mendapatkan air bersih.
“Tidak boleh kita manfaatkan momen seperti ini. Itu tidak baik,” tegas Hendry, Jumat (4/9/2026).
Ia meminta pemerintah mengecek langsung depot-depot air isi ulang untuk memastikan harga tidak dinaikkan secara tidak wajar.
“Pemerintah silakan turun ke lapangan, mengecek depot-depot. Apabila harga tidak disesuaikan, saya mendapat informasi ada yang menjual Rp20 ribu untuk isi ulang, sampai Rp25 ribu,” ujarnya.
Menurut Hendry, kebutuhan air bersih saat ini dirasakan hampir seluruh lapisan masyarakat. Bahkan, warga yang datang mendapatkan bantuan air tidak hanya berasal dari kalangan kurang mampu.
“Tidak melihat miskin atau kaya. Hari ini yang datang mengambil juga pakai mobil. Namanya kebutuhan, ini tidak lagi melihat miskin atau kaya,” katanya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk saling membantu di tengah krisis air bersih yang terjadi di Pontianak. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Kita sebagai masyarakat harus mendukung masyarakat lain, yang mampu maupun yang tidak mampu,” ucapnya.
Selain mengajak warga saling membantu, Hendry juga berharap hujan segera turun untuk mengakhiri kemarau sekaligus membantu memadamkan Karhutla yang menyebabkan kabut asap di sejumlah wilayah Kalbar.
“Apalagi hari ini hari Jumat. Selesai salat Jumat, jangan pulang dulu. Kita doakan hari hujan di Pontianak ini, cepat hujan,” tuturnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Di tengah sulitnya warga mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang, harga air isi ulang di sejumlah depot di Pontianak dikeluhkan ikut melonjak.
Air yang biasanya dijual sekitar Rp6.000 per galon, kini disebut mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per galon.
Mewakili masyarakat, Ketua Komunitas Budaya Tionghoa Pontianak Hendry Pangestu Lim meminta pemerintah turun langsung mengawasi harga air isi ulang di lapangan.
Ia mengaku mendapat informasi adanya depot dan toko yang menaikkan harga di tengah kondisi warga yang sedang kesulitan mendapatkan air bersih.
“Tidak boleh kita manfaatkan momen seperti ini. Itu tidak baik,” tegas Hendry, Jumat (4/9/2026).
Ia meminta pemerintah mengecek langsung depot-depot air isi ulang untuk memastikan harga tidak dinaikkan secara tidak wajar.
“Pemerintah silakan turun ke lapangan, mengecek depot-depot. Apabila harga tidak disesuaikan, saya mendapat informasi ada yang menjual Rp20 ribu untuk isi ulang, sampai Rp25 ribu,” ujarnya.
Menurut Hendry, kebutuhan air bersih saat ini dirasakan hampir seluruh lapisan masyarakat. Bahkan, warga yang datang mendapatkan bantuan air tidak hanya berasal dari kalangan kurang mampu.
“Tidak melihat miskin atau kaya. Hari ini yang datang mengambil juga pakai mobil. Namanya kebutuhan, ini tidak lagi melihat miskin atau kaya,” katanya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk saling membantu di tengah krisis air bersih yang terjadi di Pontianak. Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah.
“Kita sebagai masyarakat harus mendukung masyarakat lain, yang mampu maupun yang tidak mampu,” ucapnya.
Selain mengajak warga saling membantu, Hendry juga berharap hujan segera turun untuk mengakhiri kemarau sekaligus membantu memadamkan Karhutla yang menyebabkan kabut asap di sejumlah wilayah Kalbar.
“Apalagi hari ini hari Jumat. Selesai salat Jumat, jangan pulang dulu. Kita doakan hari hujan di Pontianak ini, cepat hujan,” tuturnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini