Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Friday, 18 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat aktivitas belajar sejumlah siswa di Kalimantan Barat dilakukan secara daring. Namun, kondisi tersebut justru dimanfaatkan Suci, siswi SMKN 5 Pontianak jurusan Busana, untuk membuat masker bagi warga di sekitar tempat tinggalnya di Desa Kuala II, Kabupaten Kubu Raya.
Saat pembelajaran daring, Suci bersama temannya, Citra, memanfaatkan sisa bahan produksi pakaian untuk membuat masker kain. Masker yang mereka hasilkan kemudian dibagikan kepada warga yang melintas di sekitar tempat tinggal mereka.
Suci mengatakan ide tersebut muncul karena pembagian masker bantuan dinilai lebih banyak dilakukan di wilayah perkotaan. Sementara itu, warga di lingkungan tempat tinggalnya masih belum banyak mendapatkan bantuan masker.
“Pas pelajaran daring, saya memanfaatkan kesempatan untuk membuat masker dan membagikannya kepada warga sekitar,” kata Suci.
Selain membantu warga menghadapi kabut asap, kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Suci untuk mengasah keterampilan menjahit yang dipelajarinya di sekolah.
“Jadi, saya juga sambil mengasah kemampuan dan melatih lagi supaya lebih pandai menjahit,” ujarnya.
Masker yang dibuat Suci dan Citra menggunakan kain-kain sisa produksi pakaian. Bahan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah tersebut mereka manfaatkan kembali menjadi produk yang bisa digunakan warga.
“Sisa-sisa kainnya kami manfaatkan untuk dibuat menjadi masker,” katanya.
Untuk membuat satu masker, Suci membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 20 menit. Menariknya, kemampuan menjahit tersebut awalnya tidak dimiliki Suci.
Ketertarikannya belajar menjahit justru muncul setelah melihat konten menjahit di TikTok.
“Awalnya saya belum bisa. Cuma karena saya lihat di TikTok, wah, kayaknya seru dan bisa jadi pengalaman baru. Jadi, saya coba masuk sini dan mulai tahu tahap-tahap cara menjahitnya,” tuturnya.
Kini, bersama Citra, Suci telah membuat ratusan masker untuk dibagikan kepada warga di wilayah yang membutuhkan.
Suci berharap kabut asap akibat karhutla segera berakhir dan hujan kembali turun sehingga kondisi udara membaik.
“Harapannya, semoga kabut asap ini cepat selesai dan cepat hilang. Semoga hujan juga cepat turun,” pungkasnya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat aktivitas belajar sejumlah siswa di Kalimantan Barat dilakukan secara daring. Namun, kondisi tersebut justru dimanfaatkan Suci, siswi SMKN 5 Pontianak jurusan Busana, untuk membuat masker bagi warga di sekitar tempat tinggalnya di Desa Kuala II, Kabupaten Kubu Raya.
Saat pembelajaran daring, Suci bersama temannya, Citra, memanfaatkan sisa bahan produksi pakaian untuk membuat masker kain. Masker yang mereka hasilkan kemudian dibagikan kepada warga yang melintas di sekitar tempat tinggal mereka.
Suci mengatakan ide tersebut muncul karena pembagian masker bantuan dinilai lebih banyak dilakukan di wilayah perkotaan. Sementara itu, warga di lingkungan tempat tinggalnya masih belum banyak mendapatkan bantuan masker.
“Pas pelajaran daring, saya memanfaatkan kesempatan untuk membuat masker dan membagikannya kepada warga sekitar,” kata Suci.
Selain membantu warga menghadapi kabut asap, kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi Suci untuk mengasah keterampilan menjahit yang dipelajarinya di sekolah.
“Jadi, saya juga sambil mengasah kemampuan dan melatih lagi supaya lebih pandai menjahit,” ujarnya.
Masker yang dibuat Suci dan Citra menggunakan kain-kain sisa produksi pakaian. Bahan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah tersebut mereka manfaatkan kembali menjadi produk yang bisa digunakan warga.
“Sisa-sisa kainnya kami manfaatkan untuk dibuat menjadi masker,” katanya.
Untuk membuat satu masker, Suci membutuhkan waktu sekitar 10 hingga 20 menit. Menariknya, kemampuan menjahit tersebut awalnya tidak dimiliki Suci.
Ketertarikannya belajar menjahit justru muncul setelah melihat konten menjahit di TikTok.
“Awalnya saya belum bisa. Cuma karena saya lihat di TikTok, wah, kayaknya seru dan bisa jadi pengalaman baru. Jadi, saya coba masuk sini dan mulai tahu tahap-tahap cara menjahitnya,” tuturnya.
Kini, bersama Citra, Suci telah membuat ratusan masker untuk dibagikan kepada warga di wilayah yang membutuhkan.
Suci berharap kabut asap akibat karhutla segera berakhir dan hujan kembali turun sehingga kondisi udara membaik.
“Harapannya, semoga kabut asap ini cepat selesai dan cepat hilang. Semoga hujan juga cepat turun,” pungkasnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini