Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 28 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Warga Kabupaten Kayong Utara mengeluhkan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di SPBUN Sukadana yang disebut telah berlangsung selama dua minggu terakhir.
Masyarakat menilai, meski terjadi penambahan pasokan pertalite, persoalan antrean belum juga teratasi akibat adanya pembatasan pengisian yang diterapkan kepada pengguna kendaraan.
Berdasarkan keluhan warga, SPBUN Sukadana mendapat tambahan pasokan pertalite sebanyak 8.000 liter dan 5.000 liter setiap kali kedatangan. Namun, masyarakat masih dibatasi dalam melakukan pengisian, yakni maksimal Rp50 ribu atau sekitar 5 liter per kendaraan roda dua.
Kondisi tersebut dinilai menyebabkan antrean kendaraan tetap terjadi karena kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi.
Warga juga meminta Pemerintah Daerah Kayong Utara mengambil kebijakan terkait keberadaan pengecer BBM di pinggir jalan, seperti kebijakan sebelumnya ketika harga pertalite eceran berada di kisaran Rp12 ribu per liter.
Menurut masyarakat, hilangnya penjualan dari pengecer pinggir jalan turut menyebabkan kendaraan menumpuk di SPBUN Sukadana.
Selain itu, warga mengeluhkan adanya pihak yang memanfaatkan kondisi antrean dengan menjual kembali pertalite dengan harga lebih tinggi dari harga eceran sebelumnya.
Dengan adanya antrean panjang, sebagian pengantri disebut menjual pertalite hingga di atas harga Rp12 ribu per liter.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat segera mencari solusi agar distribusi BBM di SPBUN Sukadana berjalan lebih lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus mengantre dalam waktu lama. (*)
KALBARONLINE.com – Warga Kabupaten Kayong Utara mengeluhkan antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di SPBUN Sukadana yang disebut telah berlangsung selama dua minggu terakhir.
Masyarakat menilai, meski terjadi penambahan pasokan pertalite, persoalan antrean belum juga teratasi akibat adanya pembatasan pengisian yang diterapkan kepada pengguna kendaraan.
Berdasarkan keluhan warga, SPBUN Sukadana mendapat tambahan pasokan pertalite sebanyak 8.000 liter dan 5.000 liter setiap kali kedatangan. Namun, masyarakat masih dibatasi dalam melakukan pengisian, yakni maksimal Rp50 ribu atau sekitar 5 liter per kendaraan roda dua.
Kondisi tersebut dinilai menyebabkan antrean kendaraan tetap terjadi karena kebutuhan masyarakat belum sepenuhnya terpenuhi.
Warga juga meminta Pemerintah Daerah Kayong Utara mengambil kebijakan terkait keberadaan pengecer BBM di pinggir jalan, seperti kebijakan sebelumnya ketika harga pertalite eceran berada di kisaran Rp12 ribu per liter.
Menurut masyarakat, hilangnya penjualan dari pengecer pinggir jalan turut menyebabkan kendaraan menumpuk di SPBUN Sukadana.
Selain itu, warga mengeluhkan adanya pihak yang memanfaatkan kondisi antrean dengan menjual kembali pertalite dengan harga lebih tinggi dari harga eceran sebelumnya.
Dengan adanya antrean panjang, sebagian pengantri disebut menjual pertalite hingga di atas harga Rp12 ribu per liter.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait dapat segera mencari solusi agar distribusi BBM di SPBUN Sukadana berjalan lebih lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus mengantre dalam waktu lama. (*)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini