Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : adminkalbaronline |
| Rabu, 19 November 2025 |
KALBARONLINE.com - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir dan jajaran melakukan pertemuan dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rahmat Pambudy, di Gedung PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Pertemuan tersebut secara spesifik membahas tentang program penguatan kompetensi wartawan dan ekosistem literasi di Indonesia. Kedua pihak turut berkomitmen untuk mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) guna memperluas kolaborasi ini, khususnya dalam hal peningkatan kapasitas wartawan, penguatan literasi publik, serta pengembangan industri media yang profesional dan sehat.
Dalam kesempatan itu, Menteri Rahmat Pambudy menilai, bahwa program pendidikan yang dijalankan PWI selama ini sebenarnya telah sejalan dengan arah pembangunan SDM yang juga menjadi fokus Bappenas.
Menurutnya, penguatan literasi, kemampuan menulis, dan kompetensi jurnalistik memang merupakan fondasi penting bagi tumbuhnya media profesional.
“Program pendidikan PWI ‘satu perahu’ (selaras) dengan program PPN/Bappenas. Karena memang program pendidikan adalah kunci utama peningkatan kualitas masyarakat kita," ujar Rahmat yang didampingi jajarannya.
Seperti diketahui, bahwa pemerintah saat ini sedang mendorong kebijakan media BEJO'S. Program media BEJO'S merupakan akronim dari media Bertanggung Jawab, Edukatif, Jujur, Objektif, dan Sehat Industri, yang dirancang untuk membangun ekosistem media sehat dan berkelanjutan.
Rahmat memandang, bahwa program pendidikan untuk kemampuan menulis dan membaca sebagai bagian utama dalam membangun media yang tetap eksis.
"Di banyak negara seperti Australia dan Jepang, media cetak tetap bertahan karena ekosistem literasinya kuat,” ujarnya.
Rahmat menambahkan, bahwa tantangan media saat ini semakin kompleks, mulai dari disrupsi digital, misinformasi, hingga menurunnya minat baca masyarakat.
Sejalan dengan itu, Rahmat yang juga seorang Guru Besar di Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menyampaikan, kalau pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan budaya literasi di Indonesia, terutama di kalangan anak muda. Karena menurutnya, perubahan pola konsumsi informasi berpotensi membuat kemampuan membaca mendalam semakin tergerus.
“Saya khawatir kemampuan baca-tulis kita menurun. Generasi sekarang lebih suka membaca kalimat pendek, sementara berita yang panjang mulai ditinggalkan,” terang Rahmat.
Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir dalam pengantarnya menyatakan, bahwa PWI selama ini fokus untuk terus konsisten melakukan pendidikan dan latihan dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme anggotanya.
Disampaikannya, bahwa PWI sendiri sudah memiliki program Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI), Safari Jurnalistik, dan ketiga Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Ia menjelaskan, kalau ketiga program tersebut berorientasi pada penguatan kapasitas wartawan.
SJI misalnya, berfokus untuk memperkuat dasar-dasar pendidikan jurnalistik, Safari Jurnalistik untuk menghadirkan pelatihan secara langsung di berbagai daerah, sementara UKW guna menjaga standar kompetensi wartawan secara nasional.
"Semisal PWI memiliki 10 program, maka satu sampai 9 itu adalah diklat, diklat, diklat dan sepuluhnya baru lain-lain," kata dia.
Direktur Utama LKBN Antara itu juga menjelaskan, bahwa istilah “satu perahu” ini muncul karena adanya keselarasan visi antara PWI dan Bappenas untuk memperkuat media agar semakin bertanggung jawab, kredibel, dan berintegritas.
“PWI berada 'satu perahu' dengan Bappenas dalam memperkuat ekosistem media di Indonesia. Khususnya dalam tiga program utama PWI, yakni Sekolah Jurnalisme Indonesia, Safari Jurnalistik, dan Uji Kompetensi Wartawan,” ujar Akhmad Munir. (**)
KALBARONLINE.com - Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Akhmad Munir dan jajaran melakukan pertemuan dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rahmat Pambudy, di Gedung PPN/Bappenas, Jakarta, Selasa (18/11/2025).
Pertemuan tersebut secara spesifik membahas tentang program penguatan kompetensi wartawan dan ekosistem literasi di Indonesia. Kedua pihak turut berkomitmen untuk mengadakan Memorandum of Understanding (MoU) guna memperluas kolaborasi ini, khususnya dalam hal peningkatan kapasitas wartawan, penguatan literasi publik, serta pengembangan industri media yang profesional dan sehat.
Dalam kesempatan itu, Menteri Rahmat Pambudy menilai, bahwa program pendidikan yang dijalankan PWI selama ini sebenarnya telah sejalan dengan arah pembangunan SDM yang juga menjadi fokus Bappenas.
Menurutnya, penguatan literasi, kemampuan menulis, dan kompetensi jurnalistik memang merupakan fondasi penting bagi tumbuhnya media profesional.
“Program pendidikan PWI ‘satu perahu’ (selaras) dengan program PPN/Bappenas. Karena memang program pendidikan adalah kunci utama peningkatan kualitas masyarakat kita," ujar Rahmat yang didampingi jajarannya.
Seperti diketahui, bahwa pemerintah saat ini sedang mendorong kebijakan media BEJO'S. Program media BEJO'S merupakan akronim dari media Bertanggung Jawab, Edukatif, Jujur, Objektif, dan Sehat Industri, yang dirancang untuk membangun ekosistem media sehat dan berkelanjutan.
Rahmat memandang, bahwa program pendidikan untuk kemampuan menulis dan membaca sebagai bagian utama dalam membangun media yang tetap eksis.
"Di banyak negara seperti Australia dan Jepang, media cetak tetap bertahan karena ekosistem literasinya kuat,” ujarnya.
Rahmat menambahkan, bahwa tantangan media saat ini semakin kompleks, mulai dari disrupsi digital, misinformasi, hingga menurunnya minat baca masyarakat.
Sejalan dengan itu, Rahmat yang juga seorang Guru Besar di Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menyampaikan, kalau pihaknya terus berkomitmen untuk meningkatkan budaya literasi di Indonesia, terutama di kalangan anak muda. Karena menurutnya, perubahan pola konsumsi informasi berpotensi membuat kemampuan membaca mendalam semakin tergerus.
“Saya khawatir kemampuan baca-tulis kita menurun. Generasi sekarang lebih suka membaca kalimat pendek, sementara berita yang panjang mulai ditinggalkan,” terang Rahmat.
Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir dalam pengantarnya menyatakan, bahwa PWI selama ini fokus untuk terus konsisten melakukan pendidikan dan latihan dalam rangka meningkatkan kompetensi dan profesionalisme anggotanya.
Disampaikannya, bahwa PWI sendiri sudah memiliki program Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI), Safari Jurnalistik, dan ketiga Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Ia menjelaskan, kalau ketiga program tersebut berorientasi pada penguatan kapasitas wartawan.
SJI misalnya, berfokus untuk memperkuat dasar-dasar pendidikan jurnalistik, Safari Jurnalistik untuk menghadirkan pelatihan secara langsung di berbagai daerah, sementara UKW guna menjaga standar kompetensi wartawan secara nasional.
"Semisal PWI memiliki 10 program, maka satu sampai 9 itu adalah diklat, diklat, diklat dan sepuluhnya baru lain-lain," kata dia.
Direktur Utama LKBN Antara itu juga menjelaskan, bahwa istilah “satu perahu” ini muncul karena adanya keselarasan visi antara PWI dan Bappenas untuk memperkuat media agar semakin bertanggung jawab, kredibel, dan berintegritas.
“PWI berada 'satu perahu' dengan Bappenas dalam memperkuat ekosistem media di Indonesia. Khususnya dalam tiga program utama PWI, yakni Sekolah Jurnalisme Indonesia, Safari Jurnalistik, dan Uji Kompetensi Wartawan,” ujar Akhmad Munir. (**)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini