Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Tuesday, 21 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak mencatat sebanyak 42 kasus baru HIV sepanjang 2026. Seluruh kasus tersebut merupakan warga Kota Pontianak yang telah dipastikan positif HIV dan saat ini menjalani pengobatan.
Kepala Dinkes Kota Pontianak, Saptiko, menegaskan angka yang beredar di sejumlah media sosial maupun pemberitaan yang menyebut lebih dari 100 kasus HIV/AIDS tidak seluruhnya merupakan warga Kota Pontianak.
Menurutnya, Pontianak menjadi salah satu pusat layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV di Kalimantan Barat sehingga banyak pasien dari daerah lain yang menjalani pemeriksaan maupun berobat di kota tersebut.
"Untuk tahun ini kami menemukan sekitar 42 orang warga Kota Pontianak yang positif HIV. Sementara angka yang diberitakan sebelumnya hingga lebih dari 100 kasus itu belum tentu seluruhnya warga Pontianak, karena banyak yang datang berobat atau melakukan pemeriksaan di sini," kata Saptiko, Selasa (21/7/2026).
Saptiko menjelaskan, penanganan HIV tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan melalui perubahan perilaku.
Salah satu upaya yang terus dilakukan Dinkes adalah mengedukasi masyarakat agar menghindari perilaku seksual berisiko, terutama bagi mereka yang belum menikah. Selain itu, Dinkes juga mendorong pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin, termasuk tes HIV sebelum menikah.
"Kami memiliki program pemeriksaan calon pengantin, termasuk pemeriksaan HIV. Harapannya, pasangan mengetahui kondisi kesehatannya sebelum menikah," ujarnya.
Bagi pasangan yang telah menikah, Saptiko mengingatkan pentingnya menjaga kesetiaan kepada pasangan sebagai salah satu langkah mencegah penularan HIV.
"Kalau melakukan hubungan di luar pasangan yang sah, risikonya bisa tertular HIV. Kemudian penyakit itu bisa menular lagi kepada pasangan di rumah," katanya.
Ia memastikan layanan pengobatan HIV telah tersedia di puskesmas yang ditunjuk. Pasien tidak hanya memperoleh obat antiretroviral (ARV), tetapi juga mendapatkan pendampingan dan edukasi agar tetap menjalani terapi secara rutin serta menghindari perilaku yang berisiko menularkan HIV kepada orang lain.
"Kami berikan pengobatan sekaligus edukasi agar mereka memperbaiki perilaku yang berisiko. Dengan pengobatan yang teratur, kualitas hidup pasien bisa tetap terjaga," ujarnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak mencatat sebanyak 42 kasus baru HIV sepanjang 2026. Seluruh kasus tersebut merupakan warga Kota Pontianak yang telah dipastikan positif HIV dan saat ini menjalani pengobatan.
Kepala Dinkes Kota Pontianak, Saptiko, menegaskan angka yang beredar di sejumlah media sosial maupun pemberitaan yang menyebut lebih dari 100 kasus HIV/AIDS tidak seluruhnya merupakan warga Kota Pontianak.
Menurutnya, Pontianak menjadi salah satu pusat layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV di Kalimantan Barat sehingga banyak pasien dari daerah lain yang menjalani pemeriksaan maupun berobat di kota tersebut.
"Untuk tahun ini kami menemukan sekitar 42 orang warga Kota Pontianak yang positif HIV. Sementara angka yang diberitakan sebelumnya hingga lebih dari 100 kasus itu belum tentu seluruhnya warga Pontianak, karena banyak yang datang berobat atau melakukan pemeriksaan di sini," kata Saptiko, Selasa (21/7/2026).
Saptiko menjelaskan, penanganan HIV tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan melalui perubahan perilaku.
Salah satu upaya yang terus dilakukan Dinkes adalah mengedukasi masyarakat agar menghindari perilaku seksual berisiko, terutama bagi mereka yang belum menikah. Selain itu, Dinkes juga mendorong pemeriksaan kesehatan bagi calon pengantin, termasuk tes HIV sebelum menikah.
"Kami memiliki program pemeriksaan calon pengantin, termasuk pemeriksaan HIV. Harapannya, pasangan mengetahui kondisi kesehatannya sebelum menikah," ujarnya.
Bagi pasangan yang telah menikah, Saptiko mengingatkan pentingnya menjaga kesetiaan kepada pasangan sebagai salah satu langkah mencegah penularan HIV.
"Kalau melakukan hubungan di luar pasangan yang sah, risikonya bisa tertular HIV. Kemudian penyakit itu bisa menular lagi kepada pasangan di rumah," katanya.
Ia memastikan layanan pengobatan HIV telah tersedia di puskesmas yang ditunjuk. Pasien tidak hanya memperoleh obat antiretroviral (ARV), tetapi juga mendapatkan pendampingan dan edukasi agar tetap menjalani terapi secara rutin serta menghindari perilaku yang berisiko menularkan HIV kepada orang lain.
"Kami berikan pengobatan sekaligus edukasi agar mereka memperbaiki perilaku yang berisiko. Dengan pengobatan yang teratur, kualitas hidup pasien bisa tetap terjaga," ujarnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini