Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Thursday, 06 August 2026 |
KALBARONLINE.com – Warga yang tinggal di sekitar RSUD Soedarso Pontianak mengeluhkan munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari proses pembakaran limbah medis di rumah sakit tersebut. Aroma yang muncul pada waktu-waktu tertentu itu disebut mengganggu aktivitas warga, terutama saat angin bertiup ke arah permukiman.
Salah seorang warga, Kurniawan, yang tinggal di RT 01 RW 12 Gang Sederhana, mengatakan bau menyengat kerap tercium dari area belakang rumah sakit yang diduga menjadi lokasi pembakaran limbah medis.
“Memang tidak setiap hari, tetapi pada waktu-waktu tertentu saat ada pembakaran limbah, baunya sangat menyengat. Apalagi ketika angin mengarah ke rumah warga, aromanya sangat menusuk seperti bau obat-obatan bekas dibakar,” ujarnya.
Menurut Kurniawan, kondisi tersebut membuat warga terpaksa menutup pintu dan jendela rumah agar bau tidak masuk ke dalam ruangan. Meski demikian, aroma itu tetap terasa mengganggu.
“Kami biasanya langsung menutup pintu rumah karena hawanya sudah tidak enak. Harapannya ini bisa menjadi perhatian pihak RSUD Soedarso karena warga di sekitar cukup terdampak,” katanya.
Ia berharap pihak rumah sakit dapat mengevaluasi proses pengelolaan limbah medis agar tidak menimbulkan polusi udara yang mengganggu masyarakat di sekitar.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur RSUD Soedarso Pontianak, Harry Agung Tjhayadi, mengatakan pihaknya akan mengecek kembali operasional incinerator atau alat pembakar limbah medis yang digunakan rumah sakit.
“Nanti saya cek, karena belum lama ini sudah dilakukan perbaikan. Biasanya asap muncul saat pembakaran awal saja, setelah itu emisinya dalam kategori aman. Terima kasih atas informasinya,” kata Harry.
Ia menjelaskan, secara teknis cerobong dan mesin incinerator yang digunakan RSUD Soedarso telah memenuhi standar yang berlaku. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan observasi untuk memastikan proses pembakaran tidak menimbulkan gangguan bagi lingkungan sekitar.
“Kalau standar ketinggian cerobong dan mesin incinerator sudah memenuhi syarat. Nanti kami observasi lagi,” ujarnya.
RSUD Soedarso memastikan akan menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan evaluasi terhadap operasional incinerator. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengelolaan limbah medis tetap sesuai ketentuan sekaligus meminimalkan dampak terhadap warga yang bermukim di sekitar rumah sakit. (Lid)
KALBARONLINE.com – Warga yang tinggal di sekitar RSUD Soedarso Pontianak mengeluhkan munculnya bau menyengat yang diduga berasal dari proses pembakaran limbah medis di rumah sakit tersebut. Aroma yang muncul pada waktu-waktu tertentu itu disebut mengganggu aktivitas warga, terutama saat angin bertiup ke arah permukiman.
Salah seorang warga, Kurniawan, yang tinggal di RT 01 RW 12 Gang Sederhana, mengatakan bau menyengat kerap tercium dari area belakang rumah sakit yang diduga menjadi lokasi pembakaran limbah medis.
“Memang tidak setiap hari, tetapi pada waktu-waktu tertentu saat ada pembakaran limbah, baunya sangat menyengat. Apalagi ketika angin mengarah ke rumah warga, aromanya sangat menusuk seperti bau obat-obatan bekas dibakar,” ujarnya.
Menurut Kurniawan, kondisi tersebut membuat warga terpaksa menutup pintu dan jendela rumah agar bau tidak masuk ke dalam ruangan. Meski demikian, aroma itu tetap terasa mengganggu.
“Kami biasanya langsung menutup pintu rumah karena hawanya sudah tidak enak. Harapannya ini bisa menjadi perhatian pihak RSUD Soedarso karena warga di sekitar cukup terdampak,” katanya.
Ia berharap pihak rumah sakit dapat mengevaluasi proses pengelolaan limbah medis agar tidak menimbulkan polusi udara yang mengganggu masyarakat di sekitar.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur RSUD Soedarso Pontianak, Harry Agung Tjhayadi, mengatakan pihaknya akan mengecek kembali operasional incinerator atau alat pembakar limbah medis yang digunakan rumah sakit.
“Nanti saya cek, karena belum lama ini sudah dilakukan perbaikan. Biasanya asap muncul saat pembakaran awal saja, setelah itu emisinya dalam kategori aman. Terima kasih atas informasinya,” kata Harry.
Ia menjelaskan, secara teknis cerobong dan mesin incinerator yang digunakan RSUD Soedarso telah memenuhi standar yang berlaku. Meski demikian, pihaknya tetap akan melakukan observasi untuk memastikan proses pembakaran tidak menimbulkan gangguan bagi lingkungan sekitar.
“Kalau standar ketinggian cerobong dan mesin incinerator sudah memenuhi syarat. Nanti kami observasi lagi,” ujarnya.
RSUD Soedarso memastikan akan menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan evaluasi terhadap operasional incinerator. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengelolaan limbah medis tetap sesuai ketentuan sekaligus meminimalkan dampak terhadap warga yang bermukim di sekitar rumah sakit. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini