Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 14 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait gangguan layanan air bersih akibat kemarau panjang dan meningkatnya kadar garam pada sumber air baku Sungai Kapuas.
Edi mengatakan, pemerintah kota memahami kondisi tersebut membuat masyarakat khawatir dan tidak nyaman karena air merupakan kebutuhan dasar sehari-hari.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya mohon maaf. Kita akan terus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terlayani sampai kondisi kembali normal,” kata Edi.
Untuk mengatasi krisis tersebut, Pemkot Pontianak menyiapkan dua kebijakan utama. Pertama, memperkuat distribusi air tawar bersih ke kelurahan, kecamatan, serta sejumlah titik publik yang mudah dijangkau masyarakat.
Setiap kelurahan dan kecamatan diminta menyiapkan penampungan air. Masjid yang memiliki bak penampungan juga dapat dimanfaatkan sebagai titik pengambilan air bagi warga.
“Saat ini sekitar seribu ton air tawar per hari terus kita produksi dan salurkan. Distribusi akan kita sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Kebijakan kedua yakni memberikan diskon 30 persen bagi pelanggan rumah tangga Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa.
Selain itu, Pemkot Pontianak mempercepat perbaikan pipa dari Penepat sekaligus menambah sumber air baku tawar. Pemerintah kota juga berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kapuas Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperkuat sistem penyediaan air baku.
Untuk jangka panjang, Pemkot Pontianak mendorong penambahan jaringan pipa dan pembangunan bendung karet di kawasan Penepat melalui koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Edi memastikan pemerintah kota akan terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama kondisi belum kembali normal.
“Saya memahami kondisi ini tidak mudah bagi warga,” katanya. (Lid)
KALBARONLINE.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait gangguan layanan air bersih akibat kemarau panjang dan meningkatnya kadar garam pada sumber air baku Sungai Kapuas.
Edi mengatakan, pemerintah kota memahami kondisi tersebut membuat masyarakat khawatir dan tidak nyaman karena air merupakan kebutuhan dasar sehari-hari.
“Atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya mohon maaf. Kita akan terus memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terlayani sampai kondisi kembali normal,” kata Edi.
Untuk mengatasi krisis tersebut, Pemkot Pontianak menyiapkan dua kebijakan utama. Pertama, memperkuat distribusi air tawar bersih ke kelurahan, kecamatan, serta sejumlah titik publik yang mudah dijangkau masyarakat.
Setiap kelurahan dan kecamatan diminta menyiapkan penampungan air. Masjid yang memiliki bak penampungan juga dapat dimanfaatkan sebagai titik pengambilan air bagi warga.
“Saat ini sekitar seribu ton air tawar per hari terus kita produksi dan salurkan. Distribusi akan kita sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Kebijakan kedua yakni memberikan diskon 30 persen bagi pelanggan rumah tangga Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa.
Selain itu, Pemkot Pontianak mempercepat perbaikan pipa dari Penepat sekaligus menambah sumber air baku tawar. Pemerintah kota juga berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Kapuas Kementerian Pekerjaan Umum untuk memperkuat sistem penyediaan air baku.
Untuk jangka panjang, Pemkot Pontianak mendorong penambahan jaringan pipa dan pembangunan bendung karet di kawasan Penepat melalui koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Edi memastikan pemerintah kota akan terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat selama kondisi belum kembali normal.
“Saya memahami kondisi ini tidak mudah bagi warga,” katanya. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini