Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
|
|
Oleh : Redaksi KalbarOnline |
| Monday, 06 July 2026 |
KALBARONLINE.com – Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat berencana mengerahkan sekitar 1.000 massa untuk menggelar aksi demonstrasi terkait pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Ketua BPM Kalimantan Barat, Gusti Eddy, mengatakan aksi unjuk rasa dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai Rabu (8/7/2026) pukul 13.00 WIB. Massa akan berkumpul di Masjid Raya Mujahidin sebelum bergerak menuju sejumlah kantor PLN.
"Kami akan mendatangi Kantor Pelayanan PLTD (UID) di Jalan Adi Sucipto Km 7,3 Kabupaten Kubu Raya, Kantor Pelayanan PLN UP2B di Jalan Karya Baru Pontianak Selatan, dan Kantor Pelayanan PLN UP2D di Jalan Ismail Marzuki Pontianak Selatan," kata Eddy, Senin (6/7/2026).
Dalam aksi tersebut, BPM membawa tiga tuntutan utama. Pertama, meminta penghentian pemadaman listrik bergilir yang dinilai berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat dan roda perekonomian, terutama pelaku UMKM.
Selain itu, BPM juga mendesak Pemerintah Pusat mengevaluasi kinerja pimpinan PLN Kalimantan Barat serta meminta aparat penegak hukum bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengusut penyebab terjadinya pemadaman listrik.
"Kami meminta kepada Pemerintah Pusat untuk mengevaluasi kinerja Pimpinan PLN Kalimantan Barat dan mendorong Aparat Penegak Hukum bersama Forkopimda untuk mengusut penyebab pemadaman," ujarnya.
Eddy memperkirakan jumlah peserta aksi mencapai sekitar 1.000 orang yang akan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Meski demikian, ia mengimbau seluruh peserta aksi tetap menjaga ketertiban agar demonstrasi berlangsung aman dan kondusif.
"Kami meminta kepada peserta aksi dalam penyampaian aspirasi tetap menjaga ketertiban agar kegiatan berjalan lancar dan kondusif," pungkasnya.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) menjelaskan bahwa pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Barat terjadi akibat penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Kelistrikan Kalimantan Barat yang dipicu gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.
Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, mengatakan kondisi tersebut menyebabkan kemampuan pasok sistem kelistrikan belum dapat beroperasi secara optimal.
"Untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN melakukan pengaturan operasi sistem melalui pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat sesuai dengan kebutuhan operasional," jelas Mukhlis.
Ia menegaskan, gangguan tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun batu bara yang saat ini dalam kondisi aman.
PLN, lanjut Mukhlis, terus mengerahkan seluruh sumber daya dengan memaksimalkan pembangkit yang tersedia serta menambah pasokan listrik dari pembangkit milik mitra kerja guna meminimalkan dampak terhadap pelanggan.
"Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu satu minggu dan diharapkan pemulihan pasokan listrik dapat segera dilakukan. PLN berkomitmen terus menjaga keandalan pasokan listrik dan akan menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi PLN," ujarnya.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pemulihan berlangsung. (Lid)
KALBARONLINE.com – Barisan Pemuda Melayu (BPM) Kalimantan Barat berencana mengerahkan sekitar 1.000 massa untuk menggelar aksi demonstrasi terkait pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.
Ketua BPM Kalimantan Barat, Gusti Eddy, mengatakan aksi unjuk rasa dijadwalkan berlangsung selama dua hari, mulai Rabu (8/7/2026) pukul 13.00 WIB. Massa akan berkumpul di Masjid Raya Mujahidin sebelum bergerak menuju sejumlah kantor PLN.
"Kami akan mendatangi Kantor Pelayanan PLTD (UID) di Jalan Adi Sucipto Km 7,3 Kabupaten Kubu Raya, Kantor Pelayanan PLN UP2B di Jalan Karya Baru Pontianak Selatan, dan Kantor Pelayanan PLN UP2D di Jalan Ismail Marzuki Pontianak Selatan," kata Eddy, Senin (6/7/2026).
Dalam aksi tersebut, BPM membawa tiga tuntutan utama. Pertama, meminta penghentian pemadaman listrik bergilir yang dinilai berdampak besar terhadap aktivitas masyarakat dan roda perekonomian, terutama pelaku UMKM.
Selain itu, BPM juga mendesak Pemerintah Pusat mengevaluasi kinerja pimpinan PLN Kalimantan Barat serta meminta aparat penegak hukum bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengusut penyebab terjadinya pemadaman listrik.
"Kami meminta kepada Pemerintah Pusat untuk mengevaluasi kinerja Pimpinan PLN Kalimantan Barat dan mendorong Aparat Penegak Hukum bersama Forkopimda untuk mengusut penyebab pemadaman," ujarnya.
Eddy memperkirakan jumlah peserta aksi mencapai sekitar 1.000 orang yang akan menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Meski demikian, ia mengimbau seluruh peserta aksi tetap menjaga ketertiban agar demonstrasi berlangsung aman dan kondusif.
"Kami meminta kepada peserta aksi dalam penyampaian aspirasi tetap menjaga ketertiban agar kegiatan berjalan lancar dan kondusif," pungkasnya.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) menjelaskan bahwa pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Barat terjadi akibat penurunan kemampuan pasok daya pada Sistem Kelistrikan Kalimantan Barat yang dipicu gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.
Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, mengatakan kondisi tersebut menyebabkan kemampuan pasok sistem kelistrikan belum dapat beroperasi secara optimal.
"Untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN melakukan pengaturan operasi sistem melalui pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat sesuai dengan kebutuhan operasional," jelas Mukhlis.
Ia menegaskan, gangguan tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun batu bara yang saat ini dalam kondisi aman.
PLN, lanjut Mukhlis, terus mengerahkan seluruh sumber daya dengan memaksimalkan pembangkit yang tersedia serta menambah pasokan listrik dari pembangkit milik mitra kerja guna meminimalkan dampak terhadap pelanggan.
"Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu satu minggu dan diharapkan pemulihan pasokan listrik dapat segera dilakukan. PLN berkomitmen terus menjaga keandalan pasokan listrik dan akan menyampaikan perkembangan penanganan secara berkala melalui kanal komunikasi resmi PLN," ujarnya.
PLN juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama proses pemulihan berlangsung. (Lid)
Bayar Sekarang, Tahu Lebih Banyak
Masukkan nomor WhatsApp Anda untuk mendapatkan akses penuh ke berita premium ini