Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 18 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Salah satu lokasi yang saat ini mendapat penanganan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang berada di wilayah Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak 1.182 titik panas (hotspot) terdeteksi di Kabupaten Ketapang pada Senin (17/8/2026), mulai pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB.
Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Barat.
Dari total 1.182 hotspot, sebanyak 56 titik memiliki tingkat kepercayaan rendah, 1.011 titik tingkat kepercayaan menengah dan 115 titik tingkat kepercayaan tinggi.
Hotspot tersebut terdeteksi menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada sejumlah satelit pemantau.
Di tengah tingginya jumlah titik panas tersebut, BPBD Kabupaten Ketapang terus melakukan upaya penanganan karhutla di sejumlah lokasi, termasuk di wilayah Pelang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar, mengatakan pihaknya telah menerjunkan dua regu untuk menangani karhutla yang masih terjadi di wilayah tersebut.
"Kondisi karhutla di wilayah Pelang masih terjadi, saat ini dua regu sudah diterjunkan ke lokasi," kata Yunifar.
Namun, tidak seluruh personel dikerahkan ke lokasi karhutla. BPBD tetap menyiagakan personel di Kota Ketapang untuk mengantisipasi adanya kejadian kebakaran maupun bencana lainnya.
"Tidak semua tim diturunkan, ada satu regu standby di kota dan satu regu di-off-kan," ujarnya.
Selain penanganan melalui jalur darat, BPBD Ketapang juga akan mendapat dukungan helikopter untuk membantu proses pemadaman karhutla.
Helikopter tersebut dijadwalkan tiba dari Pontianak pada Selasa (18/8/2026) sore untuk disiagakan di Kabupaten Ketapang.
"Untuk helikopter insyaallah sore ini tiba di Ketapang dari Pontianak untuk standby di sini," pungkasnya.
Dengan dukungan personel di lapangan dan bantuan helikopter, penanganan karhutla di Pelang diharapkan dapat berjalan lebih optimal sehingga api tidak meluas ke wilayah lainnya.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Salah satu lokasi yang saat ini mendapat penanganan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ketapang berada di wilayah Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak 1.182 titik panas (hotspot) terdeteksi di Kabupaten Ketapang pada Senin (17/8/2026), mulai pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB.
Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Barat.
Dari total 1.182 hotspot, sebanyak 56 titik memiliki tingkat kepercayaan rendah, 1.011 titik tingkat kepercayaan menengah dan 115 titik tingkat kepercayaan tinggi.
Hotspot tersebut terdeteksi menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada sejumlah satelit pemantau.
Di tengah tingginya jumlah titik panas tersebut, BPBD Kabupaten Ketapang terus melakukan upaya penanganan karhutla di sejumlah lokasi, termasuk di wilayah Pelang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar, mengatakan pihaknya telah menerjunkan dua regu untuk menangani karhutla yang masih terjadi di wilayah tersebut.
"Kondisi karhutla di wilayah Pelang masih terjadi, saat ini dua regu sudah diterjunkan ke lokasi," kata Yunifar.
Namun, tidak seluruh personel dikerahkan ke lokasi karhutla. BPBD tetap menyiagakan personel di Kota Ketapang untuk mengantisipasi adanya kejadian kebakaran maupun bencana lainnya.
"Tidak semua tim diturunkan, ada satu regu standby di kota dan satu regu di-off-kan," ujarnya.
Selain penanganan melalui jalur darat, BPBD Ketapang juga akan mendapat dukungan helikopter untuk membantu proses pemadaman karhutla.
Helikopter tersebut dijadwalkan tiba dari Pontianak pada Selasa (18/8/2026) sore untuk disiagakan di Kabupaten Ketapang.
"Untuk helikopter insyaallah sore ini tiba di Ketapang dari Pontianak untuk standby di sini," pungkasnya.
Dengan dukungan personel di lapangan dan bantuan helikopter, penanganan karhutla di Pelang diharapkan dapat berjalan lebih optimal sehingga api tidak meluas ke wilayah lainnya.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini