Nasional    

PLN Balikpapan Latih Penyandang Disabilitas Kembangkan UMKM Ecoprint

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Thursday, 06 August 2026
PLN Balikpapan Latih Penyandang Disabilitas Kembangkan UMKM Ecoprint
Manager PLN UPT Balikpapan, Jati Pharmadita, meninjau hasil karya ecoprint peserta pelatihan bersama penyandang disabilitas sebagai bagian dari Program TJSL PLN dalam mendorong peningkatan produktivitas UMKM yang inklusif (Foto: PLN For KALBARONLINE.com)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Semangat Kemerdekaan Indonesia diwujudkan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Balikpapan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menghadirkan pelatihan peningkatan produktivitas UMKM ecoprint bagi penyandang disabilitas di Kota Balikpapan.

Program tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan sekaligus produktivitas penyandang disabilitas melalui pengembangan produk ecoprint yang memiliki nilai ekonomi. Selain mengasah kreativitas, pelatihan ini juga membuka peluang bagi peserta untuk membangun usaha yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

PLN UPT Balikpapan berkolaborasi dengan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Balikpapan dalam pelaksanaan pelatihan yang berlangsung pada 1 hingga 4 Juli 2026 di Sekretariat PPDI Kota Balikpapan, Telaga Sari.

Selama empat hari, peserta mendapatkan pembekalan mulai dari pemilihan bahan alami, teknik penyusunan daun dan bunga, proses pencetakan motif pada kain, hingga tahap penyelesaian produk agar memiliki kualitas, keunikan, dan nilai jual yang lebih tinggi.

Dengan pendampingan para trainer, peserta terlibat langsung dalam setiap tahapan produksi. Selain menghasilkan produk ecoprint berbahan alami, pelatihan tersebut juga membangun rasa percaya diri, kreativitas, ketelitian, kemampuan bekerja sama, serta semangat berwirausaha sebagai bekal meningkatkan kesejahteraan di masa depan.

Ketua PPDI Kota Balikpapan, Sugiyanto, mengapresiasi kepedulian PLN yang menghadirkan program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, pelatihan ecoprint tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga membuka peluang kemandirian ekonomi.

"Banyak peserta yang sebelumnya belum pernah mengenal teknik ecoprint, tetapi melalui pelatihan ini mereka mampu menghasilkan karya dengan tangan mereka sendiri. Ini bukan hanya tentang membuat produk, tetapi juga membangun keyakinan bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk berkarya, berkembang, dan mandiri. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi para peserta dan keluarganya. Terima kasih kepada PLN yang telah membuka ruang bagi kami untuk terus tumbuh dan berdaya," ujar Sugiyanto.

Manager PLN UPT Balikpapan, Jati Pharmadita, mengatakan semangat Kemerdekaan Indonesia harus dimaknai sebagai kesempatan yang sama bagi seluruh masyarakat untuk berkembang dan meraih kehidupan yang lebih baik, termasuk bagi penyandang disabilitas.

"Kemerdekaan Indonesia bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga tentang bagaimana kita menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat untuk berkarya dan mandiri. Melalui program ecoprint ini, kami ingin mendorong teman-teman penyandang disabilitas agar semakin percaya diri, memiliki keterampilan yang bernilai ekonomi, serta mampu mengembangkan potensi yang dimiliki menjadi peluang usaha yang berkelanjutan," ujarnya.

General Manager PLN UIP3B Kalimantan, Riko Ramadhano Budiawan, menegaskan program TJSL PLN merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat yang inklusif.

"PLN percaya bahwa semangat Kemerdekaan Indonesia harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Karena itu, kami berkomitmen menghadirkan program-program pemberdayaan yang membuka kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh, mandiri, dan berdaya saing. Kami berharap program ini tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga menghadirkan harapan baru serta meningkatkan kualitas hidup para penyandang disabilitas melalui kemandirian ekonomi," kata Riko.

Melalui kolaborasi PLN UPT Balikpapan, PPDI Kota Balikpapan, dan para pendamping, program ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya pelaku UMKM yang mandiri, produktif, dan berdaya saing, sekaligus memperkuat komitmen PLN dalam menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. (*)

Artikel Selanjutnya
PLN Banjarbaru Berbagi Semangat dengan Anak Pejuang Kanker Sambut Hari Kemerdekaan
Thursday, 06 August 2026
Artikel Sebelumnya
PLN Banjarbaru Berbagi Semangat dengan Anak Pejuang Kanker Sambut Hari Kemerdekaan
Thursday, 06 August 2026

Berita terkait