Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 14 September 2026 |
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali mengancam permukiman warga di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Kali ini, kobaran api nyaris merembet ke rumah warga di Kompleks Tanjungpura Residence, Blok E, Desa Kali Nilam, Kecamatan Delta Pawan, Senin (14/9/2026) malam.
Api dilaporkan membesar sekitar pukul 19.00 WIB. Tiupan angin yang cukup kencang membuat kobaran api dengan cepat meluas dan menyulitkan warga yang tinggal di sekitar lokasi.
Situasi semakin mencekam ketika bunga api beterbangan ke arah permukiman. Bahkan, kobaran api sempat menyambar bagian atap salah satu rumah warga.
Warga setempat, Suryana (31), mengatakan kepanikan sempat terjadi karena api berada sangat dekat dengan rumah-rumah warga. Sejumlah keluarga bahkan memilih mengungsi untuk menghindari risiko api menjalar ke permukiman.
“Untung Damkar cepat datang. Keluarga saya tadi bahkan sudah mengungsi karena api begitu besar,” kata Suryana.
Menurut dia, kondisi angin membuat bunga api beterbangan dan meningkatkan ancaman terhadap rumah warga.
“Bunga api terbang. Sempat kena atap rumah orang,” ujarnya.
Sedikitnya lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Petugas berjibaku memadamkan api di lahan yang berada di sekitar kompleks sekaligus melakukan penyekatan agar kobaran tidak kembali mendekati permukiman.
Suryana mengaku bersyukur api akhirnya dapat dikendalikan. Namun, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
“Alhamdulillah, api bisa dipadamkan Damkar, tapi ini masih proses pendinginan,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti luas lahan yang terbakar maupun penyebab kebakaran. Namun, api telah berhasil dijinakkan oleh tim damkar.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga mengingat lokasi kebakaran berada sangat dekat dengan kawasan permukiman. (Adi LC)
KALBARONLINE.com – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali mengancam permukiman warga di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.
Kali ini, kobaran api nyaris merembet ke rumah warga di Kompleks Tanjungpura Residence, Blok E, Desa Kali Nilam, Kecamatan Delta Pawan, Senin (14/9/2026) malam.
Api dilaporkan membesar sekitar pukul 19.00 WIB. Tiupan angin yang cukup kencang membuat kobaran api dengan cepat meluas dan menyulitkan warga yang tinggal di sekitar lokasi.
Situasi semakin mencekam ketika bunga api beterbangan ke arah permukiman. Bahkan, kobaran api sempat menyambar bagian atap salah satu rumah warga.
Warga setempat, Suryana (31), mengatakan kepanikan sempat terjadi karena api berada sangat dekat dengan rumah-rumah warga. Sejumlah keluarga bahkan memilih mengungsi untuk menghindari risiko api menjalar ke permukiman.
“Untung Damkar cepat datang. Keluarga saya tadi bahkan sudah mengungsi karena api begitu besar,” kata Suryana.
Menurut dia, kondisi angin membuat bunga api beterbangan dan meningkatkan ancaman terhadap rumah warga.
“Bunga api terbang. Sempat kena atap rumah orang,” ujarnya.
Sedikitnya lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Petugas berjibaku memadamkan api di lahan yang berada di sekitar kompleks sekaligus melakukan penyekatan agar kobaran tidak kembali mendekati permukiman.
Suryana mengaku bersyukur api akhirnya dapat dikendalikan. Namun, petugas masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
“Alhamdulillah, api bisa dipadamkan Damkar, tapi ini masih proses pendinginan,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui secara pasti luas lahan yang terbakar maupun penyebab kebakaran. Namun, api telah berhasil dijinakkan oleh tim damkar.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga mengingat lokasi kebakaran berada sangat dekat dengan kawasan permukiman. (Adi LC)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini