Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Kamis, 26 Maret 2026 |
KALBARONLINE.com - Sebuah video viral memperlihatkan seorang anak (gen alpha) di Kecamatan Sepauk, Kalimantan Barat, yang secara spontan menyampaikan keluhannya terkait kondisi jalan di daerahnya yang rusak parah.
Dalam video tersebut, tampak beberapa anak berdiri di jalan berlumpur dan rusak parah. Mereka secara spontan melontarkan kritik yang bahkan menyasar langsung kepada Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.
“Ingin menyampaikan jalan kami yang licak, lecut, karena gubernur kami itu kerjanya molor, tidur, pingsan. Mikirin kaya sendiri, ngga mikirin masyarakat yang banyak,” ucap salah satu anak dalam video yang beredar luas, dikutip Kamis (26/03/2026).
Tak hanya itu, seorang anak lainnya bahkan membandingkan kinerja Gubernur Kalbar dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
“Entah percuma jadi gubernur, mending Kang Dedi jadi gubernur dua bulan,” ujarnya.
Kondisi jalan yang rusak memang menjadi persoalan yang sering dikeluhkan masyarakat, terutama di wilayah yang jauh dari pusat kota. Infrastruktur yang kurang memadai tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada ekonomi dan akses pendidikan.
Reaksi warganet pun beragam. Banyak yang menilai pernyataan tersebut sebagai representasi suara masyarakat kecil yang jarang terdengar, sementara lainnya berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius terhada kondisi tersebut. (Lid)
KALBARONLINE.com - Sebuah video viral memperlihatkan seorang anak (gen alpha) di Kecamatan Sepauk, Kalimantan Barat, yang secara spontan menyampaikan keluhannya terkait kondisi jalan di daerahnya yang rusak parah.
Dalam video tersebut, tampak beberapa anak berdiri di jalan berlumpur dan rusak parah. Mereka secara spontan melontarkan kritik yang bahkan menyasar langsung kepada Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.
“Ingin menyampaikan jalan kami yang licak, lecut, karena gubernur kami itu kerjanya molor, tidur, pingsan. Mikirin kaya sendiri, ngga mikirin masyarakat yang banyak,” ucap salah satu anak dalam video yang beredar luas, dikutip Kamis (26/03/2026).
Tak hanya itu, seorang anak lainnya bahkan membandingkan kinerja Gubernur Kalbar dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
“Entah percuma jadi gubernur, mending Kang Dedi jadi gubernur dua bulan,” ujarnya.
Kondisi jalan yang rusak memang menjadi persoalan yang sering dikeluhkan masyarakat, terutama di wilayah yang jauh dari pusat kota. Infrastruktur yang kurang memadai tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada ekonomi dan akses pendidikan.
Reaksi warganet pun beragam. Banyak yang menilai pernyataan tersebut sebagai representasi suara masyarakat kecil yang jarang terdengar, sementara lainnya berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius terhada kondisi tersebut. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini