Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
masker
Peduli Kabut Asap, Jemaah Berkah Sudut Salurkan 4.000 Masker untuk Warga Ketapang
Peduli Kabut Asap, Jemaah Berkah Sudut Salurkan 4.000 Masker untuk Warga Ketapang
Thursday, 22/10/2026

KALBARONLINE.com – Di tengah kabut asap yang kembali menyelimuti Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Jemaah Berkah Sudut membagikan ribuan masker gratis kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak buruk kualitas udara.

Sebanyak 2.000 masker dibagikan kepada pengguna jalan di perempatan Bundaran Kauman, Jalan Wolter Monginsidi, Kecamatan Benua Kayong, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini bertujuan membantu warga melindungi diri saat beraktivitas di tengah kabut asap.

Koordinator aksi, Pendi, mengatakan kegiatan tersebut berangkat dari kepedulian sosial dan kebersamaan para jemaah masjid di Kabupaten Ketapang.

Menurutnya, Jemaah Berkah Sudut bermula dari kebiasaan para jemaah berkumpul di warung kopi setelah menunaikan salat Subuh. Dari kebersamaan itu, mereka kemudian menggagas berbagai kegiatan sosial untuk membantu masyarakat.

“Ini kegiatan kemanusiaan. Kami hanya komunitas di warung kopi, berkumpul bersama para jemaah masjid setiap selesai salat Subuh. Dari situ, kami membuat program untuk berbuat kebaikan kepada masyarakat,” ujar Pendi seusai kegiatan.

Ia menjelaskan, pembagian masker dilakukan karena kondisi kabut asap di Ketapang dinilai semakin memprihatinkan dan telah berlangsung cukup lama.

“Kita melihat Kabupaten Ketapang ini semakin hari semakin gelap. Sudah berjalan kurang lebih empat bulan kalau tidak salah. Di mana-mana kita dikelilingi asap kabut,” katanya.

Dalam aksi tersebut, Jemaah Berkah Sudut mendapat dukungan dari Wana Aksara, lembaga yang bergerak di bidang lingkungan. Dukungan tersebut membantu kelancaran penyaluran masker kepada masyarakat.

Sebelumnya, komunitas ini juga telah membagikan sekitar 2.000 masker di Bundaran Tugu Ale-Ale. Dengan tambahan pembagian di Bundaran Kauman, total masker yang telah disalurkan mencapai sekitar 4.000 lembar.

Pendi menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung kegiatan kemanusiaan tersebut. Ia berharap semakin banyak elemen masyarakat yang tergerak untuk membantu warga menghadapi dampak kabut asap.

“Kami akan mengupayakan dan sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak yang bisa berkontribusi membantu mengatasi persoalan kesehatan masyarakat akibat kabut asap yang sangat luar biasa ini,” tuturnya.

Saat ini, Jemaah Berkah Sudut memiliki sekitar 50 anggota aktif. Mereka berupaya menjadikan kebersamaan para jemaah dari berbagai masjid sebagai wadah untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Di tengah persoalan kabut asap yang masih membayangi Ketapang, pembagian masker ini menjadi salah satu bentuk solidaritas warga. Meski sederhana, kegiatan tersebut diharapkan membantu masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan sekaligus mendorong kepedulian bersama terhadap dampak kabut asap. (Adi LC)

Belajar Daring, Siswi SMKN 5 Pontianak Sulap Kain Sisa Jadi Masker untuk Warga Kubu Raya
Belajar Daring, Siswi SMKN 5 Pontianak Sulap Kain Sisa Jadi Masker untuk Warga Kubu Raya
Friday, 18/09/2026

KALBARONLINE.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat aktivitas belajar sejumlah siswa di Kalimantan Barat dilakukan secara daring. Namun, kondisi tersebut justru dimanfaatkan Suci, siswi SMKN 5 Pontianak jurusan Busana, untuk membuat masker bagi warga di sekitar tempat tinggalnya di Desa Kuala II, Kabupaten Kubu Raya.

Saat pembelajaran daring, Suci bersama temannya, Citra, memanfaatkan sisa bahan produksi pakaian untuk membuat masker kain. Masker yang mereka hasilkan kemudian dibagikan kepada warga yang melintas di sekitar tempat tinggal mereka.

Suci mengatakan ide tersebut muncul karena pembagian masker bantuan dinilai lebih banyak dilakukan di wilayah perkotaan. Sementara itu, warga di lingkungan tempat tinggalnya masih belum banyak mendapatkan bantuan masker.

“Pas pelajaran daring, saya memanfaatkan kesempatan untuk membuat masker dan membagikannya kepada warga sekitar,” kata Suci.

Selain membantu warga menghadapi kabut asap, kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Suci untuk mengasah keterampilan menjahit yang dipelajarinya di sekolah.

“Jadi, saya juga sambil mengasah kemampuan dan melatih lagi supaya lebih pandai menjahit,” ujarnya.

Masker yang dibuat Suci dan Citra menggunakan kain-kain sisa produksi pakaian. Bahan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah tersebut mereka manfaatkan kembali menjadi produk yang bisa digunakan warga.

“Sisa-sisa kainnya kami manfaatkan untuk dibuat menjadi masker,” katanya.

Untuk membuat satu masker, Suci membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 20 menit. Menariknya, kemampuan menjahit tersebut awalnya tidak dimiliki Suci.

Ketertarikannya belajar menjahit justru muncul setelah melihat konten menjahit di TikTok.

“Awalnya saya belum bisa. Cuma karena saya lihat di TikTok, wah, kayaknya seru dan bisa jadi pengalaman baru. Jadi, saya coba masuk sini dan mulai tahu tahap-tahap cara menjahitnya,” tuturnya.

Kini, bersama Citra, Suci telah membuat ratusan masker untuk dibagikan kepada warga di wilayah yang membutuhkan.

Suci berharap kabut asap akibat karhutla segera berakhir dan hujan kembali turun sehingga kondisi udara membaik.

“Harapannya, semoga kabut asap ini cepat selesai dan cepat hilang. Semoga hujan juga cepat turun,” pungkasnya. (Lid)

Antisipasi Kabut Asap, Dinkes Kayong Utara Bagikan Ribuan Masker Gratis untuk Warga
Antisipasi Kabut Asap, Dinkes Kayong Utara Bagikan Ribuan Masker Gratis untuk Warga
Monday, 10/08/2026

KALBARONLINE.com – Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kayong Utara membagikan ribuan masker gratis kepada masyarakat di sejumlah ruas jalan utama dan titik keramaian. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko gangguan saluran pernapasan akibat paparan kabut asap yang semakin pekat di tengah musim kemarau.

Pembagian masker diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang rentan terhadap dampak polusi udara, seperti anak-anak sekolah dan lanjut usia (lansia). Meski demikian, imbauan pencegahan tetap ditujukan kepada seluruh masyarakat Kayong Utara agar menjaga kesehatan selama kondisi udara belum membaik.

Kepala Dinas Kesehatan Kayong Utara, dr. Maria Fransisca, menegaskan pentingnya kewaspadaan bersama dalam menghadapi kondisi tersebut.

"Kami utamakan anak-anak sekolah dahulu, juga para lansia. Hal ini karena kelompok tersebut yang cukup rentan. Namun sebetulnya seluruh lapisan masyarakat kami imbau untuk meminimalisir aktivitas di luar rumah, mengenakan masker jika harus bepergian, minum air putih yang cukup, serta segera ke faskes jika ada keluhan saluran pernapasan seperti batuk, nyeri tenggorokan, dan sesak napas," ujar dr. Maria Fransisca saat dikonfirmasi awak media, Senin (10/8/2026).

Selain pembagian masker, Dinas Kesehatan juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah pencegahan dampak kabut asap. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat bepergian, mencukupi kebutuhan air putih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami keluhan pada saluran pernapasan.

Melalui pembagian masker dan edukasi tersebut, Dinas Kesehatan berharap masyarakat semakin waspada terhadap potensi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) serta tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat selama kondisi kemarau masih berlangsung. (Sans)