Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Sabtu, 03 Januari 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh elemen Kementerian Agama di Pontianak dan Kalimantan Barat (Kalbar) untuk terus melanjutkan kolaborasi dan sinergi dalam pembangunan kota. Menurutnya, kerja sama yang terbangun selama ini terbukti membawa Kota Khatulistiwa ke arah yang semakin baik dari hari ke hari.
Ajakan tersebut disampaikan Edi saat memimpin apel peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-80 Tahun 2026 di halaman MTs Negeri 2 Pontianak, Sabtu (3/1/2026).
“Kolaborasi ini harus terus berlanjut untuk kemajuan pembangunan di Pontianak,” ujarnya.
Harapan itu sejalan dengan tema HAB Kementerian Agama RI ke-80 Tahun 2026, yakni ‘Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju’. Edi menyebut, Pontianak saat ini menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan di Kalbar. Jumlah penduduknya pun terus meningkat hingga mendekati 700 ribu jiwa, dengan latar belakang yang beragam.
“Oleh karenanya, kondusivitas kota perlu ditingkatkan agar bisa menaikkan indeks kebahagiaan warga,” katanya.
Dengan visi Pontianak Maju, Sejahtera, dan Berwawasan Lingkungan yang Humanis, Edi menilai sinergi dengan Kementerian Agama menjadi semakin penting. Kolaborasi tersebut tampak dalam berbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan.
“Yang kita ketahui, indikator pembangunan terus meningkat sebagaimana laporan BPS,” sebutnya.
Edi juga menyinggung peran Kementerian Agama yang telah eksis selama 80 tahun, melintasi perjalanan sejarah bangsa dan beradaptasi dengan dinamika zaman. Ia menegaskan, kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan yang produktif.
Kerukunan, lanjutnya, hadir sebagai sinergi yang mampu merajut perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial menjadi kekuatan kolaboratif untuk mendorong kemajuan bangsa. Dalam konteks itu, Kementerian Agama berperan sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan.
Kini, peran tersebut semakin luas dan krusial, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, merawat kerukunan umat beragama yang berlandaskan cinta kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga memastikan agama hadir sebagai solusi atas persoalan bangsa.
“Setiap kebijakan yang diambil harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar urusan administratif dan birokrasi,” tutupnya. (Red)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak seluruh elemen Kementerian Agama di Pontianak dan Kalimantan Barat (Kalbar) untuk terus melanjutkan kolaborasi dan sinergi dalam pembangunan kota. Menurutnya, kerja sama yang terbangun selama ini terbukti membawa Kota Khatulistiwa ke arah yang semakin baik dari hari ke hari.
Ajakan tersebut disampaikan Edi saat memimpin apel peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-80 Tahun 2026 di halaman MTs Negeri 2 Pontianak, Sabtu (3/1/2026).
“Kolaborasi ini harus terus berlanjut untuk kemajuan pembangunan di Pontianak,” ujarnya.
Harapan itu sejalan dengan tema HAB Kementerian Agama RI ke-80 Tahun 2026, yakni ‘Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju’. Edi menyebut, Pontianak saat ini menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan di Kalbar. Jumlah penduduknya pun terus meningkat hingga mendekati 700 ribu jiwa, dengan latar belakang yang beragam.
“Oleh karenanya, kondusivitas kota perlu ditingkatkan agar bisa menaikkan indeks kebahagiaan warga,” katanya.
Dengan visi Pontianak Maju, Sejahtera, dan Berwawasan Lingkungan yang Humanis, Edi menilai sinergi dengan Kementerian Agama menjadi semakin penting. Kolaborasi tersebut tampak dalam berbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur, pendidikan, hingga kesehatan.
“Yang kita ketahui, indikator pembangunan terus meningkat sebagaimana laporan BPS,” sebutnya.
Edi juga menyinggung peran Kementerian Agama yang telah eksis selama 80 tahun, melintasi perjalanan sejarah bangsa dan beradaptasi dengan dinamika zaman. Ia menegaskan, kerukunan bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan yang produktif.
Kerukunan, lanjutnya, hadir sebagai sinergi yang mampu merajut perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial menjadi kekuatan kolaboratif untuk mendorong kemajuan bangsa. Dalam konteks itu, Kementerian Agama berperan sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan.
Kini, peran tersebut semakin luas dan krusial, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, merawat kerukunan umat beragama yang berlandaskan cinta kemanusiaan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga memastikan agama hadir sebagai solusi atas persoalan bangsa.
“Setiap kebijakan yang diambil harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar urusan administratif dan birokrasi,” tutupnya. (Red)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini