Kayong Utara    

Empat Tahun Dilepasliarkan, Orang Utan Kumbang Kembali Ditemukan di Tengah Karhutla Kayong Utara

Oleh : Redaksi KalbarOnline
Monday, 14 September 2026
Empat Tahun Dilepasliarkan, Orang Utan Kumbang Kembali Ditemukan di Tengah Karhutla Kayong Utara
Orang utan Kumbang kembali ditemukan setelah empat tahun dilepasliarkan. Ia masuk kebun warga akibat habitat terdampak Karhutla (Dok. YIARI)
WhatsApp Icon
Ukuran Font
Kecil Besar

KALBARONLINE.com – Orang utan jantan bernama Kumbang kembali ditemukan setelah empat tahun dilepasliarkan di kawasan hutan Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Kumbang dievakuasi setelah masuk ke kebun warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kondisinya juga memerlukan penanganan medis setelah tim menemukan gangguan pernapasan, sejumlah luka, hingga benda asing yang diduga merupakan peluru tertanam di tubuhnya.

Kumbang diselamatkan tim gabungan Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Yayasan Palung, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Penjalaan, LPHD Padu Banjar, serta masyarakat, Sabtu (12/9/2026).

Tim menindaklanjuti laporan warga mengenai kemunculan orang utan jantan di Desa Padu Banjar. Kumbang kemudian dievakuasi menggunakan senapan bius untuk menjalani pemeriksaan medis.

Saat pemeriksaan, tim menemukan microchip pada tubuh orang utan tersebut. Microchip itu mengungkap identitas Kumbang yang sebelumnya pernah dievakuasi dari kawasan hutan yang sama pada 2022.

Direktur Operasional Program YIARI, Argitoe Ranting, mengatakan Kumbang telah dilepasliarkan kembali setelah menjalani proses evakuasi pada 2022.

“Selama ini kondisi habitat cukup aman untuk orang utan tersebut. Namun karena kebakaran yang meluas, mendorong orang utan ini masuk di wilayah kampung dan di kebun masyarakat,” kata Argitoe, Senin (14/9/2026).

Pemeriksaan medis menemukan adanya suara abnormal pada bagian paru-paru kanan Kumbang. Sebelumnya, tim menerima informasi bahwa orang utan tersebut sempat terdengar batuk.

Kondisi itu diduga berkaitan dengan paparan asap Karhutla. Saat proses evakuasi berlangsung, kawasan kebun tempat Kumbang ditemukan dipenuhi kabut asap cukup tebal.

Tim medis kemudian memberikan cairan infus dan dukungan oksigen untuk membantu menstabilkan kondisi Kumbang.

Selain gangguan pernapasan, dokter hewan menemukan sejumlah luka dan bekas cedera pada tubuhnya. Di antaranya bekas luka cukup panjang pada punggung kanan dan sejumlah bekas luka pada kaki.

“Tim juga menemukan satu luka yang berdasarkan pemeriksaan awal diduga merupakan bekas abses atau cedera akibat proyektil,” kata Argitoe.

Benda asing yang diduga merupakan peluru turut ditemukan tertanam di bagian tangan kanan Kumbang. Selain itu, terdapat bekas jerat pada tubuhnya.

Argitoe mengatakan kondisi Kumbang menunjukkan dampak Karhutla terhadap satwa liar mulai terlihat secara langsung. Kebakaran yang meluas membuat habitat dan sumber pakan orang utan terganggu.

“Evakuasi ini menjadi semakin mendesak karena dampak karhutla terhadap satwa liar sudah mulai terlihat secara langsung,” katanya.

Kumbang kini menjalani pemantauan dan penanganan lebih lanjut di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI, Ketapang. Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatannya sekaligus menentukan penanganan yang tepat.

Artikel Selanjutnya
Karhutla di Kayong Utara, Mama Penja Ditemukan Kurus, Dehidrasi hingga Luka Bakar
Monday, 14 September 2026
Artikel Sebelumnya
Karhutla Mengganas, Api Nyaris Sambar Rumah Warga di Tanjungpura Residence Ketapang
Monday, 14 September 2026

Berita terkait