Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Senin, 06 April 2026 |
KALBARONLINE.com - Suasana yang semula tenang menjelang tutup operasional mendadak berubah jadi kepanikan. Sebuah ledakan diduga berasal dari tabung gas terjadi di rumah makan seafood Dapok Ngah Sho, Gang Ikhlas, Jalan Ampera, Kota Pontianak, Sabtu (04/04/2026) malam.
Peristiwa itu terjadi saat aktivitas dapur sudah hampir selesai. Karyawan tengah bersih-bersih sambil melayani sisa pelanggan, ketika tiba-tiba ledakan keras terjadi dan melukai tujuh orang yang berada di lokasi.
Seluruh korban terdiri dari karyawan hingga pengelola usaha. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Adik pengelola, Kamaruzaman mengatakan, bahwa awalnya para korban sempat dibawa ke RS Bhayangkara. Namun melihat kondisi luka yang cukup serius, seluruh korban kemudian dirujuk ke RS Kharitas Bhakti untuk penanganan lebih lanjut.
“Semua korban sudah menjalani operasi. Awalnya tiga orang dulu yang masuk, lalu disusul empat lainnya. Alhamdulillah semuanya sudah dioperasi,” ujarnya saat ditemui di rumah sakit.
Dari tujuh korban, kondisi paling parah dialami oleh Dodi, pengelola dapur sekaligus adik Kamaruzaman. Ia mengalami luka bakar hingga sekitar 45 persen dan saat ini masih dirawat intensif di ruang ICU.
“Yang paling parah adik saya, luka bakarnya hampir 45 persen. Banyak di bagian wajah, leher, tangan, dan kaki,” jelasnya.
Sementara korban lainnya juga mengalami luka bakar dengan tingkat bervariasi. Ada pula yang mengalami luka sobek akibat benturan saat berusaha menyelamatkan diri ketika ledakan terjadi.
Kamaruzaman menuturkan, saat kejadian kondisi rumah makan sebenarnya sudah hampir tutup. Namun karena malam akhir pekan, masih ada beberapa pelanggan yang dilayani.
“Sudah jam sembilan lewat, sebenarnya mau tutup. Tapi karena malam minggu, masih ada tamu, jadi sambil bersih-bersih. Tiba-tiba terjadi ledakan,” ungkapnya.
Akibat kejadian ini, operasional Dapok Ngah Sho terpaksa berhenti total. Selain bangunan yang rusak cukup parah, sebagian besar karyawan inti, termasuk juru masak, turut menjadi korban.
“Ini musibah besar bagi kami. Tempat usaha rusak, karyawan juga kena semua. Sekarang kami fokus dulu ke penyembuhan korban,” katanya.
Diketahui, dari total sembilan karyawan yang ada, tujuh orang menjadi korban dalam insiden tersebut, sementara dua lainnya selamat karena berada di area berbeda saat ledakan terjadi.
Pihak keluarga berharap para korban segera pulih dan usaha yang telah dirintis sejak beberapa tahun terakhir itu bisa kembali bangkit ke depannya. (Lid)
KALBARONLINE.com - Suasana yang semula tenang menjelang tutup operasional mendadak berubah jadi kepanikan. Sebuah ledakan diduga berasal dari tabung gas terjadi di rumah makan seafood Dapok Ngah Sho, Gang Ikhlas, Jalan Ampera, Kota Pontianak, Sabtu (04/04/2026) malam.
Peristiwa itu terjadi saat aktivitas dapur sudah hampir selesai. Karyawan tengah bersih-bersih sambil melayani sisa pelanggan, ketika tiba-tiba ledakan keras terjadi dan melukai tujuh orang yang berada di lokasi.
Seluruh korban terdiri dari karyawan hingga pengelola usaha. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Adik pengelola, Kamaruzaman mengatakan, bahwa awalnya para korban sempat dibawa ke RS Bhayangkara. Namun melihat kondisi luka yang cukup serius, seluruh korban kemudian dirujuk ke RS Kharitas Bhakti untuk penanganan lebih lanjut.
“Semua korban sudah menjalani operasi. Awalnya tiga orang dulu yang masuk, lalu disusul empat lainnya. Alhamdulillah semuanya sudah dioperasi,” ujarnya saat ditemui di rumah sakit.
Dari tujuh korban, kondisi paling parah dialami oleh Dodi, pengelola dapur sekaligus adik Kamaruzaman. Ia mengalami luka bakar hingga sekitar 45 persen dan saat ini masih dirawat intensif di ruang ICU.
“Yang paling parah adik saya, luka bakarnya hampir 45 persen. Banyak di bagian wajah, leher, tangan, dan kaki,” jelasnya.
Sementara korban lainnya juga mengalami luka bakar dengan tingkat bervariasi. Ada pula yang mengalami luka sobek akibat benturan saat berusaha menyelamatkan diri ketika ledakan terjadi.
Kamaruzaman menuturkan, saat kejadian kondisi rumah makan sebenarnya sudah hampir tutup. Namun karena malam akhir pekan, masih ada beberapa pelanggan yang dilayani.
“Sudah jam sembilan lewat, sebenarnya mau tutup. Tapi karena malam minggu, masih ada tamu, jadi sambil bersih-bersih. Tiba-tiba terjadi ledakan,” ungkapnya.
Akibat kejadian ini, operasional Dapok Ngah Sho terpaksa berhenti total. Selain bangunan yang rusak cukup parah, sebagian besar karyawan inti, termasuk juru masak, turut menjadi korban.
“Ini musibah besar bagi kami. Tempat usaha rusak, karyawan juga kena semua. Sekarang kami fokus dulu ke penyembuhan korban,” katanya.
Diketahui, dari total sembilan karyawan yang ada, tujuh orang menjadi korban dalam insiden tersebut, sementara dua lainnya selamat karena berada di area berbeda saat ledakan terjadi.
Pihak keluarga berharap para korban segera pulih dan usaha yang telah dirintis sejak beberapa tahun terakhir itu bisa kembali bangkit ke depannya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini