Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
pj sekda kalbar
Antrean BBM Terjadi di Sejumlah Daerah, Pj Sekda Kalbar Bakal Koordinasi dengan Pertamina
Antrean BBM Terjadi di Sejumlah Daerah, Pj Sekda Kalbar Bakal Koordinasi dengan Pertamina
Monday, 12/10/2026

KALBARONLINE.com – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat, Hendra, akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk menelusuri penyebab antrean panjang dan kendala pasokan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah di Kalbar.

Hendra mengaku baru menerima informasi mengenai persoalan tersebut. Ia menyatakan akan segera berkomunikasi dengan Pertamina dan pihak terkait untuk memastikan penyebab antrean serta kondisi distribusi BBM di lapangan.

“Terus terang, saya baru mengetahui informasi ini sekarang. Nanti akan segera saya koordinasikan dengan Pertamina dan pihak terkait,” kata Hendra, Senin (12/10/2026).

Ia menduga kondisi Sungai Kapuas dan faktor cuaca, termasuk hujan, mungkin turut memengaruhi distribusi BBM ke sejumlah wilayah. Namun, Hendra menegaskan bahwa penyebab pasti persoalan tersebut perlu ditelusuri melalui koordinasi dengan pihak terkait.

“Faktor hujan juga perlu diperhatikan karena bisa menjadi salah satu penyebabnya. Namun, nanti saya izin berkoordinasi terlebih dahulu dengan rekan-rekan terkait,” ujarnya.

Hendra juga akan memastikan wilayah mana saja yang mengalami kendala pasokan BBM. Salah satu informasi yang ingin ditelusurinya adalah kondisi pasokan di SPBU Pancasila, Pontianak, yang disebut sempat mengalami kendala.

Ia menyatakan akan menelusuri persoalan tersebut sebelum menyampaikan keterangan lebih lanjut mengenai penyebab antrean dan kondisi distribusi BBM di Kalimantan Barat. (Lid)

Pemprov Kalbar Buka Seleksi Sekda, Calon Maksimal Berusia 57 Tahun saat Pelantikan
Pemprov Kalbar Buka Seleksi Sekda, Calon Maksimal Berusia 57 Tahun saat Pelantikan
Monday, 12/10/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat membuka Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya untuk mengisi posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Barat. Proses seleksi tersebut dimulai pada 6 Oktober 2026.

Penjabat (Pj) Sekda Kalbar, Hendra, mengatakan pendaftaran calon Sekda dilakukan secara daring selama dua pekan. Setelah pendaftaran ditutup, panitia akan melanjutkan proses seleksi administrasi, penelusuran rekam jejak, hingga wawancara.

“Setelah itu, ada proses administrasi, kemudian rekap jejak dan selanjutnya proses wawancara. Setelah itu, baru ditetapkan siapa yang masuk tiga besar,” ujarnya, Senin (12/10/2026).

Hendra menjelaskan, salah satu persyaratan utama bagi calon Sekda adalah berusia di bawah 58 tahun saat pelantikan. Dengan demikian, calon harus belum mencapai usia 58 tahun ketika dilantik.

Selain itu, peserta wajib memenuhi persyaratan untuk jabatan pimpinan tinggi pratama serta memiliki kondisi jasmani dan rohani yang sehat.

“Kalau saya sendiri sudah tidak bisa ikut karena usia saya sudah 58 tahun,” ujarnya.

Terkait tim seleksi, Hendra menyebut unsur yang dilibatkan berasal dari pemerintah pusat, Pemprov Kalbar, dan kalangan profesional. Akademisi juga turut dilibatkan, dengan Dr. Helman disebut sebagai ketua tim seleksi.

Seleksi terbuka ini akan menghasilkan tiga nama kandidat yang selanjutnya mengikuti tahapan penetapan Sekda Kalbar. (Lid)