Friday, 23 October 2026 | 23 October 2026
kalbaronline
sekolah rakyat
Perdana, 73 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 53 Pontianak Gelar Upacara HUT ke-81 RI
Perdana, 73 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 53 Pontianak Gelar Upacara HUT ke-81 RI
Monday, 17/08/2026

KALBARONLINE.com – Langkah tegap para siswa terdengar di halaman Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 53 Pontianak, Senin (17/8/2026). Untuk pertama kalinya, SRT yang berlokasi di Jalan Abdurahman Saleh, Kecamatan Pontianak Tenggara, itu menggelar upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Sebanyak 73 siswa mengikuti upacara tersebut dengan khidmat dan penuh semangat. Mereka terdiri dari 19 siswa SD, 16 siswa SMP, dan 38 siswa SMA.

Bagi para siswa, upacara ini bukan sekadar seremoni kemerdekaan. Momen tersebut menjadi pengalaman baru karena mereka tak hanya berdiri sebagai peserta, tetapi juga terlibat langsung sebagai petugas upacara.

Itulah yang dirasakan Gergorius Marko Renaldi, siswa kelas XI SRT 53 asal Kabupaten Landak yang dipercaya menjadi pemimpin upacara.

Ia mengatakan sebelumnya pernah melaksanakan upacara hari kemerdekaan di sekolahnya yang dulu. Namun, saat itu ia hanya sebagai peserta, bukan sebagai petugas upacara.

“Ini kalau dibilang pertama kali tidak juga, soalnya saya disekolah yang lama sudah sering juga kayak gini. Cuman karena di SR, jadi saya tu merasa lebih pede lagi. Sedikit gugup, karena hari inikan ulang tahun ke-81 untuk kemerdekaan republik indonesia jadi saya harus menampilkan performa yang lebih baik, jadi agak gugup,” ujarnya bangga.

Ia mengatakan, latihan dan persiapan menjadi petugas upacara ini memakan waktu kurang lebih seminggu.

“Latihannya kurang lebih seminggu,” katanya.

Perdana, 73 Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 53 Pontianak Gelar Upacara HUT ke-81 RIi
73 siswa SRT 53 Pontianak mengikuti upacara HUT ke-81 RI untuk pertama kalinya, dengan pengalaman menjadi petugas upacara (Foto: Lid/KALBARONLINE.com)​

Di momen kemerdekaan RI ini, Marko yang bercita-cita menjadi prajurit TNI Angkatan Darat juga memberi pesan kepada teman-temannya untuk tidak minder dan berani memanfaatkan kesempatan yang mereka dapatkan di Sekolah Rakyat.

“Untuk teman-teman di luar sana maupun teman-teman SR, tetaplah percaya diri dan ikuti aturan yang ada, baik di sekolah maupun di jalan. Karena aturan itu untuk menyelamatkanmu, bukan menyesatkanmu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SRT 53 Pontianak, Amirudin, mengatakan upacara perdana ini menjadi momen berkesan bagi para siswa maupun pihak sekolah.

“ini upacara perdana untuk hari ulang tahun Republik Indonesia yang di SRT 53 Pontianak. Jadi memang, bagi kami di SRT 53 Pontianak, upacara hari ini merupakan sangat berkesan sekali karena ini merupakan penanda bahwa negara itu hadir bagi anak-anak yang berada di Desil-1, Desil-2, anak-anak miskin, ekstrem miskin,” kata Amirudin.

Menurut Amirudin, momentum kemerdekaan juga menjadi pengingat bahwa para siswa Sekolah Rakyat memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan mengejar cita-cita.

“hari ini merupakan momen bahwa anak-anak ini sudah bisa dianggap bebas dari buta huruf, bebas dari putus sekolah, dan mendapatkan hak-hak yang sama, sama seperti anak-anak lainnya,” ujarnya.

Ia melihat perkembangan siswa selama bersekolah di SRT 53 Pontianak cukup positif. Para siswa SRT 53 Pontianak berasal dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Barat, kecuali Kabupaten Ketapang.

Selain itu, Amirudin menyebutkan anak-anak mulai lebih percaya diri, bersemangat mengikuti pembelajaran, hingga mengembangkan bakat dan minat mereka.

“Beberapa anak kita sudah berprestasi, baik di bidang olahraga maupun pengetahuan,” ujarnya.

Amirudin pun berpesan kepada para siswa agar memanfaatkan kesempatan belajar yang diberikan negara.

“Untuk siswa-siswa Sekolah Rakyat, tetap semangat. Kalian mendapat kesempatan yang sama. Negara hadir untuk kalian, manfaatkan kesempatan itu, mudah-mudahan cita-cita kalian bisa tercapai,” tuturnya. (Lid)

Hari Pertama Sekolah Rakyat, Alva Siap Tinggal di Asrama Demi Kejar Cita-cita
Hari Pertama Sekolah Rakyat, Alva Siap Tinggal di Asrama Demi Kejar Cita-cita
Friday, 31/07/2026

KALBARONLINE.com – Sebanyak 270 siswa angkatan pertama memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi II Pontianak, Kamis (30/7/2026).

Bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera tersebut, sekolah berbasis asrama ini menjadi harapan baru untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa terbebani biaya.

Salah satu siswa, Alva, mengaku antusias menjalani hari pertamanya di Sekolah Rakyat. Siswa yang sebelumnya bersekolah di SMP Negeri 7 Pontianak itu mengaku siap menjalani kehidupan di asrama meski harus berjauhan dengan orang tua.

"Senang bisa sekolah di sini karena dapat banyak teman baru. Walaupun nanti tinggal di asrama dan pasti ada rasa rindu sama orang tua, saya sudah siap," katanya.

Alva memiliki cita-cita menjadi atlet bola voli. Ia berharap kesempatan belajar di Sekolah Rakyat dapat membantunya mengembangkan bakat yang selama ini diasah melalui berbagai turnamen saat masih duduk di bangku SMP.

Semangat serupa juga dirasakan Seli Rahmawati, siswi yang baru menyelesaikan pendidikan sekolah dasar dan kini duduk di kelas VII SMP.

"Saya senang bisa sekolah di sini. Terima kasih kepada Pak Prabowo yang sudah membangun Sekolah Rakyat sehingga anak-anak yang kesulitan sekolah bisa belajar lagi," ujarnya.

Seli bercita-cita menjadi seorang guru. Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat menjadi langkah awal untuk mewujudkan impiannya.

Sementara itu, Aisyah, siswi kelas X SMA asal Kabupaten Ketapang, harus menempuh perjalanan jauh untuk mengikuti pendidikan di Pontianak.

Untuk sementara, Aisyah bersama siswa asal Ketapang lainnya belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi II Pontianak sambil menunggu pembangunan sekolah permanen di daerah asalnya selesai.

"Memang ada rasa takut karena harus jauh dari keluarga, tapi saya siap tinggal di asrama. Pesan orang tua hanya satu, belajar yang rajin dan jaga diri," tuturnya.

Aisyah mengaku terkesan dengan fasilitas yang tersedia di sekolah tersebut.

"Saya senang ada Sekolah Rakyat. Terima kasih Pak Prabowo atas sekolah ini. Fasilitasnya bagus dan membuat kami nyaman belajar," katanya.

Cerita berbeda datang dari Zaki, siswa kelas X SMA asal Pontianak.

Remaja berusia 16 tahun itu mengaku sempat merasa canggung saat pertama kali datang ke sekolah karena belum mengenal lingkungan maupun teman-teman baru.

Namun, perasaan tersebut perlahan hilang setelah melihat fasilitas dan suasana sekolah.

"Awalnya terasa asing karena belum kenal siapa-siapa. Tapi setelah melihat sekolahnya, saya merasa nyaman. Fasilitasnya bagus, makan juga disiapkan tiga kali sehari ditambah camilan. Jadi saya semakin semangat," ujarnya.

Zaki mengaku telah mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan di asrama.

Ia berharap dapat belajar dengan sungguh-sungguh agar mampu membanggakan kedua orang tuanya.

"Saya siap mengikuti MPLS dan tinggal di asrama. Yang mengantar hari ini bapak. Saya ingin belajar sungguh-sungguh agar bisa membanggakan orang tua," pungkasnya. (Lid)

Buruh Lepas Pontianak Antar 3 Anak Masuk Sekolah Rakyat, Harapan Lama Kembali Terwujud
Buruh Lepas Pontianak Antar 3 Anak Masuk Sekolah Rakyat, Harapan Lama Kembali Terwujud
Friday, 31/07/2026

KALBARONLINE.com – Rudiansyah (52) tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat mengantar tiga anaknya mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Terintegrasi II Pontianak, Kamis (30/7/2026).

Bagi buruh lepas asal Sungai Jawi tersebut, momen itu menjadi kebahagiaan besar setelah sebelumnya salah satu anaknya sempat berhenti sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Kini, ketiga anak Rudiansyah mendapat kesempatan kembali menempuh pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat.

Ketiganya diterima di jenjang berbeda, yakni anak sulung masuk kelas VI SD, anak kedua kelas III SD, dan si bungsu duduk di kelas I SD.

Mulai tahun ajaran ini, ketiga anaknya akan tinggal di asrama dengan seluruh kebutuhan pendidikan ditanggung pemerintah.

"Alhamdulillah, anak-anak kami bisa masuk Sekolah Rakyat. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo yang telah mewujudkan harapan orang tua yang tidak mampu seperti kami agar anak-anak tetap bisa melanjutkan sekolah," kata Rudiansyah.

Ia mengaku proses pendaftaran berjalan dengan mudah karena mendapat pendampingan dari petugas Dinas Sosial.

Menurutnya, keluarga hanya perlu menyiapkan dokumen yang dibutuhkan, sementara proses lainnya dibantu oleh petugas.

"Alhamdulillah, semua dibantu. Kami hanya menyiapkan data, selebihnya dibantu petugas. Dari proses pendaftaran sampai hari ini mengantar anak ke sekolah semuanya gratis," ujarnya.

Rudiansyah mengaku terkejut dengan fasilitas yang diberikan kepada para siswa Sekolah Rakyat.

Selain mendapatkan pendidikan, anak-anaknya juga memperoleh tempat tinggal di asrama, makanan, seragam, sepatu, tas, hingga perlengkapan pribadi.

"Anak-anak mendapat seragam lengkap, sepatu, tas, bahkan perlengkapan pribadi juga sudah disiapkan. Sebagai orang tua kami sangat bersyukur karena semuanya disediakan," katanya.

Meski harus berpisah karena anak-anak tinggal di asrama, Rudiansyah mengaku tetap ikhlas.

Ia berharap lingkungan sekolah dapat membentuk karakter anak-anaknya sekaligus membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.

"Tentu sebagai orang tua ada rasa sedih karena anak-anak tinggal di asrama. Tapi kami harus ikhlas. Saya yakin mereka akan dididik dengan baik dan menjadi anak-anak yang berhasil," ujarnya.

Rudiansyah kemudian mengenang masa sulit ketika salah satu anaknya sempat berhenti sekolah saat duduk di kelas V SD karena keterbatasan biaya.

Menurutnya, kesempatan masuk Sekolah Rakyat menjadi jalan bagi anaknya untuk kembali mendapatkan pendidikan.

"Dulu anak saya sempat putus sekolah karena biaya. Sekarang Alhamdulillah bisa sekolah lagi. Ini kebahagiaan yang tidak bisa kami ungkapkan dengan kata-kata," tuturnya.

Ia berharap ketiga anaknya dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan belajar sungguh-sungguh dan mengejar cita-cita.

Menurut Rudiansyah, Program Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi keluarga kurang mampu agar anak-anak tetap memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak.

"Menurut saya, Sekolah Rakyat ini luar biasa. Mudah-mudahan bisa mencetak anak-anak yang berintegritas dan membuat mereka menggapai cita-cita yang selama ini sulit kami wujudkan," pungkasnya. (Lid)

Kuota 270 Siswa, Sekolah Rakyat Pontianak Baru Terima 236 Peserta Didik
Kuota 270 Siswa, Sekolah Rakyat Pontianak Baru Terima 236 Peserta Didik
Thursday, 30/07/2026

KALBARONLINE.com – Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pontianak baru menerima 236 peserta didik dari total kuota 270 siswa yang disediakan untuk Tahun Ajaran 2026/2027.

Pihak sekolah optimistis seluruh kuota tersebut akan terpenuhi setelah proses registrasi peserta didik selesai dilakukan.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pontianak, Amirudin, mengatakan kuota yang tersedia terdiri dari masing-masing 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

"Kuota yang disediakan 270 siswa. Sementara yang sudah teregistrasi sebanyak 236 siswa. Sisanya memang sudah ada konfirmasi, hanya mengalami keterlambatan registrasi. Insyaallah semuanya bisa terpenuhi," kata Amirudin, Kamis (30/7/2026).

Ia menjelaskan, seluruh peserta didik yang diterima merupakan anak-anak dari keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) yang masuk kategori desil 1 dan desil 2.

Menurut Amirudin, proses pendataan calon siswa dilakukan melalui pendamping PKH yang turun langsung ke lapangan untuk menjangkau anak-anak yang memenuhi kriteria.

"Pendamping PKH turun langsung mencari dan menjangkau anak-anak yang orang tuanya berada di desil 1 dan desil 2. Memang yang bersekolah di Sekolah Rakyat wajib berasal dari keluarga penerima manfaat PKH dan berada di desil 1 maupun desil 2," ujarnya.

Amirudin juga menjelaskan, sejumlah siswa asal Kabupaten Ketapang saat ini sementara mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Pontianak.

Hal tersebut dilakukan karena pembangunan sekolah permanen di Kabupaten Ketapang masih dalam proses.

"Untuk siswa dari Ketapang sementara dititipkan di Sekolah Rakyat Kota Pontianak sambil menunggu pembangunan sekolah permanen di Kabupaten Ketapang selesai. Setelah itu mereka akan kembali ke Ketapang," jelasnya.

Seluruh siswa yang diterima di Sekolah Rakyat diwajibkan tinggal di asrama selama mengikuti pendidikan.

Mereka akan mendapatkan pendampingan dari wali asuh dan wali asrama, termasuk pembinaan di luar kegiatan belajar mengajar.

"Semua siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA wajib tinggal di asrama dengan pengawasan wali asuh dan wali asrama," katanya.

Terkait tenaga pendidik, Amirudin menyebut kebutuhan guru masih terus dilengkapi.

Saat ini, terdapat tambahan guru yang ditugaskan pemerintah pusat sambil menunggu proses seleksi tenaga pendidik oleh Kementerian Sosial selesai.

Sementara itu, untuk kunjungan orang tua, pihak sekolah memberikan kelonggaran pada masa awal pembelajaran.

Orang tua masih diperbolehkan menjenguk siswa setiap Sabtu dan Minggu. Namun setelah masa adaptasi sekitar dua bulan, jadwal kunjungan akan dibatasi menjadi satu kali dalam sebulan.

"Untuk sementara orang tua boleh membesuk setiap akhir pekan. Nanti setelah dua bulan berjalan, kunjungan akan dijadwalkan satu kali dalam sebulan," pungkasnya. (*)

Edi Tinjau MPLS Sekolah Rakyat Pontianak, 270 Siswa Mulai Menempuh Pendidikan
Edi Tinjau MPLS Sekolah Rakyat Pontianak, 270 Siswa Mulai Menempuh Pendidikan
Thursday, 30/07/2026

KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat yang berlokasi di Jalan Flora, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kamis (30/7/2026).

Sebanyak 270 siswa dari jenjang SD, SMP, dan SMA mulai mengikuti kegiatan MPLS sebagai tahap awal mengenal lingkungan sekolah sebelum mengikuti proses pembelajaran.

Edi mengatakan, kunjungannya dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MPLS berjalan baik sekaligus melihat kesiapan fasilitas sekolah yang merupakan bagian dari program pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

"Hari ini kita melihat langsung masa perkenalan lingkungan sekolah terhadap siswa dan orang tua. Di sini ada sekolah dasar 90 siswa, SMP 90 siswa, dan SMA 90 siswa. Kita juga meninjau kondisi bangunan, mulai dari aula, rumah ibadah, ruang kelas hingga asrama," kata Edi.

Dari hasil peninjauan, Edi menyebut sebagian besar fasilitas sekolah sudah dapat digunakan. Namun, masih terdapat sejumlah pekerjaan penyempurnaan yang sedang dilakukan.

Beberapa pekerjaan tersebut meliputi perbaikan drainase, akses jalan, kelengkapan fasilitas pendukung, penghijauan kawasan sekolah, serta uji fungsi utilitas seperti toilet dan fasilitas lainnya.

"Secara umum bangunan sudah bisa digunakan sebagian, tetapi masih ada beberapa pekerjaan penyempurnaan. Mudah-mudahan dalam satu bulan ke depan semuanya bisa tuntas dan berfungsi secara optimal," ujarnya.

Edi menjelaskan, seluruh siswa yang diterima di Sekolah Rakyat Pontianak berasal dari Kota Pontianak.

Mereka telah melalui proses seleksi yang dilakukan beberapa bulan sebelumnya oleh Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan Kota Pontianak.

"Tahun ini ada 270 siswa, masing-masing 90 siswa SD, SMP, dan SMA. Semuanya dari Kota Pontianak. Mereka diseleksi oleh Kementerian Sosial bersama Dinas Sosial dan Dinas Pendidikan, dan merupakan anak-anak yang masuk kategori desil 1 dan desil 2," jelasnya.

Menurut Edi, Sekolah Rakyat memberikan fasilitas yang lengkap bagi para siswa, mulai dari kebutuhan makan, minum, pakaian, hingga tempat tinggal di asrama.

Ia berharap para siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan baru dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar dengan baik.

"Kita berharap mereka betah, karena mungkin sebelumnya belum pernah merasakan sekolah dengan fasilitas yang representatif. Di sini semuanya disediakan pemerintah, mulai dari makan, minum, pakaian, hingga tempat tinggal. Mereka tinggal fokus belajar dan beristirahat," katanya.

Edi juga meminta dukungan para orang tua, khususnya bagi siswa jenjang SD, agar proses adaptasi selama tinggal di asrama dapat berjalan dengan baik.

Terkait tenaga pendidik, Edi mengatakan kebutuhan guru di Sekolah Rakyat Pontianak masih terus dilengkapi.

Sebagian tenaga pengajar telah direkrut melalui proses seleksi oleh Kementerian Sosial, sementara kebutuhan lainnya akan dipenuhi secara bertahap sesuai perkembangan sekolah.

"Untuk guru sementara direkrut, ada guru kontrak dan tenaga tetap yang didatangkan melalui seleksi Kementerian Sosial. Saat ini ada sekitar 34 guru dan nantinya akan terus dilengkapi sesuai kebutuhan," pungkasnya. (Lid)

270 Anak Pontianak Mulai MPLS di Sekolah Rakyat, Edi Kamtono: Wujudkan Masa Depan Lebih Baik
270 Anak Pontianak Mulai MPLS di Sekolah Rakyat, Edi Kamtono: Wujudkan Masa Depan Lebih Baik
Thursday, 30/07/2026

KALBARONLINE.com – Sebanyak 270 anak Kota Pontianak mulai mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat yang berlokasi di Jalan Flora, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kamis (30/7/2026).

Sekolah tersebut menampung siswa dari tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA, dengan jumlah masing-masing sebanyak 90 siswa.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan seluruh siswa yang mengikuti Sekolah Rakyat berasal dari Kota Pontianak dan telah melalui proses seleksi yang dilakukan beberapa bulan sebelumnya.

Seleksi tersebut melibatkan tim dari Kementerian Sosial, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Dinas Pendidikan, serta Dinas Sosial Kota Pontianak.

"Tahun ini ada 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Totalnya 270 siswa. Semuanya dari Kota Pontianak dan sudah diseleksi beberapa bulan lalu," ujar Edi saat membuka MPLS Sekolah Rakyat Tahun Ajaran 2026/2027.

Edi menjelaskan, para siswa yang diterima merupakan anak-anak dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2.

Menurutnya, Sekolah Rakyat hadir sebagai upaya memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Sesuai harapan Bapak Presiden Prabowo, Sekolah Rakyat ini menampung masyarakat miskin dan sangat miskin. Mereka harus kita muliakan, agar ke depan bisa mengubah kualitas kehidupan, terutama keluarganya," katanya.

270 Anak Pontianak Mulai MPLS di Sekolah Rakyatt
Wali Kota Edi Kamtono dan Wakil Wali Kota Bahasan meninjau fasilitas sekolah usai pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat, Jalan Flora, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara, Kamis (30/7/2026) (Foto: Prokopim For KALBARONLINE.com)​

Dalam kesempatan tersebut, Edi juga meninjau langsung kondisi fasilitas sekolah, mulai dari aula, rumah ibadah, ruang kelas, hingga asrama.

Secara umum, bangunan sekolah sudah dapat digunakan, meski masih terdapat sejumlah pekerjaan penyempurnaan seperti drainase, akses jalan, kelengkapan utilitas, toilet, hingga penghijauan kawasan.

Edi berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan agar fasilitas sekolah dapat berfungsi secara optimal.

"Mudah-mudahan dalam satu bulan terakhir ini semua bisa tuntas dan berfungsi optimal, termasuk penghijauan dan uji fungsi utilitas seperti drainase dan toilet," ujarnya.

Sekolah Rakyat Pontianak berdiri di atas lahan seluas 5,7 hektare. Selain ruang belajar, fasilitas tersebut juga dilengkapi asrama karena para siswa akan tinggal dan mengikuti pembelajaran dalam lingkungan sekolah.

Edi berharap para siswa dapat beradaptasi dengan lingkungan baru, terutama siswa jenjang SD yang masih membutuhkan dukungan agar nyaman tinggal di asrama.

"Pesan saya, mudah-mudahan mereka betah, sehat, dan bisa bekerja sama dengan orang tua. Terutama yang SD, karena mereka masih anak-anak," katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mendukung anak-anak mereka mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Menurutnya, perubahan pola hidup dari tinggal bersama keluarga menjadi tinggal di asrama membutuhkan proses penyesuaian.

Terkait tenaga pendidik, Edi menyebut Sekolah Rakyat Pontianak saat ini didukung oleh guru kontrak dan tenaga tetap yang direkrut melalui proses seleksi, termasuk dari Kementerian Sosial.

Jumlah tenaga pendidik yang telah disiapkan sebanyak 34 orang dan akan terus dilengkapi sesuai kebutuhan sekolah.

"Gurunya sementara direkrut guru kontrak dan ada tenaga tetap. Ada 34 guru, nanti akan terus ditingkatkan dan dilengkapi," jelasnya.

Edi menegaskan keberhasilan Sekolah Rakyat membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemerintah Kota Pontianak, guru, kepala sekolah, kepala asrama, orang tua, hingga masyarakat sekitar.

Ia berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi wadah bagi anak-anak Pontianak untuk tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kuat, berkarakter, dan berprestasi.

"Mudah-mudahan dengan Sekolah Rakyat ini, anak-anak menjadi harapan masa depan, bisa mengubah kualitas kehidupan keluarganya, dan berprestasi untuk masa depan Indonesia," pungkasnya. (*)

Bupati Ketapang Lepas 32 Siswa Sekolah Rakyat ke Pontianak, Dorong Pembangunan Gedung Permanen
Bupati Ketapang Lepas 32 Siswa Sekolah Rakyat ke Pontianak, Dorong Pembangunan Gedung Permanen
Thursday, 30/07/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kabupaten Ketapang terus memperkuat komitmen dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Hal itu ditandai dengan pelepasan 32 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 52 Tahun Ajaran 2026/2027 menuju Pontianak yang dilakukan Bupati Ketapang di Pendopo Bupati Ketapang, Senin (27/7/2026).

Sebanyak 32 peserta didik dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) tersebut akan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Pontianak.

Program Sekolah Rakyat merupakan upaya pemerintah dalam memberikan kesempatan pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dalam sambutannya, Bupati Ketapang menegaskan Pemerintah Kabupaten Ketapang terus berupaya agar fasilitas Sekolah Rakyat permanen dapat segera dibangun di daerah tersebut.

Menurutnya, pembangunan sekolah permanen menjadi penting agar ke depan siswa asal Ketapang tidak perlu lagi menempuh pendidikan di luar daerah.

"Kami telah menjalin komunikasi yang baik dengan pihak kementerian. Mudah-mudahan dalam waktu tidak lama seluruh persyaratan dapat diselesaikan sehingga Sekolah Rakyat permanen bisa segera dibangun di Kabupaten Ketapang," ujarnya.

Bupati juga mengajak para orang tua untuk memanfaatkan program tersebut dengan sebaik-baiknya, mengingat pendidikan menjadi salah satu cara penting dalam meningkatkan kualitas hidup sekaligus memutus rantai kemiskinan.

Kepada para siswa, ia berpesan agar belajar dengan sungguh-sungguh, menjaga nama baik Kabupaten Ketapang, serta berusaha meraih prestasi selama menempuh pendidikan di Pontianak.

"Jaga nama baik Ketapang. Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan ukir prestasi. Jika ada yang berhasil meraih peringkat terbaik, Pemerintah Kabupaten Ketapang akan memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi," katanya.

Bupati juga menyampaikan bahwa Kabupaten Ketapang menjadi daerah pertama di Kalimantan Barat yang mendapatkan program Sekolah Rakyat, sebelum kemudian diikuti Kota Pontianak dan daerah lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ketapang, Satuki Huddin, menjelaskan penyelenggaraan Sekolah Rakyat memiliki dasar hukum yang kuat.

Program tersebut mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2023 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem, Peraturan Presiden Nomor 130 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Sekolah Rakyat, serta Surat Menteri Sosial Republik Indonesia Nomor S-33.

Selain itu, pelaksanaan program juga didukung arahan Ditjen Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri bersama Sekretariat Jenderal Kementerian Sosial RI serta diperkuat melalui Surat Keputusan Bupati Ketapang Nomor 254/Dinsos/RI/2026 tentang Pembentukan Satuan Tugas Fasilitasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kabupaten Ketapang.

Pemkab Ketapang juga meminta Dinas Sosial bersama perangkat daerah terkait terus meningkatkan sosialisasi agar semakin banyak anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh akses pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat. (Adi LC)

Buruh Harian di Ketapang Rela Lepas Dua Anak Demi Masa Depan Lewat Sekolah Rakyat
Buruh Harian di Ketapang Rela Lepas Dua Anak Demi Masa Depan Lewat Sekolah Rakyat
Wednesday, 29/07/2026

KALBARONLINE.com – Seorang buruh harian lepas asal Kabupaten Ketapang, Rudiansyah (50), rela melepas dua putranya untuk mengikuti Program Sekolah Rakyat, meski harus menjalani pendidikan sementara di Kota Pontianak.

Keputusan tersebut diambil Rudiansyah demi memberikan kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anaknya, meski harus menahan rasa berat karena mereka harus tinggal jauh dari keluarga.

Kedua putranya dilepas dalam acara pelepasan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 52 Ketapang di Pendopo Bupati Ketapang, Senin (27/7/2026), sebelum diberangkatkan ke Pontianak pada Selasa (28/7/2026).

Penempatan sementara di Pontianak dilakukan karena fasilitas Sekolah Rakyat di Kabupaten Ketapang masih dalam tahap pembangunan.

Rudiansyah yang sehari-hari bekerja sebagai buruh harian lepas mengaku kondisi ekonomi menjadi salah satu alasan dirinya mendukung anak-anaknya mengikuti program tersebut.

"Biarlah saya susah, tapi anak saya jangan. Saya ingin mereka punya masa depan yang lebih baik," ujarnya.

Menurutnya, meski berat melepas anak-anaknya untuk tinggal jauh dari keluarga, kesempatan pendidikan tersebut tidak ingin disia-siakan.

Ia berharap kedua anaknya dapat belajar dengan baik, menjadi lebih mandiri, serta mampu meraih cita-cita mereka.

Sementara itu, kedua putra Rudiansyah, Pran (10) dan Raka Andriansah Putra (9), mengaku antusias mengikuti Program Sekolah Rakyat.

Pran bercita-cita menjadi seorang chef, sedangkan Raka ingin menjadi pesepak bola profesional.

Kisah keluarga Rudiansyah menjadi gambaran perjuangan orang tua yang tetap mengutamakan pendidikan anak di tengah keterbatasan ekonomi.

Melalui kesempatan belajar yang diberikan pemerintah, ia berharap anak-anaknya dapat memiliki masa depan lebih baik dan mampu mengubah kehidupan keluarga. (Adi LC)

Sekolah Rakyat Pontianak Utara Dikebut, Edi Kamtono Targetkan Progres Tembus 75 Persen Akhir Juni
Sekolah Rakyat Pontianak Utara Dikebut, Edi Kamtono Targetkan Progres Tembus 75 Persen Akhir Juni
Monday, 22/06/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah Kota Pontianak terus mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di Jalan Flora, Kecamatan Pontianak Utara. Saat ini, proyek Sekolah Rakyat Pontianak tersebut telah memasuki tahap penyelesaian fisik dan ditargetkan segera beroperasi dalam beberapa bulan ke depan.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan progres pembangunan Sekolah Rakyat di Pontianak Utara ditargetkan mencapai lebih dari 75 persen pada akhir Juni 2026.

“Sekolah Rakyat Kota Pontianak sudah dalam tahap penyelesaian fisik, dan ditargetkan akhir Juni ini progresnya di atas 75 persen,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

Menurut Edi, sembari menuntaskan pembangunan fisik, Pemerintah Kota Pontianak juga mulai mempersiapkan tahapan lanjutan sesuai arahan pemerintah pusat. Sekolah Rakyat tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Juli hingga Agustus 2026.

Selain pembangunan gedung, Pemkot Pontianak melalui Dinas Sosial juga terlibat dalam proses rekrutmen calon siswa. Pendataan dilakukan berdasarkan data kesejahteraan masyarakat yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 5.

“Total sementara siswa yang diterima sekitar 180 orang,” kata Edi.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi dari Kementerian Sosial, fasilitas Sekolah Rakyat tidak hanya mencakup bangunan utama. Program ini juga dilengkapi berbagai sarana pendukung pendidikan seperti mebeler, laboratorium, fasilitas olahraga, komputer, laptop, hingga perpustakaan.

Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menunjang proses belajar mengajar dan memberikan akses pendidikan yang lebih baik bagi peserta didik yang menjadi sasaran program.

Edi menambahkan, seluruh teknis pelaksanaan program Sekolah Rakyat telah diatur oleh pemerintah pusat. Pemerintah daerah berperan dalam koordinasi, pendataan calon siswa, serta mendukung proses pelaksanaan di daerah.

Ia juga menegaskan bahwa pembiayaan program Sekolah Rakyat sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat sehingga tidak membebani anggaran daerah.

“Kalau anggarannya dibebankan ke daerah, kita tidak akan mampu, karena memang tidak dianggarkan. Ini kewenangan pemerintah pusat,” pungkasnya.

Dengan percepatan pembangunan yang terus dilakukan, Sekolah Rakyat Pontianak diharapkan segera beroperasi dan menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan. (Lid)

Sekolah Rakyat di Sambas Masuk Tahap Ketiga, Kemenko Infrastruktur Pastikan Lahan dan Akses Siap
Sekolah Rakyat di Sambas Masuk Tahap Ketiga, Kemenko Infrastruktur Pastikan Lahan dan Akses Siap
Monday, 08/06/2026

KALBARONLINE.com – Pemerintah terus mendorong pembangunan infrastruktur pendidikan sebagai fondasi dalam menyiapkan Generasi Emas Indonesia. Salah satu upaya itu terlihat dari peninjauan langsung lokasi usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, yang berlokasi di Desa Penakalan.

Peninjauan dilakukan oleh Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Herzaky Mahendra Putra, bersama sejumlah pihak terkait untuk memastikan kesiapan lahan dan dukungan infrastruktur dasar sebelum pembangunan dilaksanakan.

Herzaky mengatakan, hasil peninjauan menunjukkan lokasi yang diusulkan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi Sekolah Rakyat.

“Kami sudah meninjau langsung lokasi usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sambas. Luas lahannya lebih dari 7 hektare dan berdasarkan peninjauan bersama Kementerian PU, lahan tersebut tidak berada di kawasan gambut sehingga memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan,” ujarnya.

Menurut Herzaky, kesiapan lahan menjadi faktor penting dalam mendukung percepatan pembangunan Sekolah Rakyat. Selain kondisi lahan yang dinilai memadai, kawasan tersebut juga telah didukung infrastruktur dasar yang cukup baik.

“Bupati Sambas telah menyampaikan berbagai dukungan yang dapat diberikan pemerintah daerah. Akses jalannya sudah sangat baik, tersedia jaringan air, dan juga listrik. Ini menjadi modal penting agar ketika pembangunan dimulai, prosesnya dapat berjalan lebih cepat dan efektif,” katanya.

Ia menjelaskan, usulan Sekolah Rakyat Sambas saat ini masuk dalam rencana pembangunan tahap ketiga. Namun, proses selanjutnya masih menunggu hasil kajian dari Kementerian Pekerjaan Umum atas usulan yang diajukan Kementerian Sosial.

“Sekolah Rakyat Sambas direncanakan masuk tahap ketiga. Saat ini usulannya masih dalam proses pengkajian oleh Kementerian PU. Kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan baik sehingga ketika pembangunan dimulai nantinya dapat dilakukan dengan akselerasi dan percepatan,” jelas Herzaky.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat memiliki nilai strategis karena membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun mereka yang berisiko putus sekolah.

“Sekolah Rakyat menjadi harapan bagi anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Dengan fasilitas pendidikan yang layak, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melanjutkan sekolah, meningkatkan kualitas hidup, dan kelak menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia,” ujarnya.

Menurut Herzaky, pembangunan infrastruktur pendidikan bukan sekadar membangun gedung sekolah, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Saat ini, Kalimantan Barat telah memiliki tiga lokasi Sekolah Rakyat yang masuk tahap kedua pembangunan, yakni dua titik di Kota Singkawang dan satu titik di Kota Pontianak. Pemerintah berharap jumlah tersebut terus bertambah agar manfaat program dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Harapan kami, selain dua Sekolah Rakyat di Singkawang dan satu di Pontianak yang saat ini sedang berproses, Kalimantan Barat dapat memperoleh tambahan pembangunan Sekolah Rakyat di dua titik lainnya, termasuk di Kabupaten Sambas. Semakin banyak anak yang mendapatkan akses pendidikan yang baik, semakin besar pula peluang kita mewujudkan Generasi Emas Indonesia,” tutupnya.

Dalam peninjauan tersebut, Herzaky didampingi Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Romi Firman, jajaran Kementerian Pekerjaan Umum, serta Bupati Sambas Satono dan jajaran pemerintah daerah. (*)