Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Selasa, 17 Februari 2026 |
KALBARONLINE.com - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyerukan pentingnya sikap saling menghormati antar umat beragama di tengah perayaan Tahun Baru Imlek yang bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadan.
Seruan itu disampaikan usai menghadiri malam perayaan Tahun Baru Imlek yang digelar perkumpulan Hong Long Sie Ke (Marga Yo) di Jalan Gajah Mada, Pontianak, Senin (16/02/2026)
Menurutnya, perayaan Imlek yang identik dengan cahaya lampion berpadu dengan Ramadan yang dilambangkan dengan cahaya obor menjadi simbol kuat persaudaraan masyarakat Kalimantan Barat yang beragam suku dan agama.
“Alhamdulillah, tahun ini perayaan Imlek bersamaan dengan menyambut bulan suci Ramadan. Cahaya lampion dan cahaya obor menyatu menjadi satu, melambangkan persaudaraan suku-suku yang ada di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberagaman yang ada di Kalbar merupakan kekuatan, bukan perbedaan yang memecah belah. “Itulah Indonesia, Kalimantan Barat. Walaupun kita berbeda-beda, namun kita satu Indonesia,” tegasnya.
Terkait perayaan Cap Go Meh yang juga bertepatan dengan Ramadan, Norsan mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga suasana tetap kondusif. Ia menekankan pentingnya sikap toleransi antara umat beragama.
“Masyarakat Tionghoa menghargai umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Sebaliknya, masyarakat muslim juga menghargai masyarakat Tionghoa yang merayakan Imlek dan Cap Go Meh. Keberagaman tidak akan menjadi masalah, yang penting bagaimana kita memanage perbedaan tersebut,” katanya.
Ria Norsan mengimbau seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk bersama-sama menjaga keharmonisan dalam setiap perayaan keagamaan.
“Saya mengimbau masyarakat agar kita saling menghormati dalam setiap kegiatan besar keagamaan. Dengan begitu, Kalimantan Barat akan tetap aman, damai, dan harmonis,” tuturnya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menyerukan pentingnya sikap saling menghormati antar umat beragama di tengah perayaan Tahun Baru Imlek yang bertepatan dengan datangnya bulan suci Ramadan.
Seruan itu disampaikan usai menghadiri malam perayaan Tahun Baru Imlek yang digelar perkumpulan Hong Long Sie Ke (Marga Yo) di Jalan Gajah Mada, Pontianak, Senin (16/02/2026)
Menurutnya, perayaan Imlek yang identik dengan cahaya lampion berpadu dengan Ramadan yang dilambangkan dengan cahaya obor menjadi simbol kuat persaudaraan masyarakat Kalimantan Barat yang beragam suku dan agama.
“Alhamdulillah, tahun ini perayaan Imlek bersamaan dengan menyambut bulan suci Ramadan. Cahaya lampion dan cahaya obor menyatu menjadi satu, melambangkan persaudaraan suku-suku yang ada di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberagaman yang ada di Kalbar merupakan kekuatan, bukan perbedaan yang memecah belah. “Itulah Indonesia, Kalimantan Barat. Walaupun kita berbeda-beda, namun kita satu Indonesia,” tegasnya.
Terkait perayaan Cap Go Meh yang juga bertepatan dengan Ramadan, Norsan mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati dan menjaga suasana tetap kondusif. Ia menekankan pentingnya sikap toleransi antara umat beragama.
“Masyarakat Tionghoa menghargai umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa. Sebaliknya, masyarakat muslim juga menghargai masyarakat Tionghoa yang merayakan Imlek dan Cap Go Meh. Keberagaman tidak akan menjadi masalah, yang penting bagaimana kita memanage perbedaan tersebut,” katanya.
Ria Norsan mengimbau seluruh masyarakat Kalimantan Barat untuk bersama-sama menjaga keharmonisan dalam setiap perayaan keagamaan.
“Saya mengimbau masyarakat agar kita saling menghormati dalam setiap kegiatan besar keagamaan. Dengan begitu, Kalimantan Barat akan tetap aman, damai, dan harmonis,” tuturnya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini