Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 19 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diambil setelah dilaksanakannya sidang isbat yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (19/03/2026) malam.
Menteri Agama menjelaskan, bahwa berdasarkan pemantauan hilal (rukyatul hilal) di 117 titik di seluruh Indonesia, posisi bulan sabit muda pada Kamis malam belum memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Karena posisi hilal belum mencapai batas minimal, yakni tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat, maka bulan Ramadan 1447 H digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).
"Berdasarkan hasil hisab dan laporan rukyat, sidang isbat secara mufakat menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026," ujar Menag dalam konferensi persnya.
Perbedaan dengan Muhammadiyah
Tahun ini, masyarakat Indonesia akan merayakan Idulfitri dalam waktu yang berbeda. Sebelumnya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Perbedaan ini terjadi karena perbedaan metode yang digunakan. Di mana pemerintah dan NU menggunakan metode Imkanur Rukyat (kriteria MABIMS). Sementara Muhammadiyah, enggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). (**)
KALBARONLINE.com – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idulfitri 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan ini diambil setelah dilaksanakannya sidang isbat yang dipimpin langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (19/03/2026) malam.
Menteri Agama menjelaskan, bahwa berdasarkan pemantauan hilal (rukyatul hilal) di 117 titik di seluruh Indonesia, posisi bulan sabit muda pada Kamis malam belum memenuhi kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
Karena posisi hilal belum mencapai batas minimal, yakni tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat, maka bulan Ramadan 1447 H digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).
"Berdasarkan hasil hisab dan laporan rukyat, sidang isbat secara mufakat menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026," ujar Menag dalam konferensi persnya.
Perbedaan dengan Muhammadiyah
Tahun ini, masyarakat Indonesia akan merayakan Idulfitri dalam waktu yang berbeda. Sebelumnya, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Perbedaan ini terjadi karena perbedaan metode yang digunakan. Di mana pemerintah dan NU menggunakan metode Imkanur Rukyat (kriteria MABIMS). Sementara Muhammadiyah, enggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal dan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT). (**)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini