Pontianak    

BPSDM Kalbar Gelar Bimtek Public Speaking untuk ASN, Kemendagri Sebut Pertama di Indonesia

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Monday, 08 June 2026
BPSDM Kalbar Gelar Bimtek Public Speaking untuk ASN, Kemendagri Sebut Pertama di Indonesia
BPSDM Kalbar gelar Bimtek Public Speaking ASN. Kemendagri menyebut program ini menjadi yang pertama di Indonesia (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) terus mendorong peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN). Salah satunya melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Powerful Public Speaking bagi ASN yang mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Program peningkatan kompetensi ASN ini dinilai sebagai langkah inovatif karena disebut menjadi yang pertama digelar di Indonesia.

Kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, tersebut menghadirkan Kepala BPSDM Kemendagri, Sugeng Hariyono, sebagai narasumber utama.

Sugeng mengungkapkan, pelatihan public speaking bagi ASN merupakan terobosan yang patut diapresiasi. Menurutnya, kemampuan komunikasi saat ini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Ini bagus. Setahu saya di Indonesia baru pertama kali. Kami juga memiliki komunitas BPSDM se-Indonesia, dan para kepala BPSDM turut mengapresiasi karena baru kali ini ada kegiatan seperti ini,” katanya.

Menurut Sugeng, ASN tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis di bidang pekerjaan masing-masing. Aparatur juga harus mampu menyampaikan informasi, membangun komunikasi yang efektif, dan menciptakan kepercayaan publik terhadap layanan pemerintah.

Ia menegaskan bahwa public speaking bukan sekadar kemampuan berbicara di depan umum, melainkan keterampilan menyampaikan layanan dan kebijakan pemerintah secara meyakinkan kepada masyarakat maupun para pemangku kepentingan.

“Public speaking itu kemampuan menjual dalam arti positif. Menjual layanan, memberikan keyakinan, dan membangun kepercayaan kepada siapa pun yang kita layani, baik pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, media massa maupun masyarakat,” ujarnya.

Sugeng menilai kemampuan komunikasi yang baik dapat berdampak langsung terhadap meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Bahkan, hal tersebut juga berpotensi mendukung masuknya investasi dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu, pelayanan publik menurutnya tidak bisa lagi hanya bersifat pasif dengan menunggu masyarakat datang ke kantor pemerintahan. ASN juga harus mampu menjemput peluang, termasuk menarik investasi dari dalam maupun luar negeri.

Lebih lanjut, Sugeng menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam meningkatkan kapasitas fiskal daerah. Ia mencontohkan sejumlah daerah yang memiliki kemampuan fiskal tinggi justru didukung oleh SDM unggul, kreativitas, dan inovasi, bukan semata-mata mengandalkan kekayaan sumber daya alam.

“Kalau SDM berkualitas, indeks pembangunan manusianya meningkat, maka kreativitas dan produktivitas juga akan meningkat. Pada akhirnya akan berdampak positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sugeng juga memberikan apresiasi terhadap capaian Kalimantan Barat di bidang pelayanan publik. Berdasarkan penilaian tahun sebelumnya, Kalbar berhasil menempati posisi empat besar nasional, sementara Kota Pontianak masuk jajaran 10 besar nasional.

Ia juga menyambut positif penunjukan Kalbar sebagai tuan rumah Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II. Program itu diharapkan mampu melahirkan berbagai proyek perubahan yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi ASN merupakan bagian penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, modern, dan berkualitas.

“Sebagai ASN, tugas utama kita adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk memberikan pelayanan yang terbaik, tentu harus didukung dengan kompetensi yang sesuai di bidang masing-masing,” katanya.

Harisson mengingatkan bahwa profesionalisme aparatur tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis dan penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh cara berinteraksi dengan masyarakat. Oleh sebab itu, ASN didorong untuk terus meningkatkan kualitas diri, mulai dari penampilan, sikap, hingga kemampuan komunikasi.

Dengan adanya Bimtek Powerful Public Speaking ini, diharapkan ASN di Kalimantan Barat semakin siap memberikan pelayanan publik yang lebih komunikatif, profesional, dan mampu membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. (Lid)

Artikel Selanjutnya
SPMB 2026 di Kalbar Dikawal Ketat, Dikbud Gandeng Kejati, hingga Ombudsman Cegah Kecurangan
Monday, 08 June 2026
Artikel Sebelumnya
Harga LPG 3 Kg di Putussibau Tembus Rp70 Ribu, Warga Desak Pemkab Kapuas Hulu Bertindak
Monday, 08 June 2026

Berita terkait