Ketapang    

83 Hari Tanpa Hujan, Pemkab Ketapang Kerahkan Semua Unsur Tangani Karhutla

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Wednesday, 23 September 2026
83 Hari Tanpa Hujan, Pemkab Ketapang Kerahkan Semua Unsur Tangani Karhutla
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang mengerahkan seluruh unsur terkait untuk memperkuat penanganan kekeringan ekstrem dan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tanggap Darurat Kekeringan dan Bencana Asap Akibat Karhutla yang dipimpin Bupati Ketapang Alexander Wilyo di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang, Selasa (22/9/2026).

Rakor dihadiri Ketua DPRD Ketapang Achmad Sholeh, Kajari Ketapang Ricky Febriandi, Danlanal Ketapang Letkol Laut (P) Avif Hidayaturahman, Kapolres Ketapang Putra Pramtama, Danyon TP 832 PA Letkol Inf Sidik Purnomo, Sekda Ketapang Repalianto, Kepala BPBD Ketapang Yunifar Purwantoro, serta jajaran kepala OPD, camat, BMKG, perwakilan perusahaan dan unsur terkait lainnya.

Bupati Alexander Wilyo mengatakan, kondisi Ketapang saat ini telah memasuki fase kekeringan ekstrem. Berdasarkan kondisi yang disampaikan dalam rakor, wilayah Ketapang telah mengalami periode tanpa hujan hingga 83 hari.

“Ketapang sudah mengalami kekeringan ekstrem karena sudah tidak mendapatkan hujan selama 83 hari. Pemerintah sudah berupaya dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk dapat memberikan bantuan berupa modifikasi cuaca,” ujar Alexander.

Namun, upaya modifikasi cuaca masih menghadapi kendala karena ketersediaan bibit awan di wilayah Ketapang sangat terbatas. Hujan yang turun di sejumlah kecamatan juga dinilai belum cukup untuk mengatasi kondisi kekeringan secara keseluruhan.

Alexander meminta seluruh unsur terkait tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi turun bersama menangani Karhutla di lapangan.

“Saya harapkan kepada seluruh unsur untuk terjun bersama dan menanggulangi bersama bencana ini, baik itu TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni dan juga perusahaan yang ada di Kabupaten Ketapang,” tegasnya.

Selain aparat dan instansi pemerintah, Alexander juga meminta camat dan kepala desa aktif melakukan pencegahan, termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu Karhutla.

Ia juga menegaskan perusahaan dari berbagai sektor harus mengambil bagian dalam penanganan bencana.

“Saya meminta kepada seluruh perusahaan, baik itu perkebunan, pertambangan dan kehutanan, saya harapkan bisa membantu bencana ini karena kita semua ikut terdampak. Saya harap semua perusahaan ikut terjun langsung memadamkan api yang ada dan harus membantu,” tutupnya. (Adi LC)

Artikel Selanjutnya
Pemkab Ketapang Gandeng Solidaridad Kembangkan Potensi Bentang Alam Berkelanjutan
Wednesday, 23 September 2026
Artikel Sebelumnya
Kapolres Ketapang Tegaskan Penegakan Hukum Karhutla Terus Berjalan
Wednesday, 23 September 2026

Berita terkait