Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Senin, 19 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang mencatat sebanyak 114 orang terkonfirmasi positif HIV sepanjang tahun 2025. Data tersebut masih bersifat sementara dan menunggu proses validasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Ketapang, Khairul Bahri Tambunan, mengatakan angka tersebut merupakan hasil pendataan awal yang masih berjalan melalui Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA).
“Ini masih data awal tahun 2025. Kami mencatat ada 114 kasus positif HIV, namun belum divalidasi ke tingkat provinsi karena proses input data masih berlangsung di aplikasi SIHA,” ujar Khairul saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2025) siang.
Khairul mengakui, jumlah kasus HIV pada 2025 menunjukkan adanya kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun pihaknya belum merinci angka pembanding secara detail.
Pada kesempatan yang sama, Khairul juga menyampaikan hasil skrining HIV dan infeksi menular seksual (IMS) yang dilakukan oleh Puskesmas Mulia Baru di kawasan hiburan malam Rangge Sentap, Rabu (14/1/2026).
Dari total 45 orang yang menjalani pemeriksaan, tiga orang dinyatakan reaktif sifilis.
“Dari hasil pemeriksaan, terdapat tiga orang yang reaktif sifilis dan semuanya berjenis kelamin perempuan,” katanya.
Ia turut menanggapi pemberitaan sebelumnya terkait hasil skrining tersebut. Menurutnya, dalam pemberitaan itu tidak disebutkan adanya temuan HIV, melainkan hanya satu kasus sifilis.
“Saya sudah membaca berita sebelumnya. Memang tidak ada narasi terkait HIV/AIDS, yang disebutkan hanya satu orang positif sifilis,” tuturnya.
Khairul menjelaskan, kondisi reaktif sifilis secara klinis sudah mengarah pada status positif dan memerlukan penanganan segera.
“Jika sudah reaktif sifilis, itu secara klinis sudah mendekati positif sehingga langsung kami tindak lanjuti dengan pengobatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut Dinkes Ketapang telah menyiapkan layanan Puskesmas PDP (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan) bagi orang dengan HIV/AIDS. Layanan tersebut mencakup pengobatan, pemantauan kesehatan, serta pendampingan untuk menekan risiko penularan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
“Seluruh kasus yang terdeteksi sudah kami intervensi melalui pengobatan, pengawasan, dan pemantauan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang mencatat sebanyak 114 orang terkonfirmasi positif HIV sepanjang tahun 2025. Data tersebut masih bersifat sementara dan menunggu proses validasi dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Ketapang, Khairul Bahri Tambunan, mengatakan angka tersebut merupakan hasil pendataan awal yang masih berjalan melalui Sistem Informasi HIV/AIDS (SIHA).
“Ini masih data awal tahun 2025. Kami mencatat ada 114 kasus positif HIV, namun belum divalidasi ke tingkat provinsi karena proses input data masih berlangsung di aplikasi SIHA,” ujar Khairul saat dikonfirmasi, Senin (19/1/2025) siang.
Khairul mengakui, jumlah kasus HIV pada 2025 menunjukkan adanya kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya, meskipun pihaknya belum merinci angka pembanding secara detail.
Pada kesempatan yang sama, Khairul juga menyampaikan hasil skrining HIV dan infeksi menular seksual (IMS) yang dilakukan oleh Puskesmas Mulia Baru di kawasan hiburan malam Rangge Sentap, Rabu (14/1/2026).
Dari total 45 orang yang menjalani pemeriksaan, tiga orang dinyatakan reaktif sifilis.
“Dari hasil pemeriksaan, terdapat tiga orang yang reaktif sifilis dan semuanya berjenis kelamin perempuan,” katanya.
Ia turut menanggapi pemberitaan sebelumnya terkait hasil skrining tersebut. Menurutnya, dalam pemberitaan itu tidak disebutkan adanya temuan HIV, melainkan hanya satu kasus sifilis.
“Saya sudah membaca berita sebelumnya. Memang tidak ada narasi terkait HIV/AIDS, yang disebutkan hanya satu orang positif sifilis,” tuturnya.
Khairul menjelaskan, kondisi reaktif sifilis secara klinis sudah mengarah pada status positif dan memerlukan penanganan segera.
“Jika sudah reaktif sifilis, itu secara klinis sudah mendekati positif sehingga langsung kami tindak lanjuti dengan pengobatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyebut Dinkes Ketapang telah menyiapkan layanan Puskesmas PDP (Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan) bagi orang dengan HIV/AIDS. Layanan tersebut mencakup pengobatan, pemantauan kesehatan, serta pendampingan untuk menekan risiko penularan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
“Seluruh kasus yang terdeteksi sudah kami intervensi melalui pengobatan, pengawasan, dan pemantauan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini