Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 21 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Polres Mempawah turun tangan menyelidiki video viral yang diduga memperlihatkan aktivitas pembakaran lahan yang dikaitkan dengan anggota DPRD Kabupaten Mempawah berinisial CH.
Polisi menerjunkan personel Inafis Satreskrim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengumpulkan sejumlah bukti terkait informasi yang beredar.
Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto mengatakan, olah TKP dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi serta mencocokkannya dengan informasi yang muncul dalam video.
“Untuk memastikan fakta yang sebenarnya, kami melakukan olah TKP terlebih dahulu. Kami ingin melihat langsung kondisi lokasi dan mengumpulkan bukti yang ada, termasuk saksi maupun keterangan lain yang diperlukan,” kata Ade, Minggu (20/9/2026).
Sebelumnya, video yang diduga memperlihatkan aktivitas pembakaran lahan di Kabupaten Mempawah viral di media sosial. Video tersebut kemudian dikaitkan dengan CH yang disebut memiliki rencana membakar sisa lahan untuk persiapan menanam sekitar 200 bibit kelapa sawit.
Ade menegaskan, polisi tidak hanya berpedoman pada potongan video yang beredar di media sosial.
Penyidik akan mengumpulkan fakta dari lapangan, mulai dari kondisi lokasi, dokumentasi, keterangan saksi, hingga informasi dari pihak-pihak terkait.
“Video yang beredar di media sosial menjadi informasi awal bagi kami. Selanjutnya akan kami cek dan dalami di lapangan. Semua harus berdasarkan fakta dan bukti,” ujarnya.
Menurut Ade, proses penyelidikan masih berlangsung. Hasil olah TKP nantinya menjadi salah satu bahan bagi penyidik untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai.
“Kami akan bekerja secara profesional dan sesuai prosedur, serta akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” terangnya.
Dugaan pembakaran lahan tersebut sebelumnya juga mendapat sorotan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mempawah. HMI mendesak aparat penegak hukum mengusut informasi tersebut dan menyatakan siap menempuh langkah hukum.
Hingga kini, Polres Mempawah belum menyampaikan kesimpulan mengenai ada atau tidaknya tindak pidana maupun pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa yang dikaitkan dengan video viral tersebut. (Lid)
KALBARONLINE.com – Polres Mempawah turun tangan menyelidiki video viral yang diduga memperlihatkan aktivitas pembakaran lahan yang dikaitkan dengan anggota DPRD Kabupaten Mempawah berinisial CH.
Polisi menerjunkan personel Inafis Satreskrim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengumpulkan sejumlah bukti terkait informasi yang beredar.
Kapolres Mempawah AKBP Ade Chandra Capa Yanto mengatakan, olah TKP dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi serta mencocokkannya dengan informasi yang muncul dalam video.
“Untuk memastikan fakta yang sebenarnya, kami melakukan olah TKP terlebih dahulu. Kami ingin melihat langsung kondisi lokasi dan mengumpulkan bukti yang ada, termasuk saksi maupun keterangan lain yang diperlukan,” kata Ade, Minggu (20/9/2026).
Sebelumnya, video yang diduga memperlihatkan aktivitas pembakaran lahan di Kabupaten Mempawah viral di media sosial. Video tersebut kemudian dikaitkan dengan CH yang disebut memiliki rencana membakar sisa lahan untuk persiapan menanam sekitar 200 bibit kelapa sawit.
Ade menegaskan, polisi tidak hanya berpedoman pada potongan video yang beredar di media sosial.
Penyidik akan mengumpulkan fakta dari lapangan, mulai dari kondisi lokasi, dokumentasi, keterangan saksi, hingga informasi dari pihak-pihak terkait.
“Video yang beredar di media sosial menjadi informasi awal bagi kami. Selanjutnya akan kami cek dan dalami di lapangan. Semua harus berdasarkan fakta dan bukti,” ujarnya.
Menurut Ade, proses penyelidikan masih berlangsung. Hasil olah TKP nantinya menjadi salah satu bahan bagi penyidik untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum seluruh proses pemeriksaan selesai.
“Kami akan bekerja secara profesional dan sesuai prosedur, serta akan ditindaklanjuti sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” terangnya.
Dugaan pembakaran lahan tersebut sebelumnya juga mendapat sorotan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Mempawah. HMI mendesak aparat penegak hukum mengusut informasi tersebut dan menyatakan siap menempuh langkah hukum.
Hingga kini, Polres Mempawah belum menyampaikan kesimpulan mengenai ada atau tidaknya tindak pidana maupun pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa yang dikaitkan dengan video viral tersebut. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini