Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 28 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Musim kemarau yang melanda Kota Pontianak mulai memberikan dampak terhadap sejumlah sektor, mulai dari meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga terganggunya produksi air bersih Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kondisi Sungai Kapuas yang mengalami penyusutan debit air serta peningkatan kadar garam turut memengaruhi proses produksi air bersih, terutama di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Nipah Kuning.
"Kondisi cuaca musim kemarau ini, kebakaran lahan dampaknya juga ada terhadap mengeringnya air Sungai Kapuas yang berdampak terhadap produksi air PDAM," kata Edi, Senin (28/7/2026).
Menurutnya, kadar garam di kawasan Nipah Kuning terus mengalami peningkatan. Untuk menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa melakukan pencampuran sumber air dari instalasi lainnya.
"Untuk di Nipah Kuning kadar garam semakin meningkat. Kita berupaya mencampur apabila kadar garamnya tinggi dengan pasokan dari Imam Bonjol dan Penepat," ujarnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Pontianak juga terus memperkuat upaya pencegahan karhutla. Edi mengatakan, pemerintah telah membentuk tim patroli serta menyiapkan langkah penegakan hukum terhadap pihak yang sengaja melakukan pembakaran lahan.
"Kita sudah melakukan operasi patroli pencegahan. Kita bentuk tim dan akan melakukan penindakan hukum apabila terjadi kesengajaan membakar lahan yang menyebabkan bencana asap," tegasnya.
Untuk mengantisipasi keterbatasan sumber air saat proses pemadaman karhutla, Pemkot Pontianak juga mulai memetakan titik-titik yang masih memiliki cadangan air.
Parit-parit yang masih menyimpan air saat kondisi pasang akan dimanfaatkan sebagai sumber air bagi petugas pemadam di lapangan.
"Kita sudah menggali titik-titik yang masih tersedia air. Terutama saat malam hari ketika air pasang, parit-parit bisa kita gali menggunakan ekskavator untuk menjadi sumber air penyiraman," jelas Edi.
Terkait kemungkinan meliburkan sekolah akibat kabut asap, Edi menyebut kondisi kualitas udara di Pontianak saat ini belum masuk kategori darurat.
Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara dan kondisi karhutla.
"Kalau dari pantauan udara, saat ini masih dalam kondisi kurang sehat pada malam hari, belum darurat. Kalau sudah berbahaya, tentu akan kita ambil langkah, termasuk meliburkan sekolah sementara," katanya.
Edi mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada menghadapi musim kemarau. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk, menggunakan masker, serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
"Yang pasti masyarakat tidak boleh membakar lahan. Kalau kondisi sudah sangat berbahaya, kita akan mengimbau untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan dan menggunakan masker," pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Musim kemarau yang melanda Kota Pontianak mulai memberikan dampak terhadap sejumlah sektor, mulai dari meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga terganggunya produksi air bersih Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kondisi Sungai Kapuas yang mengalami penyusutan debit air serta peningkatan kadar garam turut memengaruhi proses produksi air bersih, terutama di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Nipah Kuning.
"Kondisi cuaca musim kemarau ini, kebakaran lahan dampaknya juga ada terhadap mengeringnya air Sungai Kapuas yang berdampak terhadap produksi air PDAM," kata Edi, Senin (28/7/2026).
Menurutnya, kadar garam di kawasan Nipah Kuning terus mengalami peningkatan. Untuk menjaga kualitas air yang didistribusikan kepada pelanggan, Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa melakukan pencampuran sumber air dari instalasi lainnya.
"Untuk di Nipah Kuning kadar garam semakin meningkat. Kita berupaya mencampur apabila kadar garamnya tinggi dengan pasokan dari Imam Bonjol dan Penepat," ujarnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Pontianak juga terus memperkuat upaya pencegahan karhutla. Edi mengatakan, pemerintah telah membentuk tim patroli serta menyiapkan langkah penegakan hukum terhadap pihak yang sengaja melakukan pembakaran lahan.
"Kita sudah melakukan operasi patroli pencegahan. Kita bentuk tim dan akan melakukan penindakan hukum apabila terjadi kesengajaan membakar lahan yang menyebabkan bencana asap," tegasnya.
Untuk mengantisipasi keterbatasan sumber air saat proses pemadaman karhutla, Pemkot Pontianak juga mulai memetakan titik-titik yang masih memiliki cadangan air.
Parit-parit yang masih menyimpan air saat kondisi pasang akan dimanfaatkan sebagai sumber air bagi petugas pemadam di lapangan.
"Kita sudah menggali titik-titik yang masih tersedia air. Terutama saat malam hari ketika air pasang, parit-parit bisa kita gali menggunakan ekskavator untuk menjadi sumber air penyiraman," jelas Edi.
Terkait kemungkinan meliburkan sekolah akibat kabut asap, Edi menyebut kondisi kualitas udara di Pontianak saat ini belum masuk kategori darurat.
Meski demikian, pemerintah tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara dan kondisi karhutla.
"Kalau dari pantauan udara, saat ini masih dalam kondisi kurang sehat pada malam hari, belum darurat. Kalau sudah berbahaya, tentu akan kita ambil langkah, termasuk meliburkan sekolah sementara," katanya.
Edi mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada menghadapi musim kemarau. Warga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk, menggunakan masker, serta tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
"Yang pasti masyarakat tidak boleh membakar lahan. Kalau kondisi sudah sangat berbahaya, kita akan mengimbau untuk mengurangi kegiatan di luar ruangan dan menggunakan masker," pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini