Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 14 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Orang utan jantan bernama Kumbang kembali ditemukan setelah empat tahun dilepasliarkan di kawasan hutan Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Kumbang dievakuasi setelah masuk ke kebun warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kondisinya juga memerlukan penanganan medis setelah tim menemukan gangguan pernapasan, sejumlah luka, hingga benda asing yang diduga merupakan peluru tertanam di tubuhnya.
Kumbang diselamatkan tim gabungan Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Yayasan Palung, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Penjalaan, LPHD Padu Banjar, serta masyarakat, Sabtu (12/9/2026).
Tim menindaklanjuti laporan warga mengenai kemunculan orang utan jantan di Desa Padu Banjar. Kumbang kemudian dievakuasi menggunakan senapan bius untuk menjalani pemeriksaan medis.
Saat pemeriksaan, tim menemukan microchip pada tubuh orang utan tersebut. Microchip itu mengungkap identitas Kumbang yang sebelumnya pernah dievakuasi dari kawasan hutan yang sama pada 2022.
Direktur Operasional Program YIARI, Argitoe Ranting, mengatakan Kumbang telah dilepasliarkan kembali setelah menjalani proses evakuasi pada 2022.
“Selama ini kondisi habitat cukup aman untuk orang utan tersebut. Namun karena kebakaran yang meluas, mendorong orang utan ini masuk di wilayah kampung dan di kebun masyarakat,” kata Argitoe, Senin (14/9/2026).
Pemeriksaan medis menemukan adanya suara abnormal pada bagian paru-paru kanan Kumbang. Sebelumnya, tim menerima informasi bahwa orang utan tersebut sempat terdengar batuk.
Kondisi itu diduga berkaitan dengan paparan asap Karhutla. Saat proses evakuasi berlangsung, kawasan kebun tempat Kumbang ditemukan dipenuhi kabut asap cukup tebal.
Tim medis kemudian memberikan cairan infus dan dukungan oksigen untuk membantu menstabilkan kondisi Kumbang.
Selain gangguan pernapasan, dokter hewan menemukan sejumlah luka dan bekas cedera pada tubuhnya. Di antaranya bekas luka cukup panjang pada punggung kanan dan sejumlah bekas luka pada kaki.
“Tim juga menemukan satu luka yang berdasarkan pemeriksaan awal diduga merupakan bekas abses atau cedera akibat proyektil,” kata Argitoe.
Benda asing yang diduga merupakan peluru turut ditemukan tertanam di bagian tangan kanan Kumbang. Selain itu, terdapat bekas jerat pada tubuhnya.
Argitoe mengatakan kondisi Kumbang menunjukkan dampak Karhutla terhadap satwa liar mulai terlihat secara langsung. Kebakaran yang meluas membuat habitat dan sumber pakan orang utan terganggu.
“Evakuasi ini menjadi semakin mendesak karena dampak karhutla terhadap satwa liar sudah mulai terlihat secara langsung,” katanya.
Kumbang kini menjalani pemantauan dan penanganan lebih lanjut di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI, Ketapang. Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatannya sekaligus menentukan penanganan yang tepat.
KALBARONLINE.com – Orang utan jantan bernama Kumbang kembali ditemukan setelah empat tahun dilepasliarkan di kawasan hutan Desa Padu Banjar, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Kumbang dievakuasi setelah masuk ke kebun warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kondisinya juga memerlukan penanganan medis setelah tim menemukan gangguan pernapasan, sejumlah luka, hingga benda asing yang diduga merupakan peluru tertanam di tubuhnya.
Kumbang diselamatkan tim gabungan Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), Yayasan Palung, Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Penjalaan, LPHD Padu Banjar, serta masyarakat, Sabtu (12/9/2026).
Tim menindaklanjuti laporan warga mengenai kemunculan orang utan jantan di Desa Padu Banjar. Kumbang kemudian dievakuasi menggunakan senapan bius untuk menjalani pemeriksaan medis.
Saat pemeriksaan, tim menemukan microchip pada tubuh orang utan tersebut. Microchip itu mengungkap identitas Kumbang yang sebelumnya pernah dievakuasi dari kawasan hutan yang sama pada 2022.
Direktur Operasional Program YIARI, Argitoe Ranting, mengatakan Kumbang telah dilepasliarkan kembali setelah menjalani proses evakuasi pada 2022.
“Selama ini kondisi habitat cukup aman untuk orang utan tersebut. Namun karena kebakaran yang meluas, mendorong orang utan ini masuk di wilayah kampung dan di kebun masyarakat,” kata Argitoe, Senin (14/9/2026).
Pemeriksaan medis menemukan adanya suara abnormal pada bagian paru-paru kanan Kumbang. Sebelumnya, tim menerima informasi bahwa orang utan tersebut sempat terdengar batuk.
Kondisi itu diduga berkaitan dengan paparan asap Karhutla. Saat proses evakuasi berlangsung, kawasan kebun tempat Kumbang ditemukan dipenuhi kabut asap cukup tebal.
Tim medis kemudian memberikan cairan infus dan dukungan oksigen untuk membantu menstabilkan kondisi Kumbang.
Selain gangguan pernapasan, dokter hewan menemukan sejumlah luka dan bekas cedera pada tubuhnya. Di antaranya bekas luka cukup panjang pada punggung kanan dan sejumlah bekas luka pada kaki.
“Tim juga menemukan satu luka yang berdasarkan pemeriksaan awal diduga merupakan bekas abses atau cedera akibat proyektil,” kata Argitoe.
Benda asing yang diduga merupakan peluru turut ditemukan tertanam di bagian tangan kanan Kumbang. Selain itu, terdapat bekas jerat pada tubuhnya.
Argitoe mengatakan kondisi Kumbang menunjukkan dampak Karhutla terhadap satwa liar mulai terlihat secara langsung. Kebakaran yang meluas membuat habitat dan sumber pakan orang utan terganggu.
“Evakuasi ini menjadi semakin mendesak karena dampak karhutla terhadap satwa liar sudah mulai terlihat secara langsung,” katanya.
Kumbang kini menjalani pemantauan dan penanganan lebih lanjut di Pusat Penyelamatan dan Rehabilitasi Orangutan YIARI, Ketapang. Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatannya sekaligus menentukan penanganan yang tepat.
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini