Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 23 October 2026 |
KALBARONLINE.com – Berawal dari usaha kecil yang dirintis di rumah pada 2022, Galeri Sintang milik Sumjulia kini berkembang menjadi usaha yang memasarkan produk kerajinan dan tenun ikat khas Sintang hingga Sarawak, Malaysia.
Perkembangan usaha tersebut tidak terlepas dari dukungan permodalan melalui Kredit Usaha Mikro (KUM) Harapan Bank Kalbar. Fasilitas kredit itu membantu Sumjulia menambah persediaan produk sekaligus mengembangkan usaha yang turut memberdayakan perempuan penenun lokal di Kabupaten Sintang.
Galeri Sintang menawarkan beragam produk khas daerah, terutama Tenun Ikat Sintang yang dibuat secara manual dengan teknik tradisional oleh perempuan-perempuan setempat.
Produk yang tersedia tidak hanya berupa kain tenun, tetapi juga pakaian modern, syal, topi, tas anyaman, hingga aksesori seperti bando dan anting-anting berbahan perca tenun.
Kreasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan warisan budaya lokal dalam bentuk produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk sebagai bagian dari tren fesyen masa kini.
Namun, dalam mengembangkan usaha, Sumjulia sempat menghadapi kendala permodalan, terutama untuk menambah persediaan barang. Sebelum mendapatkan dukungan kredit dari Bank Kalbar, stok produk di galerinya hanya sekitar lima buah.
“Sejak diberikan kredit oleh Bank Kalbar, usaha saya semakin berkembang dengan pesat,” ungkap Sumjulia.
Setelah memperoleh fasilitas KUM Harapan Bank Kalbar, persediaan produk di Galeri Sintang meningkat menjadi sekitar 15 hingga 25 buah. Tambahan modal tersebut memberikan ruang bagi Sumjulia untuk menyediakan lebih banyak pilihan produk bagi pelanggan.
Perkembangan Galeri Sintang juga terlihat dari jangkauan pemasarannya. Produk tenun ikat khas Sintang yang dipasarkan melalui galeri tersebut kini telah menjangkau konsumen hingga Sarawak, Malaysia.
Capaian itu menunjukkan bahwa produk kerajinan daerah memiliki peluang untuk menjangkau pasar di luar wilayah asalnya, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Barat kepada masyarakat yang lebih luas.
Selain dukungan permodalan, Galeri Sintang juga memanfaatkan teknologi pembayaran digital melalui QRIS Bank Kalbar. Penggunaan sistem pembayaran ini memudahkan pelanggan melakukan transaksi tanpa harus selalu menggunakan uang tunai.
Di balik perkembangan usaha tersebut, Galeri Sintang juga melibatkan perempuan-perempuan lokal dalam produksi tenun ikat. Proses pembuatan yang dilakukan secara manual dan tradisional menjadi bagian penting dalam menjaga karakter serta identitas kain khas Sintang.
Pada akhir wawancara, Sumjulia mengajak masyarakat yang ingin memulai atau mengembangkan usaha agar tidak ragu memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari Bank Kalbar.
“Saya mengajak masyarakat untuk mengembangkan usahanya dengan mengambil kredit di Bank Kalbar. Karena prosesnya sangat mudah, cepat, sesuai dengan iklannya. Prosesnya bisa cepat asalkan semua dokumen atau kelengkapannya lengkap,” tuturnya.
Kisah Galeri Sintang menjadi gambaran perjalanan UMKM lokal dalam mengembangkan produk berbasis budaya, memperluas pemasaran, dan memberdayakan masyarakat. Melalui fasilitas KUM Harapan dan layanan digital, Bank Kalbar hadir sebagai mitra permodalan bagi pelaku usaha untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah, sejalan dengan semangat “Bersama Membangun Indonesia”.
KALBARONLINE.com – Berawal dari usaha kecil yang dirintis di rumah pada 2022, Galeri Sintang milik Sumjulia kini berkembang menjadi usaha yang memasarkan produk kerajinan dan tenun ikat khas Sintang hingga Sarawak, Malaysia.
Perkembangan usaha tersebut tidak terlepas dari dukungan permodalan melalui Kredit Usaha Mikro (KUM) Harapan Bank Kalbar. Fasilitas kredit itu membantu Sumjulia menambah persediaan produk sekaligus mengembangkan usaha yang turut memberdayakan perempuan penenun lokal di Kabupaten Sintang.
Galeri Sintang menawarkan beragam produk khas daerah, terutama Tenun Ikat Sintang yang dibuat secara manual dengan teknik tradisional oleh perempuan-perempuan setempat.
Produk yang tersedia tidak hanya berupa kain tenun, tetapi juga pakaian modern, syal, topi, tas anyaman, hingga aksesori seperti bando dan anting-anting berbahan perca tenun.
Kreasi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan warisan budaya lokal dalam bentuk produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk sebagai bagian dari tren fesyen masa kini.
Namun, dalam mengembangkan usaha, Sumjulia sempat menghadapi kendala permodalan, terutama untuk menambah persediaan barang. Sebelum mendapatkan dukungan kredit dari Bank Kalbar, stok produk di galerinya hanya sekitar lima buah.
“Sejak diberikan kredit oleh Bank Kalbar, usaha saya semakin berkembang dengan pesat,” ungkap Sumjulia.
Setelah memperoleh fasilitas KUM Harapan Bank Kalbar, persediaan produk di Galeri Sintang meningkat menjadi sekitar 15 hingga 25 buah. Tambahan modal tersebut memberikan ruang bagi Sumjulia untuk menyediakan lebih banyak pilihan produk bagi pelanggan.
Perkembangan Galeri Sintang juga terlihat dari jangkauan pemasarannya. Produk tenun ikat khas Sintang yang dipasarkan melalui galeri tersebut kini telah menjangkau konsumen hingga Sarawak, Malaysia.
Capaian itu menunjukkan bahwa produk kerajinan daerah memiliki peluang untuk menjangkau pasar di luar wilayah asalnya, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Barat kepada masyarakat yang lebih luas.
Selain dukungan permodalan, Galeri Sintang juga memanfaatkan teknologi pembayaran digital melalui QRIS Bank Kalbar. Penggunaan sistem pembayaran ini memudahkan pelanggan melakukan transaksi tanpa harus selalu menggunakan uang tunai.
Di balik perkembangan usaha tersebut, Galeri Sintang juga melibatkan perempuan-perempuan lokal dalam produksi tenun ikat. Proses pembuatan yang dilakukan secara manual dan tradisional menjadi bagian penting dalam menjaga karakter serta identitas kain khas Sintang.
Pada akhir wawancara, Sumjulia mengajak masyarakat yang ingin memulai atau mengembangkan usaha agar tidak ragu memanfaatkan fasilitas pembiayaan dari Bank Kalbar.
“Saya mengajak masyarakat untuk mengembangkan usahanya dengan mengambil kredit di Bank Kalbar. Karena prosesnya sangat mudah, cepat, sesuai dengan iklannya. Prosesnya bisa cepat asalkan semua dokumen atau kelengkapannya lengkap,” tuturnya.
Kisah Galeri Sintang menjadi gambaran perjalanan UMKM lokal dalam mengembangkan produk berbasis budaya, memperluas pemasaran, dan memberdayakan masyarakat. Melalui fasilitas KUM Harapan dan layanan digital, Bank Kalbar hadir sebagai mitra permodalan bagi pelaku usaha untuk mengembangkan potensi ekonomi daerah, sejalan dengan semangat “Bersama Membangun Indonesia”.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini