Pontianak    

31 Persen Jalan Provinsi Kalbar Belum Mantap, PUPR Fokus Perbaikan Fungsional

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Senin, 06 April 2026
31 Persen Jalan Provinsi Kalbar Belum Mantap, PUPR Fokus Perbaikan Fungsional
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat mencatat sekitar 31 persen jalan provinsi masih dalam kondisi belum mantap. Dari total panjang 1.503,4 kilometer, sekitar 300 kilometer di antaranya memerlukan penanganan serius.

Kepala Dinas PUPR Kalbar, Iskandar Zulkarnaen mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi luas wilayah serta karakter geografis Kalbar yang didominasi sungai dan daerah terpencar, sehingga menjadi tantangan dalam pembangunan infrastruktur.

“Permasalahan jalan dan jembatan memang menjadi perhatian utama kami, apalagi banyak ruas tersebar di wilayah dengan aktivitas perkebunan dan pertambangan,” ujarnya, saat konferensi pers dengan awak media, Senin (6/4/26).

Ia menjelaskan, di tengah keterbatasan anggaran, strategi pembangunan kini difokuskan pada penanganan jalan fungsional. Artinya ruas jalan yang rusak berat tetap diupayakan bisa dilalui masyarakat, meski belum sepenuhnya dalam kondisi mantap.

“Kami tidak lagi semata mengejar jalan mantap, tetapi memastikan jalan bisa berfungsi terlebih dahulu agar akses masyarakat tetap terlayani,” jelasnya.

Untuk tahun anggaran 2026, kata Iskandar, Pemprov Kalbar mengalokasikan sekitar Rp 199,6 miliar untuk pembangunan dan perbaikan jalan. Anggaran tersebut akan difokuskan pada ruas-ruas prioritas yang memiliki tingkat urgensi tinggi dan berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

“Dengan kondisi anggaran yang terbatas, kami melakukan penyesuaian strategi. Target kami bukan lagi semata jalan mantap, tetapi bagaimana jalan itu bisa fungsional dan tetap melayani masyarakat,” ujarnya.

Iskandar menambahkan, seluruh kebijakan dan program penanganan jalan dilakukan berdasarkan data dan evaluasi lapangan, termasuk masukan dari masyarakat dan media.

“Data kami terbuka. Masyarakat bisa mengakses informasi terkait penanganan jalan sebagai bentuk transparansi,” pungkasnya.

PUPR Kalbar juga mendorong kolaborasi dengan pihak swasta, khususnya perusahaan perkebunan dan pertambangan, guna membantu penanganan infrastruktur jalan di wilayah operasional mereka.

“Kolaborasi menjadi penting, karena dengan keterbatasan anggaran, kita tidak bisa bekerja sendiri. Yang utama adalah bagaimana akses jalan tetap bisa digunakan masyarakat,” katanya. (Lid)

Artikel Selanjutnya
Anggaran Terbatas, Pemprov Kalbar Prioritaskan Perbaikan Jalan di Kayong Utara Jelang MTQ
Senin, 06 April 2026
Artikel Sebelumnya
Anggaran Terbatas, Pemprov Kalbar Prioritaskan Perbaikan Jalan di Kayong Utara Jelang MTQ
Senin, 06 April 2026

Berita terkait