Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 31 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak mencatat sebanyak 42 warga ber-KTP Kota Pontianak terdiagnosis HIV sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Kasus tersebut masih didominasi oleh kelompok usia produktif.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan data warga yang benar-benar memiliki identitas kependudukan Kota Pontianak.
Menurutnya, jumlah temuan kasus HIV di Kota Pontianak tidak seluruhnya berasal dari warga kota, mengingat Pontianak menjadi salah satu pusat layanan kesehatan rujukan di Kalimantan Barat.
"Ada yang namanya ditemukan kasus di Pontianak belum tentu warga Pontianak. Kalau kita lihat yang benar-benar warga ber-KTP Pontianak, tahun 2025 ada 92 orang. Tahun ini sampai bulan Juni tercatat 42 orang," kata Saptiko.
Ia menjelaskan, banyak masyarakat dari kabupaten/kota lain datang ke fasilitas kesehatan di Pontianak untuk menjalani pemeriksaan maupun pengobatan.
Karena itu, data kasus yang ditemukan di wilayah Kota Pontianak tidak bisa langsung diartikan sebagai jumlah warga Pontianak yang terinfeksi HIV.
"Banyak orang yang berobat di Pontianak, ditemukan di Kota Pontianak, menjadi laporan ditemukan di Kota Pontianak, yang belum tentu warga Kota Pontianak," ujarnya.
Saptiko mengatakan, berdasarkan karakteristik kasus, penderita HIV yang tercatat masih banyak berasal dari kelompok usia produktif.
"Didominasi usia produktif yang banyak," jelasnya.
Ia juga menyebut kasus HIV ditemukan pada berbagai kelompok perilaku seksual, baik heteroseksual maupun laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL).
Namun, berdasarkan data yang dimiliki Dinkes Pontianak, proporsi kasus pada kelompok LSL masih lebih tinggi.
"Dua-duanya ada, tapi lebih tinggi kelompok laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki," ucapnya.
Saptiko mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan HIV, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.
Menurutnya, deteksi dini dan pengobatan sejak awal menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas hidup penderita sekaligus mengurangi risiko penularan.
Ia berharap masyarakat semakin terbuka terhadap layanan kesehatan sehingga penanganan HIV dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. (Lid)
KALBARONLINE.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak mencatat sebanyak 42 warga ber-KTP Kota Pontianak terdiagnosis HIV sepanjang Januari hingga Juni 2026.
Kasus tersebut masih didominasi oleh kelompok usia produktif.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Saptiko, menjelaskan bahwa angka tersebut merupakan data warga yang benar-benar memiliki identitas kependudukan Kota Pontianak.
Menurutnya, jumlah temuan kasus HIV di Kota Pontianak tidak seluruhnya berasal dari warga kota, mengingat Pontianak menjadi salah satu pusat layanan kesehatan rujukan di Kalimantan Barat.
"Ada yang namanya ditemukan kasus di Pontianak belum tentu warga Pontianak. Kalau kita lihat yang benar-benar warga ber-KTP Pontianak, tahun 2025 ada 92 orang. Tahun ini sampai bulan Juni tercatat 42 orang," kata Saptiko.
Ia menjelaskan, banyak masyarakat dari kabupaten/kota lain datang ke fasilitas kesehatan di Pontianak untuk menjalani pemeriksaan maupun pengobatan.
Karena itu, data kasus yang ditemukan di wilayah Kota Pontianak tidak bisa langsung diartikan sebagai jumlah warga Pontianak yang terinfeksi HIV.
"Banyak orang yang berobat di Pontianak, ditemukan di Kota Pontianak, menjadi laporan ditemukan di Kota Pontianak, yang belum tentu warga Kota Pontianak," ujarnya.
Saptiko mengatakan, berdasarkan karakteristik kasus, penderita HIV yang tercatat masih banyak berasal dari kelompok usia produktif.
"Didominasi usia produktif yang banyak," jelasnya.
Ia juga menyebut kasus HIV ditemukan pada berbagai kelompok perilaku seksual, baik heteroseksual maupun laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL).
Namun, berdasarkan data yang dimiliki Dinkes Pontianak, proporsi kasus pada kelompok LSL masih lebih tinggi.
"Dua-duanya ada, tapi lebih tinggi kelompok laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki," ucapnya.
Saptiko mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan HIV, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.
Menurutnya, deteksi dini dan pengobatan sejak awal menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas hidup penderita sekaligus mengurangi risiko penularan.
Ia berharap masyarakat semakin terbuka terhadap layanan kesehatan sehingga penanganan HIV dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini