Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
sar pontianak
Hari Ketiga, Tim SAR Gabungan Intensif Cari Korban Diterkam Buaya di Sungai Karawang Kubu Raya
Hari Ketiga, Tim SAR Gabungan Intensif Cari Korban Diterkam Buaya di Sungai Karawang Kubu Raya
Friday, 26/06/2026

KALBARONLINE.com – Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian terhadap korban yang diduga diterkam buaya di Sungai Karawang, Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, pada hari ketiga operasi pencarian, Kamis (25/6/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, mengatakan, sejak pukul 06.00 WIB, tim kembali melakukan penyisiran permukaan di sekitar lokasi kejadian dengan radius pencarian mencapai 3 Nautical Mile (NM).

Korban yang hingga kini masih dalam pencarian diketahui bernama Sulyadi (41), yang diduga menjadi korban serangan buaya saat berada di perairan Sungai Karawang.

I Made Junetra menjelaskan, proses pencarian menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya adalah keberadaan buaya yang diduga masih berada di sekitar lokasi kejadian.

"Buaya sering tidak langsung meninggalkan lokasi serangan dan berpotensi menyerang kembali tim SAR maupun masyarakat yang ikut melakukan pencarian. Oleh karena itu, seluruh personel diwajibkan selalu waspada serta menggunakan alat pelindung diri dan pengamanan ekstra," ujarnya.

Selain ancaman buaya, perilaku satwa tersebut yang kerap menyembunyikan mangsanya juga menjadi kendala dalam proses pencarian. Buaya biasanya menyimpan mangsa di bawah akar pohon, semak rawa, lubang tebing sungai, hingga tumpukan kayu, sehingga korban tidak selalu dapat ditemukan dalam waktu singkat.

"Pencarian difokuskan pada titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi buaya menyimpan mangsa," tambahnya.

Tantangan lainnya datang dari kondisi air Sungai Karawang yang keruh dengan tingkat visibilitas sangat rendah. Karakteristik sungai di wilayah Kalimantan yang berwarna coklat pekat membuat jarak pandang penyelam kerap kurang dari 50 sentimeter.

Di sisi lain, arus sungai yang cukup deras juga berpotensi membawa korban menjauh dari titik awal kejadian. Kondisi tersebut membuat Tim SAR harus melakukan perhitungan drift sekaligus memperluas area pencarian agar peluang menemukan korban semakin besar.

Hingga berita ini diterbitkan, Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap Sulyadi dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang bertugas di lapangan. (*)

Hilang Dua Hari di Ladang, Kakek Molyadi Akhirnya Ditemukan Selamat di Ketapang
Hilang Dua Hari di Ladang, Kakek Molyadi Akhirnya Ditemukan Selamat di Ketapang
Thursday, 15/01/2026


KALBARONLINE.com — Setelah dua hari dinyatakan hilang, Kakek Molyadi (60), warga Desa Tajok Kayong, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat oleh Tim SAR gabungan, Kamis (15/1/2026).

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan kronologi awal hilangnya Molyadi. Peristiwa bermula pada Senin, 13 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, saat korban pamit kepada keluarga untuk pergi ke ladang. Namun hingga pukul 14.00 WIB, Molyadi tak kunjung kembali ke rumah.

Merasa khawatir, sang istri, Sahara, bersama seorang kerabat bernama Delvin, langsung menyusul ke ladang untuk memastikan kondisi korban. Sayangnya, upaya pencarian awal tersebut tidak membuahkan hasil.

“Ketika keluarga tiba di ladang, korban tidak ditemukan. Korban juga memiliki riwayat cepat lelah dan penglihatan kabur, sehingga kekhawatiran keluarga semakin bertambah,” ujar Junetra.

Sebelum Tim SAR diterjunkan, anggota Koramil setempat bersama warga dan keluarga sempat melakukan pencarian secara mandiri. Namun hingga malam hari, keberadaan Molyadi belum juga diketahui, sehingga laporan resmi disampaikan ke Kantor SAR Pontianak.

Pencarian kemudian dilanjutkan oleh Tim SAR gabungan. Hasilnya, pada Kamis pagi sekitar pukul 09.15 WIB, Molyadi berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

“Korban ditemukan pada koordinat 1°36'42.00"S - 110°35'7.34"E, atau sekitar 2,37 kilometer dari lokasi awal kejadian,” jelas Junetra.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Dengan ditemukannya Molyadi, operasi pencarian pun resmi dihentikan.

“Pada pukul 10.00 WIB, SMC menyatakan operasi SAR selesai dan diusulkan penutupan operasi. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” tutup Junetra. (Red)

SAR Pontianak Tangani 95 Operasi Sepanjang 2025, 204 Korban Berhasil Diselamatkan
SAR Pontianak Tangani 95 Operasi Sepanjang 2025, 204 Korban Berhasil Diselamatkan
Friday, 09/01/2026


KALBARONLINE.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak mencatat telah melaksanakan 95 operasi SAR sepanjang tahun 2025 di wilayah Kalimantan Barat. Rangkaian operasi tersebut mencakup 39 kecelakaan kapal, 50 kondisi membahayakan manusia, serta 6 kejadian bencana alam.

Dari seluruh operasi SAR yang dilakukan, sebanyak 204 orang berhasil diselamatkan. Sementara itu, 48 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan 22 orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang atau belum ditemukan.

Data Kantor SAR Pontianak menunjukkan, kecelakaan kapal paling banyak terjadi pada bulan Februari, April, dan Oktober, masing-masing dengan lima kejadian. Untuk kategori kondisi membahayakan manusia, jumlah tertinggi tercatat pada bulan April dengan sembilan kejadian. Sedangkan bencana alam paling banyak terjadi pada bulan Januari dan Maret, masing-masing sebanyak tiga kejadian.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa tim SAR kerap menghadapi berbagai tantangan di lapangan, khususnya saat menangani kejadian banjir di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

“Kendala yang paling sering dihadapi saat banjir adalah arus air yang deras, akses lokasi yang terputus, cuaca ekstrem, serta keterbatasan sinyal komunikasi yang memengaruhi koordinasi di lapangan,” ujar Junetra.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses penanganan korban dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, dengan mengutamakan keselamatan personel maupun korban.

“Selama tahun 2025, Tim SAR mengevakuasi korban sesuai SOP. Korban selamat diberikan pertolongan pertama dan dibawa ke fasilitas kesehatan. Sementara korban meninggal kami evakuasi dengan mengedepankan keselamatan dan etika, lalu diserahkan kepada pihak berwenang serta keluarga,” jelasnya.

Memasuki tahun 2026, Kantor SAR Pontianak menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kemampuan, kesiapsiagaan, serta kecepatan respons dalam menangani berbagai kejadian darurat di Kalimantan Barat.

“Di tahun 2026, kami berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan respon dalam menangani seluruh kejadian yang membahayakan manusia di Kalimantan Barat, baik bencana alam, kecelakaan kapal, orang tenggelam, orang hilang di hutan, maupun kondisi darurat lainnya,” kata Junetra.

Kantor SAR Pontianak juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim cuaca ekstrem, serta segera melapor apabila terjadi keadaan darurat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. (Lid)

Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Masih Upayakan Temukan Kakek Toni di Sajingan
Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Masih Upayakan Temukan Kakek Toni di Sajingan
Friday, 02/01/2026


KALBARONLINE.com – Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap seorang kakek berusia 65 tahun bernama Toni, warga Desa Santaban, Kecamatan Sajingan, Kabupaten Sambas, yang dilaporkan hilang. Hingga Jumat (2/1/2026), pencarian telah memasuki hari kedua, namun korban belum berhasil ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan kronologi awal hilangnya Kakek Toni. Peristiwa tersebut bermula pada Sabtu, 13 Desember 2025, sekitar pukul 13.00 WIB.

“Pada tanggal 13 Desember 2025 sekitar pukul 13.00 WIB, istri korban bernama Suriani mengecek ke pondok kebun sawah yang jaraknya kurang lebih empat kilometer dari rumah. Saat itu, Kakek Toni masih berada di pondok,” ujar I Made Junetra.

Namun pada sore harinya, Suriani kembali ke rumah dan meninggalkan Kakek Toni seorang diri di pondok tersebut. Selanjutnya, pada Minggu, 21 Desember 2025, Suriani kembali mendatangi pondok untuk memastikan kondisi suaminya.

“Setibanya di pondok, Suriani tidak menemukan Kakek Toni. Di lokasi hanya ditemukan sisa-sisa lauk pauk dan nasi yang sudah basi hingga berjamur,” jelasnya.

Atas kejadian tersebut, Suriani kemudian melaporkan hilangnya Kakek Toni kepada Kepala Desa Senipahan pada 26 Desember 2025. Sebelumnya, pencarian telah dilakukan oleh masyarakat setempat bersama pihak keluarga, namun belum membuahkan hasil.

“Karena hasil pencarian oleh warga dan keluarga masih nihil, maka kami menerima permohonan bantuan SAR untuk melakukan pencarian lebih lanjut,” tambah I Made Junetra.

Dalam operasi pencarian ini, Tim SAR Gabungan mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana pendukung, di antaranya R. Car D-Max dan Rescue Trail. Tim juga dilengkapi alat pelindung diri (APD), perlengkapan evakuasi, perlengkapan medis, navigasi, serta perangkat komunikasi.

Meski demikian, proses pencarian dihadapkan pada kendala kondisi lapangan. Area sekitar lokasi hilangnya Kakek Toni diketahui tergenang banjir, sehingga menyulitkan pergerakan tim.

“Namun demikian, pencarian tetap kami lanjutkan melalui udara dengan menggunakan Drone Thermal, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta memaksimalkan koordinasi seluruh unsur SAR gabungan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar pondok dan area sekitarnya dengan harapan Kakek Toni dapat segera ditemukan. (Red)