Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 06 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Sebanyak lima orangutan hasil rehabilitasi kembali dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan Sub-DAS Mendalam, Taman Nasional Betung Kerihun, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, pada 30 Juni 2026.
Pelepasliaran ini merupakan hasil kolaborasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS), serta Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS/SOC) sebagai bagian dari upaya konservasi orangutan Kalimantan.
Lima orangutan yang dilepasliarkan terdiri atas satu jantan dan empat betina, yakni Benazir (14 tahun), Jamilah (25) bersama anaknya Ulin (1), serta Sinta (13) bersama anaknya Sabine (2).
Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, mengatakan seluruh orangutan tersebut telah dinyatakan siap kembali ke habitat alami setelah menjalani rehabilitasi selama bertahun-tahun di Sekolah Hutan Jerora. Sebelum dilepasliarkan, kelimanya juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan masa karantina pra-pelepasliaran selama satu bulan.
"Pelepasliaran ini menjadi tahap ke-18 sejak program tersebut dimulai pada 2017. Hingga akhir 2025, sebanyak 39 individu orangutan, terdiri atas 37 hasil rehabilitasi dan dua hasil translokasi, telah dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2026).
Murlan menjelaskan, perjalanan menuju lokasi pelepasliaran tidaklah singkat. Kelima orangutan harus menempuh jalur darat dan sungai dari Sintang menuju Putussibau hingga kawasan Sub-DAS Mendalam dengan waktu tempuh sekitar 10 hingga 12 jam.
"Setibanya di lokasi, satwa terlebih dahulu ditempatkan di kandang habituasi untuk memulihkan kondisi fisik dan mengurangi stres akibat perjalanan," ungkapnya.
Menurut Murlan, Sub-DAS Mendalam dipilih sebagai lokasi pelepasliaran karena memiliki daya dukung habitat yang sangat baik. Berdasarkan hasil kajian ekologi, kawasan tersebut memiliki ketersediaan vegetasi pakan yang melimpah, mencapai sekitar 52 persen dari total jenis flora yang ditemukan.
Usai dilepasliarkan, kelima orangutan akan dipantau secara intensif oleh tim monitoring yang beranggotakan delapan hingga 12 personel menggunakan metode nest-to-nest selama maksimal tiga bulan.
"Pemantauan dilakukan untuk memastikan orangutan mampu beradaptasi, mencari pakan sendiri, serta bertahan hidup secara mandiri di alam," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Titik Wurdiningsih, berharap pelepasliaran tersebut dapat memperkuat populasi orangutan di habitat aslinya sekaligus menjaga kelestarian satwa dilindungi tersebut.
Ia juga menilai kawasan Camp Mentibat di Resort PTN Nanga Hovat memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat riset dan edukasi orangutan.
"Selain itu, jalur menuju lokasi pelepasliaran juga dinilai memiliki potensi wisata alam, termasuk arung jeram," pungkasnya.
Upaya konservasi ini diharapkan tidak berhenti pada pelepasliaran semata, tetapi juga diiringi dengan perlindungan habitat serta edukasi kepada masyarakat agar populasi orangutan Kalimantan tetap terjaga dan berkembang di alam liar. (Lid)
KALBARONLINE.com – Sebanyak lima orangutan hasil rehabilitasi kembali dilepasliarkan ke habitat alaminya di kawasan Sub-DAS Mendalam, Taman Nasional Betung Kerihun, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, pada 30 Juni 2026.
Pelepasliaran ini merupakan hasil kolaborasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS), serta Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS/SOC) sebagai bagian dari upaya konservasi orangutan Kalimantan.
Lima orangutan yang dilepasliarkan terdiri atas satu jantan dan empat betina, yakni Benazir (14 tahun), Jamilah (25) bersama anaknya Ulin (1), serta Sinta (13) bersama anaknya Sabine (2).
Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, mengatakan seluruh orangutan tersebut telah dinyatakan siap kembali ke habitat alami setelah menjalani rehabilitasi selama bertahun-tahun di Sekolah Hutan Jerora. Sebelum dilepasliarkan, kelimanya juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan masa karantina pra-pelepasliaran selama satu bulan.
"Pelepasliaran ini menjadi tahap ke-18 sejak program tersebut dimulai pada 2017. Hingga akhir 2025, sebanyak 39 individu orangutan, terdiri atas 37 hasil rehabilitasi dan dua hasil translokasi, telah dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Betung Kerihun," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (6/7/2026).
Murlan menjelaskan, perjalanan menuju lokasi pelepasliaran tidaklah singkat. Kelima orangutan harus menempuh jalur darat dan sungai dari Sintang menuju Putussibau hingga kawasan Sub-DAS Mendalam dengan waktu tempuh sekitar 10 hingga 12 jam.
"Setibanya di lokasi, satwa terlebih dahulu ditempatkan di kandang habituasi untuk memulihkan kondisi fisik dan mengurangi stres akibat perjalanan," ungkapnya.
Menurut Murlan, Sub-DAS Mendalam dipilih sebagai lokasi pelepasliaran karena memiliki daya dukung habitat yang sangat baik. Berdasarkan hasil kajian ekologi, kawasan tersebut memiliki ketersediaan vegetasi pakan yang melimpah, mencapai sekitar 52 persen dari total jenis flora yang ditemukan.
Usai dilepasliarkan, kelima orangutan akan dipantau secara intensif oleh tim monitoring yang beranggotakan delapan hingga 12 personel menggunakan metode nest-to-nest selama maksimal tiga bulan.
"Pemantauan dilakukan untuk memastikan orangutan mampu beradaptasi, mencari pakan sendiri, serta bertahan hidup secara mandiri di alam," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum, Titik Wurdiningsih, berharap pelepasliaran tersebut dapat memperkuat populasi orangutan di habitat aslinya sekaligus menjaga kelestarian satwa dilindungi tersebut.
Ia juga menilai kawasan Camp Mentibat di Resort PTN Nanga Hovat memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat riset dan edukasi orangutan.
"Selain itu, jalur menuju lokasi pelepasliaran juga dinilai memiliki potensi wisata alam, termasuk arung jeram," pungkasnya.
Upaya konservasi ini diharapkan tidak berhenti pada pelepasliaran semata, tetapi juga diiringi dengan perlindungan habitat serta edukasi kepada masyarakat agar populasi orangutan Kalimantan tetap terjaga dan berkembang di alam liar. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini