Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 07 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Sinar Kuri, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, diperkuat melalui operasi udara menggunakan helikopter water bombing, Jumat (7/8/2026).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter untuk melakukan pemadaman dari udara di sejumlah titik yang masih dilanda kebakaran.
Helikopter yang digunakan dalam operasi tersebut merupakan jenis UH-60L dengan registrasi VH-L6T milik Elang Dhirgantara Candracanta. Helikopter dijadwalkan melaksanakan penerbangan atau sortie pertama mulai pukul 08.00 WIB.
Operasi penerbangan dipimpin Pilot in Command (PIC) Remy Oliver Lewis, didampingi Second in Command (SIC) Jacob Anthony Laba, serta Helicopter Landing Officer (HLO) Imam Susanto.
Target pemadaman difokuskan pada kawasan terdampak karhutla di Sinar Kuri berdasarkan hasil finalisasi briefing dan permintaan Tim Satgas Darat BNPB.
Untuk menunjang operasi, BNPB juga telah menyiapkan sejumlah titik pengambilan air (water source) dan lokasi penjatuhan air (water drop). Pengerahan helikopter ini diharapkan dapat mempercepat pemadaman, terutama di lokasi kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi atas dukungan BNPB dalam penanganan karhutla di wilayahnya.
"Saya harap operasi udara tersebut dapat mempercepat pemadaman titik api, terutama di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat," ujar Alex saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026).
Menurut Alex, pemerintah daerah terus mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mendukung upaya pemadaman dan pengendalian karhutla.
Ia mengatakan, pengerahan helikopter water bombing merupakan bagian dari penanganan terpadu yang melibatkan pemerintah daerah bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, serta berbagai unsur terkait.
Ketua DPC Gerindra Kabupaten Ketapang itu menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah musim kemarau dan tingginya risiko karhutla.
"Karena pencegahan merupakan langkah paling efektif menghindari meluasnya bencana," pungkasnya. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Sinar Kuri, Kecamatan Sungai Laur, Kabupaten Ketapang, diperkuat melalui operasi udara menggunakan helikopter water bombing, Jumat (7/8/2026).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan helikopter untuk melakukan pemadaman dari udara di sejumlah titik yang masih dilanda kebakaran.
Helikopter yang digunakan dalam operasi tersebut merupakan jenis UH-60L dengan registrasi VH-L6T milik Elang Dhirgantara Candracanta. Helikopter dijadwalkan melaksanakan penerbangan atau sortie pertama mulai pukul 08.00 WIB.
Operasi penerbangan dipimpin Pilot in Command (PIC) Remy Oliver Lewis, didampingi Second in Command (SIC) Jacob Anthony Laba, serta Helicopter Landing Officer (HLO) Imam Susanto.
Target pemadaman difokuskan pada kawasan terdampak karhutla di Sinar Kuri berdasarkan hasil finalisasi briefing dan permintaan Tim Satgas Darat BNPB.
Untuk menunjang operasi, BNPB juga telah menyiapkan sejumlah titik pengambilan air (water source) dan lokasi penjatuhan air (water drop). Pengerahan helikopter ini diharapkan dapat mempercepat pemadaman, terutama di lokasi kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi atas dukungan BNPB dalam penanganan karhutla di wilayahnya.
"Saya harap operasi udara tersebut dapat mempercepat pemadaman titik api, terutama di kawasan yang sulit dijangkau melalui jalur darat," ujar Alex saat dikonfirmasi, Jumat (7/8/2026).
Menurut Alex, pemerintah daerah terus mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk mendukung upaya pemadaman dan pengendalian karhutla.
Ia mengatakan, pengerahan helikopter water bombing merupakan bagian dari penanganan terpadu yang melibatkan pemerintah daerah bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, perusahaan, serta berbagai unsur terkait.
Ketua DPC Gerindra Kabupaten Ketapang itu menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan karhutla. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah musim kemarau dan tingginya risiko karhutla.
"Karena pencegahan merupakan langkah paling efektif menghindari meluasnya bencana," pungkasnya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini