Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sabtu, 07 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com – Kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Kayong Utara kembali menjadi buah bibir. Kali ini, Puskesmas Sukadana menuai kritik pedas setelah seorang pasien lanjut usia (lansia) ditemukan terbaring lemas di kursi tunggu akibat lambannya penanganan medis pada Sabtu (07/03/2026).
Menurut penuturan Andi, keluarga pasien, kondisi orang tuanya yang sudah lemah membuatnya tidak mampu duduk tegak dalam waktu lama. Meski keluarga sudah memberikan informasi mengenai kondisi khusus tersebut kepada petugas, respons yang diterima dinilai tidak akomodatif.
“Kami sudah menyampaikan kepada petugas bahwa orang tua kami sedang sakit dan sulit untuk duduk terlalu lama. Namun sampai beberapa waktu masih harus menunggu antrean,” ujar Andi kepada awak media.
Insiden di Puskesmas Sukadana ini seolah membuka kotak pandora terkait bobroknya manajemen fasilitas kesehatan di daerah tersebut. Berdasarkan penelusuran dan laporan warga, ketidakprofesionalan petugas medis bukan sekali ini saja terjadi.
Belum lama ini, kasus serupa juga terjadi di Puskesmas Teluk Melano. Saat itu, seorang pasien dalam kondisi darurat tidak segera mendapatkan penanganan karena kekosongan petugas.
Diketahui hanya ada dua petugas yang berjaga, itu pun merupakan sisa sif malam. Sementara petugas sif pagi dilaporkan belum juga tiba di lokasi hingga pukul 08.00 WIB.
Tak hanya soal keterlambatan penanganan, aspek etika petugas juga menjadi sorotan tajam. Beberapa waktu lalu, sempat viral laporan mengenai pihak bagian pengaduan yang justru membentak keluarga pasien saat mereka mencoba menanyakan prosedur atau meminta bantuan.
Beberapa warga yang berada di lokasi Puskesmas Sukadana menilai bahwa sistem triase (prioritas penanganan berdasarkan kegawatdaruratan) dan empati terhadap pasien khusus seperti lansia masih sangat minim.
"Seharusnya ada prioritas untuk lansia atau yang kondisinya sudah gawat. Jangan semua dipukul rata dengan antrean reguler sampai harus terbaring di kursi tunggu," keluh salah satu warga.
Masyarakat kini menuntut adanya evaluasi menyeluruh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara. Warga berharap adanya peningkatan kualitas pelayanan agar masyarakat bisa mendapatkan hak kesehatan yang cepat, ramah, dan profesional, tanpa harus dihantui oleh sikap kasar petugas maupun kelalaian jam kerja.
Sementara, hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari dinas terkait. (Sans)
KALBARONLINE.com – Kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Kayong Utara kembali menjadi buah bibir. Kali ini, Puskesmas Sukadana menuai kritik pedas setelah seorang pasien lanjut usia (lansia) ditemukan terbaring lemas di kursi tunggu akibat lambannya penanganan medis pada Sabtu (07/03/2026).
Menurut penuturan Andi, keluarga pasien, kondisi orang tuanya yang sudah lemah membuatnya tidak mampu duduk tegak dalam waktu lama. Meski keluarga sudah memberikan informasi mengenai kondisi khusus tersebut kepada petugas, respons yang diterima dinilai tidak akomodatif.
“Kami sudah menyampaikan kepada petugas bahwa orang tua kami sedang sakit dan sulit untuk duduk terlalu lama. Namun sampai beberapa waktu masih harus menunggu antrean,” ujar Andi kepada awak media.
Insiden di Puskesmas Sukadana ini seolah membuka kotak pandora terkait bobroknya manajemen fasilitas kesehatan di daerah tersebut. Berdasarkan penelusuran dan laporan warga, ketidakprofesionalan petugas medis bukan sekali ini saja terjadi.
Belum lama ini, kasus serupa juga terjadi di Puskesmas Teluk Melano. Saat itu, seorang pasien dalam kondisi darurat tidak segera mendapatkan penanganan karena kekosongan petugas.
Diketahui hanya ada dua petugas yang berjaga, itu pun merupakan sisa sif malam. Sementara petugas sif pagi dilaporkan belum juga tiba di lokasi hingga pukul 08.00 WIB.
Tak hanya soal keterlambatan penanganan, aspek etika petugas juga menjadi sorotan tajam. Beberapa waktu lalu, sempat viral laporan mengenai pihak bagian pengaduan yang justru membentak keluarga pasien saat mereka mencoba menanyakan prosedur atau meminta bantuan.
Beberapa warga yang berada di lokasi Puskesmas Sukadana menilai bahwa sistem triase (prioritas penanganan berdasarkan kegawatdaruratan) dan empati terhadap pasien khusus seperti lansia masih sangat minim.
"Seharusnya ada prioritas untuk lansia atau yang kondisinya sudah gawat. Jangan semua dipukul rata dengan antrean reguler sampai harus terbaring di kursi tunggu," keluh salah satu warga.
Masyarakat kini menuntut adanya evaluasi menyeluruh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara. Warga berharap adanya peningkatan kualitas pelayanan agar masyarakat bisa mendapatkan hak kesehatan yang cepat, ramah, dan profesional, tanpa harus dihantui oleh sikap kasar petugas maupun kelalaian jam kerja.
Sementara, hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari dinas terkait. (Sans)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini