Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Wednesday, 23 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang mengerahkan seluruh unsur terkait untuk memperkuat penanganan kekeringan ekstrem dan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tanggap Darurat Kekeringan dan Bencana Asap Akibat Karhutla yang dipimpin Bupati Ketapang Alexander Wilyo di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang, Selasa (22/9/2026).
Rakor dihadiri Ketua DPRD Ketapang Achmad Sholeh, Kajari Ketapang Ricky Febriandi, Danlanal Ketapang Letkol Laut (P) Avif Hidayaturahman, Kapolres Ketapang Putra Pramtama, Danyon TP 832 PA Letkol Inf Sidik Purnomo, Sekda Ketapang Repalianto, Kepala BPBD Ketapang Yunifar Purwantoro, serta jajaran kepala OPD, camat, BMKG, perwakilan perusahaan dan unsur terkait lainnya.
Bupati Alexander Wilyo mengatakan, kondisi Ketapang saat ini telah memasuki fase kekeringan ekstrem. Berdasarkan kondisi yang disampaikan dalam rakor, wilayah Ketapang telah mengalami periode tanpa hujan hingga 83 hari.
“Ketapang sudah mengalami kekeringan ekstrem karena sudah tidak mendapatkan hujan selama 83 hari. Pemerintah sudah berupaya dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk dapat memberikan bantuan berupa modifikasi cuaca,” ujar Alexander.
Namun, upaya modifikasi cuaca masih menghadapi kendala karena ketersediaan bibit awan di wilayah Ketapang sangat terbatas. Hujan yang turun di sejumlah kecamatan juga dinilai belum cukup untuk mengatasi kondisi kekeringan secara keseluruhan.
Alexander meminta seluruh unsur terkait tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi turun bersama menangani Karhutla di lapangan.
“Saya harapkan kepada seluruh unsur untuk terjun bersama dan menanggulangi bersama bencana ini, baik itu TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni dan juga perusahaan yang ada di Kabupaten Ketapang,” tegasnya.
Selain aparat dan instansi pemerintah, Alexander juga meminta camat dan kepala desa aktif melakukan pencegahan, termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu Karhutla.
Ia juga menegaskan perusahaan dari berbagai sektor harus mengambil bagian dalam penanganan bencana.
“Saya meminta kepada seluruh perusahaan, baik itu perkebunan, pertambangan dan kehutanan, saya harapkan bisa membantu bencana ini karena kita semua ikut terdampak. Saya harap semua perusahaan ikut terjun langsung memadamkan api yang ada dan harus membantu,” tutupnya. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang mengerahkan seluruh unsur terkait untuk memperkuat penanganan kekeringan ekstrem dan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tanggap Darurat Kekeringan dan Bencana Asap Akibat Karhutla yang dipimpin Bupati Ketapang Alexander Wilyo di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang, Selasa (22/9/2026).
Rakor dihadiri Ketua DPRD Ketapang Achmad Sholeh, Kajari Ketapang Ricky Febriandi, Danlanal Ketapang Letkol Laut (P) Avif Hidayaturahman, Kapolres Ketapang Putra Pramtama, Danyon TP 832 PA Letkol Inf Sidik Purnomo, Sekda Ketapang Repalianto, Kepala BPBD Ketapang Yunifar Purwantoro, serta jajaran kepala OPD, camat, BMKG, perwakilan perusahaan dan unsur terkait lainnya.
Bupati Alexander Wilyo mengatakan, kondisi Ketapang saat ini telah memasuki fase kekeringan ekstrem. Berdasarkan kondisi yang disampaikan dalam rakor, wilayah Ketapang telah mengalami periode tanpa hujan hingga 83 hari.
“Ketapang sudah mengalami kekeringan ekstrem karena sudah tidak mendapatkan hujan selama 83 hari. Pemerintah sudah berupaya dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk dapat memberikan bantuan berupa modifikasi cuaca,” ujar Alexander.
Namun, upaya modifikasi cuaca masih menghadapi kendala karena ketersediaan bibit awan di wilayah Ketapang sangat terbatas. Hujan yang turun di sejumlah kecamatan juga dinilai belum cukup untuk mengatasi kondisi kekeringan secara keseluruhan.
Alexander meminta seluruh unsur terkait tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi turun bersama menangani Karhutla di lapangan.
“Saya harapkan kepada seluruh unsur untuk terjun bersama dan menanggulangi bersama bencana ini, baik itu TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni dan juga perusahaan yang ada di Kabupaten Ketapang,” tegasnya.
Selain aparat dan instansi pemerintah, Alexander juga meminta camat dan kepala desa aktif melakukan pencegahan, termasuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu Karhutla.
Ia juga menegaskan perusahaan dari berbagai sektor harus mengambil bagian dalam penanganan bencana.
“Saya meminta kepada seluruh perusahaan, baik itu perkebunan, pertambangan dan kehutanan, saya harapkan bisa membantu bencana ini karena kita semua ikut terdampak. Saya harap semua perusahaan ikut terjun langsung memadamkan api yang ada dan harus membantu,” tutupnya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini