Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Jumat, 16 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat terus menunjukkan komitmennya dalam membangun aparatur sipil negara (ASN) yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Salah satu langkah konkret yang kini didorong adalah kampanye “ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari” sebagai upaya menanamkan budaya hidup sehat di lingkungan birokrasi.
Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan peran strategis BPSDM dalam pengembangan kompetensi, peningkatan kualitas, serta pembinaan sumber daya manusia aparatur.
“BPSDM tidak hanya bertugas meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial ASN, tetapi juga memastikan kesiapan fisik dan mental mereka. Gerakan olahraga 30 menit sehari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan ASN Kalbar yang sehat, produktif, dan profesional,” ujar Windy.
Ia menjelaskan, kualitas sumber daya manusia aparatur tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual dan keahlian teknis, tetapi juga oleh kondisi kesehatan fisik dan mental. ASN yang sehat diyakini lebih siap mengikuti proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi, memiliki daya tahan kerja yang baik, serta lebih adaptif menghadapi tantangan birokrasi modern.
Sebagai perangkat daerah yang memiliki mandat menyelenggarakan pengembangan kompetensi ASN melalui pendidikan dan pelatihan, penilaian kompetensi, serta fasilitasi manajemen talenta aparatur, BPSDM Kalbar memandang kesehatan sebagai faktor penunjang utama keberhasilan pembangunan SDM aparatur.
“ASN yang sehat akan lebih fokus dalam bekerja, lebih siap mengikuti pendidikan dan pelatihan, dan pada akhirnya mampu memberikan pelayanan publik yang lebih berkualitas kepada masyarakat,” jelasnya.
Melalui kampanye ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari, BPSDM Kalbar juga mendorong terbangunnya budaya kerja sehat di seluruh perangkat daerah. Olahraga tidak lagi dipandang sebagai aktivitas tambahan atau sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari rutinitas harian ASN.
Windy menekankan, gerakan ini tidak menuntut olahraga berat atau fasilitas khusus. Cukup meluangkan waktu 30 menit setiap hari untuk bergerak aktif, seperti berjalan kaki, senam ringan, atau olahraga sederhana lainnya, ASN sudah berkontribusi menjaga kebugaran tubuh.
“Yang terpenting adalah konsistensi. Jika dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, manfaatnya akan sangat besar, baik bagi individu ASN maupun kinerja organisasi secara keseluruhan,” katanya.
Ia berharap kampanye ini dapat diimplementasikan secara konsisten di seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Dengan demikian, visi BPSDM Kalbar dalam mencetak aparatur yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga kuat secara fisik dan mental, dapat terwujud secara nyata.
“ASN yang sehat adalah aset penting bagi daerah. Dengan aparatur yang sehat, produktif, dan profesional, kami optimistis pelayanan publik dan pembangunan di Kalimantan Barat akan semakin berkualitas,” pungkas Windy. (Lid)
KALBARONLINE.com – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat terus menunjukkan komitmennya dalam membangun aparatur sipil negara (ASN) yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Salah satu langkah konkret yang kini didorong adalah kampanye “ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari” sebagai upaya menanamkan budaya hidup sehat di lingkungan birokrasi.
Kepala BPSDM Provinsi Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menegaskan bahwa gerakan ini sejalan dengan peran strategis BPSDM dalam pengembangan kompetensi, peningkatan kualitas, serta pembinaan sumber daya manusia aparatur.
“BPSDM tidak hanya bertugas meningkatkan kompetensi teknis dan manajerial ASN, tetapi juga memastikan kesiapan fisik dan mental mereka. Gerakan olahraga 30 menit sehari ini menjadi fondasi penting untuk mewujudkan ASN Kalbar yang sehat, produktif, dan profesional,” ujar Windy.
Ia menjelaskan, kualitas sumber daya manusia aparatur tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual dan keahlian teknis, tetapi juga oleh kondisi kesehatan fisik dan mental. ASN yang sehat diyakini lebih siap mengikuti proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi, memiliki daya tahan kerja yang baik, serta lebih adaptif menghadapi tantangan birokrasi modern.
Sebagai perangkat daerah yang memiliki mandat menyelenggarakan pengembangan kompetensi ASN melalui pendidikan dan pelatihan, penilaian kompetensi, serta fasilitasi manajemen talenta aparatur, BPSDM Kalbar memandang kesehatan sebagai faktor penunjang utama keberhasilan pembangunan SDM aparatur.
“ASN yang sehat akan lebih fokus dalam bekerja, lebih siap mengikuti pendidikan dan pelatihan, dan pada akhirnya mampu memberikan pelayanan publik yang lebih berkualitas kepada masyarakat,” jelasnya.
Melalui kampanye ASN Kalbar Olahraga 30 Menit Sehari, BPSDM Kalbar juga mendorong terbangunnya budaya kerja sehat di seluruh perangkat daerah. Olahraga tidak lagi dipandang sebagai aktivitas tambahan atau sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari rutinitas harian ASN.
Windy menekankan, gerakan ini tidak menuntut olahraga berat atau fasilitas khusus. Cukup meluangkan waktu 30 menit setiap hari untuk bergerak aktif, seperti berjalan kaki, senam ringan, atau olahraga sederhana lainnya, ASN sudah berkontribusi menjaga kebugaran tubuh.
“Yang terpenting adalah konsistensi. Jika dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, manfaatnya akan sangat besar, baik bagi individu ASN maupun kinerja organisasi secara keseluruhan,” katanya.
Ia berharap kampanye ini dapat diimplementasikan secara konsisten di seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Dengan demikian, visi BPSDM Kalbar dalam mencetak aparatur yang tidak hanya kompeten secara intelektual, tetapi juga kuat secara fisik dan mental, dapat terwujud secara nyata.
“ASN yang sehat adalah aset penting bagi daerah. Dengan aparatur yang sehat, produktif, dan profesional, kami optimistis pelayanan publik dan pembangunan di Kalimantan Barat akan semakin berkualitas,” pungkas Windy. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini