Pontianak    

Pemkot Pontianak Cari Sumber Air Baku Alternatif, Lebih dari 10 Juta Liter Didatangkan dari Radak

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Sunday, 20 September 2026
Pemkot Pontianak Cari Sumber Air Baku Alternatif, Lebih dari 10 Juta Liter Didatangkan dari Radak
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak terus mencari sumber air baku alternatif untuk menjaga pelayanan air bersih kepada masyarakat di tengah kondisi Sungai Kapuas yang masih terdampak intrusi air laut akibat kemarau panjang.

Selain mendatangkan air tawar menggunakan tongkang, Pemkot Pontianak juga menyiapkan sejumlah langkah jangka panjang, mulai dari penguatan teknologi pengolahan hingga pencarian sumber air baku baru.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, sekitar lima juta liter air tawar kembali tiba di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Parit Mayor, Minggu (20/9/2026). Air tersebut selanjutnya dimasukkan ke reservoir untuk diolah menjadi air bersih.

“Hari ini saya berada di IPA Parit Mayor. Tadi pagi tongkang sudah sampai membawa sekitar lima juta liter air tawar. Sekarang sedang proses pengisian reservoir air baku untuk kita olah menjadi air bersih,” ujar Edi.

Air tawar tersebut akan digunakan untuk mendukung pelayanan air bersih bagi masyarakat di Kecamatan Pontianak Timur. Edi mengatakan, pemerintah terus mempercepat proses penanganan dengan melibatkan berbagai pihak.

“Kepada warga Pontianak Timur, apabila terjadi gangguan sementara, ini akibat daripada proses pengolahan produksi yang terjadi,” terang Edi.

Dengan kedatangan tongkang tersebut, total lebih dari 10 juta liter air tawar dari Desa Radak, Kecamatan Terentang, telah dibawa ke Pontianak. Pengangkutan menggunakan tongkang menjadi salah satu solusi sementara selama kualitas air baku Sungai Kapuas belum kembali normal.

“Kita akan terus upayakan. Yang jelas warga kota tetap mendapatkan layanan air, walaupun sekarang kondisinya memang belum nyaman,” ujarnya.

Selain mengandalkan pasokan air tawar dari Radak, Pemkot Pontianak juga menunggu bantuan Kementerian Pekerjaan Umum berupa unit mobile reverse osmosis (RO). Peralatan tersebut diharapkan dapat memperkuat produksi air bersih di wilayah Pontianak Utara.

“Ada bantuan dari Kementerian PU untuk mesin mobile RO. Mudah-mudahan cepat datang. Kalau sudah tiba, kita akan produksi di Pontianak Utara,” jelasnya.

Edi menerangkan, sebagian sambungan air ke rumah-rumah masih mengandalkan air baku Sungai Kapuas. Karena itu, pemerintah terus mencari sumber lain yang dapat menjadi alternatif apabila intrusi air laut berlangsung lebih lama dari perkiraan.

Salah satu lokasi yang akan diperiksa adalah kawasan Biyung, yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari Waduk Penepat. Peninjauan dilakukan untuk mengetahui kondisi air di kawasan tersebut sekaligus melihat potensinya sebagai sumber air baku alternatif.

Menurut Edi, pencarian sumber air baku baru merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat ketahanan air Kota Pontianak.

“Ini adalah upaya-upaya jangka panjang. Kita tidak hanya menangani kondisi hari ini, tetapi juga mencari alternatif agar ke depan pelayanan air baku kita lebih kuat,” ujarnya.

Edi menegaskan, pemerintah akan terus memanfaatkan berbagai pilihan yang tersedia, mulai dari pengangkutan air tawar, penguatan reservoir, pemanfaatan teknologi pengolahan, hingga pencarian sumber air baku baru.

“Kita akan terus berupaya mencari alternatif supaya kebutuhan air masyarakat tetap bisa dilayani,” pungkasnya. (*)

Artikel Selanjutnya
Harga Sayur di Pontianak Melonjak, Kangkung Tembus Rp40 Ribu per Kg
Monday, 21 September 2026
Artikel Sebelumnya
Lima Qori-Qoriah Pontianak Harumkan Nama Kalbar di MTQ Nasional 2026
Monday, 21 September 2026

Berita terkait