Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
SAR Pontianak Tangani 95 Operasi Sepanjang 2025, 204 Korban Berhasil Diselamatkan
Home > Berita > Politik > SAR Pontianak Tangani 95 Operasi Sepanja...
Pontianak

SAR Pontianak Tangani 95 Operasi Sepanjang 2025, 204 Korban Berhasil Diselamatkan

Redaksi KalbarOnline
Redaksi KalbarOnline
Friday, 09 January 2026 - 12:00 WIB
SAR Pontianak Tangani 95 Operasi Sepanjang 2025, 204 Korban Berhasil Diselamatkan
SAR Pontianak mencatat 95 operasi sepanjang 2025 di Kalbar. Sebanyak 204 korban berhasil diselamatkan, puluhan lainnya meninggal dan hilang (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp kalbaronline.com
+ Gabung
Ukuran Font
Kecil Besar


KALBARONLINE.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Pontianak mencatat telah melaksanakan 95 operasi SAR sepanjang tahun 2025 di wilayah Kalimantan Barat. Rangkaian operasi tersebut mencakup 39 kecelakaan kapal, 50 kondisi membahayakan manusia, serta 6 kejadian bencana alam.

Dari seluruh operasi SAR yang dilakukan, sebanyak 204 orang berhasil diselamatkan. Sementara itu, 48 orang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan 22 orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang atau belum ditemukan.

Data Kantor SAR Pontianak menunjukkan, kecelakaan kapal paling banyak terjadi pada bulan Februari, April, dan Oktober, masing-masing dengan lima kejadian. Untuk kategori kondisi membahayakan manusia, jumlah tertinggi tercatat pada bulan April dengan sembilan kejadian. Sedangkan bencana alam paling banyak terjadi pada bulan Januari dan Maret, masing-masing sebanyak tiga kejadian.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan bahwa tim SAR kerap menghadapi berbagai tantangan di lapangan, khususnya saat menangani kejadian banjir di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

“Kendala yang paling sering dihadapi saat banjir adalah arus air yang deras, akses lokasi yang terputus, cuaca ekstrem, serta keterbatasan sinyal komunikasi yang memengaruhi koordinasi di lapangan,” ujar Junetra.

Ia menegaskan bahwa seluruh proses penanganan korban dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, dengan mengutamakan keselamatan personel maupun korban.

“Selama tahun 2025, Tim SAR mengevakuasi korban sesuai SOP. Korban selamat diberikan pertolongan pertama dan dibawa ke fasilitas kesehatan. Sementara korban meninggal kami evakuasi dengan mengedepankan keselamatan dan etika, lalu diserahkan kepada pihak berwenang serta keluarga,” jelasnya.

Memasuki tahun 2026, Kantor SAR Pontianak menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan kemampuan, kesiapsiagaan, serta kecepatan respons dalam menangani berbagai kejadian darurat di Kalimantan Barat.

“Di tahun 2026, kami berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan respon dalam menangani seluruh kejadian yang membahayakan manusia di Kalimantan Barat, baik bencana alam, kecelakaan kapal, orang tenggelam, orang hilang di hutan, maupun kondisi darurat lainnya,” kata Junetra.

Kantor SAR Pontianak juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim cuaca ekstrem, serta segera melapor apabila terjadi keadaan darurat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat. (Lid)