Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
kum harapan bank kalbar
Berkat KUM Harapan Bank Kalbar, Galeri Sintang Milik Ibu Sumjulia Tembus Pasar Sarawak
Berkat KUM Harapan Bank Kalbar, Galeri Sintang Milik Ibu Sumjulia Tembus Pasar Sarawak
Friday, 23/10/2026

KALBARONLINE.com – Berawal dari usaha kecil yang dirintis di rumah pada 2022, Galeri Sintang milik Sumjulia kini berkembang menjadi usaha yang memasarkan produk kerajinan dan tenun ikat khas Sintang hingga Sarawak, Malaysia.

Perkembangan usaha tersebut tidak terlepas dari dukungan permodalan melalui Kredit Usaha Mikro (KUM) Harapan Bank Kalbar. Fasilitas kredit itu membantu Sumjulia menambah persediaan produk sekaligus mengembangkan usaha yang turut memberdayakan perempuan penenun lokal di Kabupaten Sintang.

Galeri Sintang menawarkan beragam produk khas daerah, terutama Tenun Ikat Sintang yang dibuat secara manual dengan teknik tradisional oleh perempuan-perempuan setempat.

Produk yang tersedia tidak hanya berupa kain tenun, tetapi juga pakaian modern, syal, topi, tas anyaman, hingga aksesori seperti bando dan anting-anting berbahan perca tenun.

Kreasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan warisan budaya lokal dalam bentuk produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk sebagai bagian dari tren fesyen masa kini.

Namun, dalam mengembangkan usaha, Sumjulia sempat menghadapi kendala permodalan, terutama untuk menambah persediaan barang. Sebelum mendapatkan dukungan kredit dari Bank Kalbar, stok produk di galerinya hanya sekitar lima buah.

“Sejak diberikan kredit oleh Bank Kalbar, usaha saya semakin berkembang dengan pesat,” ungkap Sumjulia.

Setelah memperoleh fasilitas KUM Harapan Bank Kalbar, persediaan produk di Galeri Sintang meningkat menjadi sekitar 15 hingga 25 buah. Tambahan modal tersebut memberikan ruang bagi Sumjulia untuk menyediakan lebih banyak pilihan produk bagi pelanggan.

Perkembangan Galeri Sintang juga terlihat dari jangkauan pemasarannya. Produk tenun ikat khas Sintang yang dipasarkan melalui galeri tersebut kini telah menjangkau konsumen hingga Sarawak, Malaysia.

Capaian itu menunjukkan bahwa produk kerajinan daerah memiliki peluang untuk menjangkau pasar di luar wilayah asalnya, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Barat kepada masyarakat yang lebih luas.

Selain dukungan permodalan, Galeri Sintang juga memanfaatkan teknologi pembayaran digital melalui QRIS Bank Kalbar. Penggunaan sistem pembayaran ini memudahkan pelanggan melakukan transaksi tanpa harus selalu menggunakan uang tunai.

Di balik perkembangan usaha tersebut, Galeri Sintang juga melibatkan perempuan-perempuan lokal dalam produksi tenun ikat. Proses pembuatan yang dilakukan secara manual dan tradisional menjadi bagian penting dalam menjaga karakter serta identitas kain khas Sintang.

Pada akhir wawancara, Sumjulia mengajak masyarakat yang ingin memulai atau mengembangkan usaha agar tidak ragu memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari Bank Kalbar.

“Saya mengajak masyarakat untuk mengembangkan usahanya dengan mengambil kredit di Bank Kalbar. Karena prosesnya sangat mudah, cepat, sesuai dengan iklannya. Prosesnya bisa cepat asalkan semua dokumen atau kelengkapannya lengkap,” tuturnya.

Kisah Galeri Sintang menjadi gambaran perjalanan UMKM lokal dalam mengembangkan produk berbasis budaya, memperluas pemasaran, dan memberdayakan masyarakat. Melalui fasilitas KUM Harapan dan layanan digital, Bank Kalbar hadir sebagai mitra permodalan bagi pelaku usaha untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah, sejalan dengan semangat “Bersama Membangun Indonesia”.