Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
revitalisasi sekolah
Revitalisasi Sekolah di Pontianak Berlanjut, Edi Kamtono Apresiasi Bantuan Pemerintah Pusat
Revitalisasi Sekolah di Pontianak Berlanjut, Edi Kamtono Apresiasi Bantuan Pemerintah Pusat
Thursday, 15/10/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengapresiasi program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program tersebut dinilai membantu pemerintah daerah memperbaiki sarana pendidikan di tengah keterbatasan kemampuan fiskal.

Pada 2025, Kota Pontianak memperoleh bantuan revitalisasi untuk empat sekolah dasar (SD), delapan sekolah menengah pertama (SMP), serta satu satuan pendidikan TK/PAUD. Sementara pada 2026, bantuan tersebut menjangkau enam SD, enam SMP, 28 TK/PAUD, dan dua satuan pendidikan nonformal.

“Program pusat ini sangat membantu. Dengan kemampuan fiskal daerah yang terbatas, bantuan revitalisasi akan mempercepat target pembangunan Kota Pontianak, khususnya di sektor pendidikan,” jelas Edi usai meninjau progres pembangunan di SDN 28 Pontianak, Kamis (15/10/2026).

Edi mengatakan, pekerjaan revitalisasi saat ini masih berlangsung dan diharapkan dapat diselesaikan sesuai target. Pemerintah Kota Pontianak juga akan melengkapi secara bertahap kebutuhan sekolah yang belum terakomodasi melalui program pemerintah pusat.

Langkah tersebut dinilai penting agar hasil pembangunan dapat benar-benar menunjang kegiatan belajar mengajar.

“Kita ingin secara bertahap sekolah-sekolah di Kota Pontianak semakin mantap, representatif dan sehat. Kalau sarana sekolah baik dan nyaman, tentu akan berdampak terhadap kualitas proses belajar mengajar,” katanya.

Ia berharap program revitalisasi sekolah dapat terus berlanjut. Menurutnya, dukungan terhadap sektor pendidikan tidak hanya diperlukan dalam bentuk pembangunan fisik, tetapi juga penyediaan perlengkapan pembelajaran yang mendukung transformasi pendidikan.

“Harapannya tentu berkelanjutan. Tidak hanya fisik, tetapi juga peralatan seperti perangkat pembelajaran digital dan perlengkapan lainnya yang menunjang kualitas pendidikan,” ujarnya.

Edi menegaskan, pembangunan fasilitas pendidikan harus bermuara pada terciptanya suasana belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

“Yang kita inginkan bukan sekadar gedungnya selesai, tetapi sekolah itu benar-benar menjadi tempat yang nyaman, sehat dan mendukung anak-anak kita belajar dengan lebih baik,” pungkasnya. (*)

Pontianak Terima Rp27 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah, Abdul Mu'ti: Kalau Ada Korupsi, Lapor ke Saya
Pontianak Terima Rp27 Miliar untuk Revitalisasi Sekolah, Abdul Mu'ti: Kalau Ada Korupsi, Lapor ke Saya
Friday, 26/06/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp27,014 miliar untuk program revitalisasi satuan pendidikan di Kota Pontianak pada 2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan seluruh anggaran tersebut harus dikelola secara transparan dan bebas dari praktik korupsi.

Pernyataan itu disampaikan Abdul Mu'ti usai meresmikan revitalisasi 27 satuan pendidikan di Kota Pontianak yang dipusatkan di SD Negeri 05 Pontianak Timur, Kamis (25/6/2026).

"Tidak boleh ada uang rakyat yang dikorupsi. Tidak ada serupiah pun uang rakyat disalahgunakan. Silakan lapor kepada kami, jangan takut. Kami akan menjamin kerahasiaan bapak ibu semuanya," tegasnya.

Abdul Mu'ti meminta masyarakat, khususnya para guru, segera melaporkan jika menemukan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan program revitalisasi sekolah. Ia menekankan, laporan sebaiknya disertai bukti pendukung dan identitas pihak yang mengatasnamakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Tentu saja disertakan dengan data-data dan nama orang yang mengatasnamakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ini komitmen kami agar program revitalisasi dapat berjalan dengan baik, anggarannya terselenggara dengan sebaik-baiknya, bersih dari korupsi, bersih dari manipulasi untuk kepentingan bangsa dan negara," ujarnya.

Program revitalisasi sekolah di Kota Pontianak telah berjalan sejak 2025. Saat itu, sebanyak 15 satuan pendidikan direvitalisasi, terdiri atas satu TK, empat SD, delapan SMP, dan dua SMA.

Pada 2026, program tersebut berlanjut dengan menyasar 12 satuan pendidikan lainnya, yakni dua TK, empat SD, satu SMP, satu SPNF SKB, satu PKBM, dan tiga SMA. Total anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat untuk program ini mencapai Rp27,014 miliar.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan seluruh lokasi revitalisasi yang akan dikerjakan pada 2026 telah melalui proses verifikasi dan mendapat persetujuan dari pemerintah pusat.

"Tahun 2026 juga sudah diserahkan pagu anggarannya dan lokasinya sudah diverifikasi, artinya sudah disetujui untuk dikerjakan tahun 2026. Total anggarannya Rp27 miliar," katanya.

Menurut Edi, pelaksanaan revitalisasi akan diawasi oleh komite sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, serta Dinas Pekerjaan Umum Kota Pontianak agar penggunaan anggaran sesuai dengan ketentuan.

Ia juga memastikan daya tampung sekolah di Kota Pontianak secara umum masih mencukupi, baik pada jenjang SD maupun SMP, dengan dukungan sekolah negeri, madrasah, dan sekolah swasta.

"Tiap tahun kita tetap menganggarkan pembangunan, baik rehabilitasi maupun pembangunan sekolah baru," pungkasnya. (Lid)