Pontianak    

Sempat Tak Direstui Orang Tua Jadi Barista, Nova Asal Ngabang Kini Juara IBRC Regional

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Tuesday, 21 July 2026
Sempat Tak Direstui Orang Tua Jadi Barista, Nova Asal Ngabang Kini Juara IBRC Regional
Nova asal Ngabang juara Indonesia Brewers Cup Regional 2 Jakarta dan berpeluang wakili Indonesia di World Brewers Cup (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Hobi menghabiskan waktu di kedai kopi saat menyusun skripsi menjadi titik awal perjalanan Nova Dwi Fitriani (23) di dunia kopi. Perempuan asal Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat itu kini berhasil meraih juara pertama Indonesia Brewers Cup (IBRC) Regional 2 Jakarta, mengalahkan sekitar 30 barista dari berbagai daerah di Indonesia.

Kemenangan tersebut mengantarkan Nova melaju ke babak nasional Indonesia Brewers Cup yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Maret 2027. Apabila berhasil menjadi juara nasional, ia akan mewakili Indonesia pada ajang World Brewers Cup di Panama.

"Alhamdulillah kemarin ikut IBRC Regional 2 di Jakarta dan bisa juara satu. Pesertanya sekitar 30 orang dari seluruh Indonesia," kata Nova saat ditemui di Pontianak, Senin (21/7/2026).

Dalam kompetisi tersebut, Nova menggunakan biji kopi asal Semendo, Sumatera Selatan, yang menurutnya memiliki karakter rasa stone fruit, tropical fruit, serta manis menyerupai brown sugar.

Di hadapan dewan juri, peserta tidak hanya dituntut menyajikan secangkir kopi dengan cita rasa terbaik, tetapi juga menunjukkan teknik penyeduhan yang presisi, kemampuan presentasi, hingga keramahan dalam melayani.

"Yang dinilai itu banyak. Mulai dari rasa kopinya, teknik menyeduh, presentasi, sampai hospitality kita saat tampil," ujarnya.

Di balik prestasinya, Nova mengaku menjalani latihan intensif menjelang kompetisi. Bersama tim yang beranggotakan lima orang di Pontianak, ia berlatih selama delapan hingga sepuluh jam setiap hari.

Setiap anggota tim memiliki peran masing-masing, mulai dari menyusun naskah presentasi, melakukan roasting kopi, merancang resep seduhan, hingga melatih aspek teknis.

"Kalau sekarang fokus latihan teknikal. Bahkan cuma menuang air ke dripper saja bisa latihan satu jam setiap hari supaya hasil seduhannya konsisten," katanya.

Menurut Nova, konsistensi menjadi salah satu faktor terpenting dalam kompetisi brewing.

"Misalnya kita bilang 120 gram, ya hasilnya harus benar-benar 120 gram. Semua harus presisi supaya rasa kopinya tetap sama," jelasnya.

Nova merupakan lulusan Jurusan Kearsipan Universitas Tanjungpura. Ia mengaku baru mengenal dunia kopi secara profesional pada 2023.

Awalnya, ia hampir setiap hari mengerjakan skripsi di coffee shop. Kebiasaan itu membuat pengeluarannya semakin besar hingga akhirnya muncul keinginan untuk bekerja sebagai barista.

"Waktu itu lagi skripsian, setiap hari nongkrong di coffee shop. Lama-lama mikir, kok boncos terus ya. Kenapa enggak sekalian kerja biar bisa ngopi gratis," ujarnya sambil tertawa.

Meski sempat tidak mendapat restu dari orang tua untuk menjadi barista, Nova tetap menekuni profesi tersebut hingga akhirnya menemukan passion di dunia kopi.

Dari pekerjaannya sebagai barista, kecintaannya terhadap kopi semakin tumbuh dan membawanya mengikuti berbagai kompetisi.

Sebelum menjadi juara di Jakarta, Nova pernah menjuarai kompetisi brewing di Pontianak, meraih peringkat keenam pada IBRC Batam, dan terus mengikuti berbagai ajang hingga akhirnya sukses menjadi juara regional.

Nova juga mengaku mendapat dukungan besar dari komunitas kopi di Pontianak selama menjalani proses persiapan.

"Komunitas kopi di Pontianak solid banget. Mereka support penuh selama persiapan sampai kompetisi. Saya berterima kasih karena tanpa mereka mungkin saya tidak bisa sampai di titik ini," tuturnya.

Kini, Nova mulai mempersiapkan diri menghadapi babak nasional dengan harapan dapat membawa nama Kalimantan Barat ke panggung dunia melalui secangkir kopi Indonesia. (Lid)

Artikel Selanjutnya
DLH Pontianak Jelaskan Penyebab Sampah Pasar Flamboyan Menumpuk hingga Viral
Tuesday, 21 July 2026
Artikel Sebelumnya
Tertinggi di Kalbar, Dinkes Pontianak Temukan 42 Kasus Baru HIV pada 2026
Tuesday, 21 July 2026

Berita terkait